《Misteri Tuala Wanita》BAB 11
Advertisement
"So, ma? Qilah sihat?" soal Lena di talian. Pagi ni, dia dapat panggilan dari mama temannya mengatakan yang temannya tu terdampar lemah di hospital.
"Em, memang taklah. Dia demam panas, tapi tak tahu kenapa tiba-tiba je dia demam, semalam ceria bukan main" balas mama perlahan.
Selepas tamat perbualan, mama meletakkan gagang telefon di atas meja. Dia menilik muka anaknya. Sembuhkanlah anak ku Ya Allah... katanya dalam hati.
Bunyi ketukan pintu memecah lamunan mama. Doktor masuk dan senyum kepada si penjaga. Manis!
"Aqilah Syafarina binti Dato' Hussin?" soal Doktor itu sambil tangannya cekap menulis sesuatu di atas write board dan dihulurkan benda itu kepada jururawat disebelahnya. Doktor muda, orangnya pun hensem. Adakah single?
"Yes doctor. What happened?" balas mama, sambil mengusap lengan anaknya.
"She just had a fever and there is nothing else. She will be fine soon"
Mama diam, tidak terkata. Fine kau cakap?! Anak aku seperti mayat hidup still cakap fine?Swasta tapi hampeh! marahnya tapi kata-kata itu dia simpan di dalam hati dan hanya mampu menghembuskan nafas berat...
"Okay thanks!"
Terus doktor itu keluar, dan bunyi pintu menyebabkan Qilah tersedar daripada tidurnya. Dia membuka mata sedikit dan melihat mama senyum melihatnya. Dia membalas, tiba-tiba dia merasakan satu titik darah menitik ke mukaya. Dia meraba mukanya, ternyata darah pekat. Dia cuba dekatkan tangannya yang berlumuran darah ke hidungnya. Upsss! bau darah haid. Dia memandang ke atas, melihat makhluk itu senyum memandangnya dan mukanya berubah kepada buruk. Sekali lagi, Qilah pengsan tidak sedarkan diri.
"Eh kau!"
Lena terkejut melihat temannya yang selama ni sakit seperti sudah tenat dan sekarang badannya kembali berlemak sedikit, dan bertenaga. Dia rindu akan temannya itu terus dia berlari dan berpelukan. Sejak ramai temannya yang sakit, dia seorang sahaja yang menghiasi pondok mereka. Tempat yang selalu mereka lepak dari kecil hingga besar. Alangkah terkejutnya dia, melihat Lisa berjalan ke arah pondok sambil melambaikan tangan. Alhamdulillah!
Advertisement
"Kau sihat wei?"
"Aku sihat. Sa! aku rindu kau!"
"Ya, aku lagi rindu dan semua tapi mana mereka?"
Lena sudah mula berair mata. Dia menarik lengan temannya dan jemput naik ke pondok. Dia ingin menceritakan kepada kawannya ini yang sudah lama terdampar atas katil. Dari A hingga Z dia ceritakan, matanya sudah mulai banjir dan bajunya sudah basah. Sedih dengan apa yang berlaku!
Keadaan kembali hening. Sunyi tanpa gelak tawa, wajah-wajah yang mereka rindu.
"Kenapa kau sakit teruk?" soal Lena memecah kesunyian antara mereka.
"Aku nampak makhluk tu, salah aku juga sebab buang pad merata tempat. Sebenarnya benda tu suka cecair tu, bila dia hirup darah kita. Badan kita akan lemah dan tubuh kita akan kehilangan darah. Tapi, nasib baik ada ustaz yang dapat merawat aku. Semakin lama, aku semakin sihat. Tiada lagi makhluk itu menjelma... dan alhamdulillah! now im here!"
Selepas beberapa minit berbual, mereka dikejutkan dengan kemunculan Dang. Katanya hendak ke bandar bersama ayahnya, tapi awal pula muncul kali ni. Dang berlari menuju ke arah mereka sambil menjunjung beg plastik berisi pisang goreng.
"Mari makan!"
Petang itu mereka menenangkan fikiran sambil menjamah selera. Makan free terik ni! Sudah lama mereka tak berbual bersama. Cuma kali ni, Qilah tak dapat join mereka. Masih lagi terdampar di atas katil... kesian. Ketiadaan Ain sungguh melemah semangat mereka, sekiranya ada Ain. Dialah yang selalu menceriakan suasana dengan watak gediknya. Tapi nak buat macam mana, semua orang akan rasai mati termasuklah mereka.
"Wei, Sa! Engko tengok rupa makhluk tu macam mana eh?"
"Aku kalau boleh tak nak ingat! tapi rupa dia berbulu, taring then mata merah. Sekali tengok spesies macam beruk. Hirup darah euw!" jelas Lisa satu-persatu. Sudah lama dia alami benda itu, disebakan makhluk itu. Dia menjadi lemah. Kata ustaz, makhluk ni cepat bau darah haid kalau ditinggalkan lama. Sebab itu, pihak perempuan yang datang bulan kena cuci bersih tanpa langsung tinggalkan kesan darah pada pad atau mana-mana.
Advertisement
"Qilah bagitahu kita orang yang dia nampak makhluk sama macam kau, time kita orang melawat dia semalam. Dia nampak makhluk tu jilat seluar dalamnya yang penuh darah haid. Pukul dua pagi weh!" jelas Dang. Eh, macam ada kena mengena?
"Takkan lah nasib Qilah sama dengan Lisa?! Kalau betul, mesti cepat berubat! Kalau tak....."
Advertisement
- In Serial68 Chapters
Seekers Quest (A Post Apocalypse LITRPG)
What would you do if you woke up on a riverbank with more than just memories of the last twenty years missing? The whole world has changed and you suddenly have a status page like in the RPG games.Magic is real, Gaea woke up and a system Apocalypse happened. The worlds have changed and you don't remember anything about it, but now you have stats that say you are a Seeker and there is also a warning. Beware obstructing the path of a Seeker, except you don't know what you are seeking. Can he and the people he joined survive as they try to rebuild their lives in the Post Apocalyptic South Africa ########################### Please be patient with me. I'm doing everything on an old 7'samsung tablet and haven't got much space to work with, but here goes. This is a story of an ordinary man. He isn't a maths genius that can solve Dimensional equations, solve intricate puzzles, communicate well with people, or is a very deep thinker. He is just an ordinary South African guy, that does stupid things every now and then, who finds himself suddenly living in some extraordinary times, and decides to do the best he can.
8 105 - In Serial18 Chapters
Dimensional Wars
Synopsis ~ In his endeavour to escape his old life, he jumps on a plane for a new adventure. It seems he got more for what he bargained for when a rift opens up, and he lands himself in deep waters. New lands, monster and beasts assault him. Where is there to hide? The World is Changing, Will he change with it, or be drowned out with it. ~ If you like this story, please rate, follow, and favorite. It will help a lot. I have Patreon for those who want to support my writing, and get 12+ chapters ahead. Review Later? I also have Paypal for anyone who wants to make a one time donation to support my writing.
8 116 - In Serial7 Chapters
Path To Redemption
Sion Claude, a child of a swordsman and a village girl, was raised to be a common villager because of his lack of magical talent.Lay witness as to how he abandons his dream of living a calm and normal life and as strings of tragedies pushes him to obtain power at all costs. All for the sake of redemption.
8 207 - In Serial6 Chapters
Fantazia and the Two Graves
In Z323 angels and demons used to reside in neighboring countries called Fantazia and Two Graves. War would often break out between them in a battle for sovereign reign over good and evil. Ragnarok was the main driving force for these wars as he wanted to be king. The despair waged on for years until Z519. No one knows exactly what happened, but Ragnarok was ultimately defeated, or so everyone thought. Will the new heroes rise up to defend the newly found peace? Or will evil win over everything?
8 94 - In Serial67 Chapters
EL ETERNO VIAJE HACIA LO DESCONOCIDO
Los humanos no le temen a la oscuridad, le teme aquello que puede existir en la oscuridad, lo desconocido. No importa cuanto descubramos, siempre habrá más por descubrir. La vida es un eterno viaje hacia lo desconocido
8 193 - In Serial15 Chapters
Simply lucky(Bat girl/Barbara Gordon x male reader)
So one night you were walking home from work and like the idiot you are walk into an ally followed by thugs who would like nothing more then to kill you. But luckily you met a freind.....or maybe more.
8 110

