《Future Partner》2nd Surprise
Advertisement
Tok..tok..tok. Terdengar pintu depan ada yang mengetuk. Kak Di segera menghampirinya.
"Pagi Kak Di. Prilly nya udah bangun belum?"
Ucap Ali yang sigap berdiri di depan pintu rumah Prilly.
"Eh, Pagi Li, belum bangun kayaknya, Sebentar ya, Kak Di bangunin."
Prilly yang masih tidur lelap itu terlihat sangat capek sekali. Dengan perlahan-lahan Kak Di membuka pintu kamarnya dan membangunkannya walaupun tidak tega.
"Prill, Prilly ... Bangun dek." Jelas suara Kak Di membangunkan dengan hati-hati.
Tiga kali Kak Di mengulang untuk membangunkan Adiknya itu tapi tidak ada hasil.
"Duh, Li, Prilly nya belum bangun nih, Kamu mau nunggu dulu apa mau langsung ke sekolah?"
"Oh gitu Kak, Yaudah deh Kak, nanti tolong sampein ya Kak, Maaf banget Ali harus berangkat duluan. Makasih ya Kak"
"Iya Li, nanti Kak Di sampein yah."
***
"Prill,prilly banguun.. Udah siang nih." Kak Di mencoba membangunkannya dengan suara agak keras.
Prilly berhasil menggerakan badannya dengan mata yang masih tertutup. Kak Di mengetuk lagi pintu kamarnya sampai akhirnya Prillg sadar dan loncat dari tempat tidur ketika Dia melihat jam sudah pukul 6.45
"Hah... Yaampun gue telat!!!!" Teriakan Prilly membuat Kak Di kaget dan langsung pergi dari kamar Prilly
"Kak Di, kok gak bangunin aku? Duh telat nih" Prilly bergumam sambil memakai sepatunya itu.
"Kak Di sudah bangunin kamu, tapi kamu gak bangun." Tangkas Kak Di sambil menyiapkan sarapan untuk Prilly. "Nih kamu sarapan dulu." Sambung Kak Di.
"Duh, gak sempet sarapan Kak, aku langsung berangkat aja ya. Bye Kak Di. Assalamualaikum" Ciuman dari Prilly langsung mendarat di pipi Kak Di, Prilly langsung menaiki motornya dan menggas motornya tersebut.
"Hati-hati,Dek."
Ya.. sebuah kata dari ungkapan kepedulian yang begitu sederhana, tulus, tanpa paksaan.
***
Ali Beruntung datang tidak lewat dari bel masuk. Ali mulai memasuki kelas dan dikagetkan oleh 2 orang siswa kelas 1 yang memberikan surprise kecil untuknya. Dengan membawa kue dari merek terkenal.
.
"Happy Birthday to You, Kak Ali" Sinta mengucapkan sambil tersipu malu.
"Wow, kamu tau dari mana aku ulangtahun hari ini." Tanya Ali dengan mata tajam dan penasaran.
"Hm, ada deh pokoknya Kak, sekarang kakak tiup, tapi make a wish dulu." Pinta Sinta yang memancarkan senyum manisnya itu.
"Makasih ya Dek,"
"Iya sama-sama Kak, Ohya kak aku harus balik ke kelas bentar lagi masuk, nanti kuenya makan pas istirahat ya.Bye kak." Sinta pamit dan memberikan senyumannya lagi untuknya.
Ali pun membalas "Ya" dengan senyuman balik yang begitu terlihat merekah setelah mendapat surprise kecil tersebut.
***
Bel sudah mulai berbunyi, Terlihat dari kejauhan motor Prilly melaju dengan begitu cepat. Akhirnya sampailah dia di tujuan terakhirnya itu. Tin..tin bunyi klakson membuat Pak Seto, satpam sekolah kaget.
Advertisement
"Pak Seto, Stoppp, Please jangan ditutup dulu, saya mau masuk." Mohon Prilly kepada satpam tersebut.
"Hih neng Prilly bikin saya kaget, tumben telat. Yasudah masuk sana." Balas Pak Seto yang masih membuka pintu gerbang untuk Prilly.
Prilly memasuki ruang kelas dengan terburu-buru. Akhirnya dia bisa masuk sebelum guru Killer itu masuk, Guru killer yang bernama Bu Intan, Guru yang paling cantik tetapi killernya parah. Banyak peraturan yang dibuat oleh dia sendiri.
"Huh, akhirnya gue duluan yang masuk sebelum dia," Prilly terengah-engah menduduki kursinya.
"Prill, kok lo telat?"Tanya itte penasaran. "Hm nanti gue certain deh." Balas Prilly singkat.
"Prill... sstt. Sssst Prill." Ali mencolek Manda yang sedang serius memperhatikan Bu Intan.
"Li, kalo mau ngomong nanti aja deh istirahat, gue gak mau kena semprot lagi nih." Ucap Prilly sambil melirik sedikit kebelakang. Ali pun langsung diam duduk manis dan ikut memperhatikan juga.
***
"Li... lo mau kemana?Tadi mau ngomong apa?" Teriak Prilly yang melihat Ali terburu-buru keluar kelas.
"Nanti aja Prill, gue ada urusan." Balas Ali yang tak mau kalah untuk mengeraskan suaranya.
"Dih tuh anak mau kemana deh, ohiya tadi lo mau cerita, kenapa lo telat?" Tanya Itte yang masih saja penasaran dengan Prilly.
"hmm.. jadi semalem itu tuh gue ngasih surprise kecil buat Ali langsung di rumah dan kamarnya. Gue sengaja kekamarnya dan sengaja ngangetin dia untuk bangun. Akhirnya gak sia-sia juga sih semalem, terus gue balik jam 2 pagi, dan baru tidur jam setengah 3 pagi. Alhasil gue kesiangan bangunnya. Hehehe... Efek capek juga sih." Jelas Prilly panjang kali lebar menceritakan semua kejadian semalam.
"Hmm, tetep ya.. Pantes aja bisa telat. Eh iya, tadi Ali juga dikasih surprise loh sama anak kelas 1 itu, yang namanya Sinta. Surprise kecil gitu juga sih." Ucap Itte sambil mengunyah permen karet di mulutnya.
"Ohya? Masa sih? Bagus deh." Entah Prilly harus senang atau sedih, sahabatnya Ali yang selama ini sudah dianggap kakak baginya sudah punya yang lain. Prilly hanya takut kehilangannya.
"Ahh, udah ah gue mau kekantin laper." Sambung Prilly menjauhi dari cerita Itte agar tidak tambah panjang dan jalannya cepat mendahului Itte.
"Yeh,tungguin Prill, gue ikut dong." Itte menyusul di belakangnya
***
"Kak Ali, selamat ulang tahun kak, semoga makin sukses ya kak,makin yang baik-baik ya."Uluran tangan Sinta yang memberi selamat kepada Ali.
"Iya dek, makasih udah surprisein juga nih, jadi ngerepotin deh. Btw, kamu tau dari mana ultah aku hayo?"Tanya Ali bingung dan penasaran.
"Hm, jadi aku stalk fb kakak, kan disitu ada tanggal sama bulan lahirnya kak, Maaf ya kak." Jawab Sinta jujur dan agak tersipu malu
Advertisement
"Oalah, gapapa kok dek, santai aja. Tapi, itu fb udah lama loh gak digunain haha" Jawab Ali sambil meliriknya tertawa kecil.
"Haha, gapapa deh kak, yang penting ulangtahunya bener, ohiya nih cobain kuenya dulu. Enak loh kak." Pinta Sinta pada Ali yang sedari tadi hanya melihat kuenya itu.
"Ohya? Kamu bikin dek?" Tanya Ali yang berharap kalau dia bisa membuatnya.
"Hehe, engga kak, aku beli kok kak." Ucap Sinta singkat. Ali hanya tersenyum, sambil memotong kuenya.
Ya, menurutnya hanya Prilly yang bisa membuat kue. Ali pun mencobanyanya, Ya.. Memang hanya Prilly yang tau rasa yang dia suka. Memang Prilly yang membuat kue enak sampai diujung lidah.
"Enak kan Kak?" Ali hanya menggangguk dan tesenyum.
***
Prilly yang tadinya cepat, ketika sampai di kantin memberhentikan kakinya dan segera duduk.
"Prill, lo makan apa?" Tanya Itte yang sudah berdiri disamping Prilly.
"Gue mau makan....." Deg.. tiba-tiba ucapan Prilly terhenti. Apa yang terjadi sama Prilly? Mata Prilly menyorot tajam ke salah satu meja yang berada di pojok, yang sedang di tempati oleh seorang laki-laki dan perempuan yang sedang memakan kue berdua.
"Prill... hello.. Kok berhenti, mau makan apaan?" Itte menanya sekali lagi dan membuat Prilly sadar.
"Ehh, gue gajadi laper, ke kelas aja yuk." Prilly langsung bergegas cepat mendahului Itte.
"Hih.. dasar tuh anak aneh deh, kena syndrome apalagi sih!" Itte ngedumel sendiri dengan kelakuan Manda.
***
"Prill, ihh tungguin! Lo kenapa sih kok buru-buru gitu? Lo liat apaansih?" Tanya Itte yang makin penasaran dengan tingkah Prilly tadi.
"Hem, Gak kok Te, gue tadi tiba-tiba emang gajadi laper, hehehe sorry ya Itte ku." Prilly beralasan dan berharap Itte tidak mengetahui apa yang tadi dia lihat,Ali dan Sinta makan kue berdua.
Menurutnya, itu Sweet Moment untuk Ali, walaupun sederhana. Kenapa dengan Prilly? Apakah Ia harus cemburu melihat sahabatnya dengan cewek lain selain dirinya. Ahh, Gak boleh, Gue gak boleh begini, masa gue marah dia bisa bahagia dengan cewek lain. Batin Prilly.
"heh, dasar lo aneh," Itte langsung memasuki kelas dan Prilly mengikuti. Tak lama Revan datang,
"Asikk, ada yang ultah nih, kayaknya nanti makan-makan nih. Ya gak Prill?" Ucap Itte dengan lirikan kepada Prilly agar Ali peka terhadap permintannya itu.
"Hm, iya kali Te." Jawab Prilly singkat tetapi tidak melirik kearah Ali, entah Manda menjadi cuek begitu.
"Yeh, elo Te maunya ditraktir mulu. Selow aja, nanti sore gue traktir di tempat biasa." Jelas Ali sambil membenarkan jam tangannya itu. "Yess, tumben ya Prill, Ali begini hehe." Ledek Itte.
"Eh Prill, sorry ya." Ucap Prilly berusaha meminta maaf soal tadi pagi. Manda berpikir, untuk apa Ali minta maaf.
"Hah, buat apa?" Tanya Prilly lagi dengan tampang bingung.
"itu, tadi pagi gue ninggalin lo dirumah, abis lo gak bangun-bangun sih." Jelas Ali berharap bisa dimaafkan olehnya.
"Loh, emang tadi pagi kerumah gue ya?" Jawab Prilly yang mulai mencair rasa kesalnya itu.
"iya, gue udah pesen ke Kak Di kok, supaya kasih tau lo. Emang gak dikasih tau ya?" Tangkas Ali.
"Hmm, gitu, mungkin Kak Di lupa Li, iya gapapa kok Li. Kan emang lo sering ninggalin gue. Huh." Jutek Prilly terhadap Ali.
"ih dasar chubby, engga kok." Ali mencubit pipi Prilly yang sedang mengembang membuat Ali gemas.
***
"Li, nanti rapat ya jam 3an, lo jangan pulang dulu ya." Prilly memberitahu karena ada rapat osis sore nanti.
"Iya Li, nanti kan kita sekalian ditraktir sama lo, hehe" Itte memang tak lupa kalau masalah traktiran.
"Duh, iya gue lupa, hari ini rapat juga ya," Jawab Ali bingung.
Ketika mereka bertiga keluar dari kelas. Tiba-tiba perempuan itu datang menghampiri mereka, dan berbicara dengan Ali.
"eh Sinta tuh adek kelas lo, ngapain deh kesini." Ucap Prilly yang melihat langkah Sinta semakin mendekat.
"Hai semuanya, ohiya kak Ali kita jadi kan?Sekarang aja yuk kak, biar gak terlalu sore kak. Gimana?" Ajak Sinta kepada Ali.
Ali semakin bingung, jadwalnya jadi ngaco gini. Memang harusnya merek pergi tapi sore nanti, kenapa Sinta dadakan minta sekarang. Apa Ali harus beralasan untuk ngedate pertamanya dengan Sinta, atau tetap ikut rapat dan jalan dengan kedua sahabatnya. Ahh, bingung. Batin Ali.
"Kak.. kok bengong, kakak gabisa ya? Atau kaka gak mau?" Tanya SInta yang akhirnya membuat Ali sadar.
"Hah, iya Sin, mau kok. Kakak bisa kok." Alipun menjawab dengan jujur. "Prill,kok Ali malah pergi sama Sinta sih?" Bisik Itte ke telinga Prilly dengan suara pelan sekali.
"Yah, mana gue tau." Jutek Prilly.
"Eh ya, berarti lo gak bisa ikut rapat Li, Yaudah kita duluan ya." Sambung Prilly dengan nada kesal.
"Iya nih Prill, Te, nanti tolong kasih tau anak-anak dulu ya. Sorry, gue gak bisa datang, jadi sementara lo gantiin dulu ya." Ali meminta tolong kepada Prilly dengan penuh harapan. "Ya." Prilly hanya melirik sesaat kepada Ali dan segera pergi menjauh karena tanduk emosinya mulai keluar. Itte pun mengikutinya.
Advertisement
- In Serial21 Chapters
Digital Demons
Dispite how it sounds, activating the device that melted her brain was probably the best thing that ever happened to Blade, a former member of the slum districts. Though the process was extreme, instead of endless nothing or eternal suffering our heroine finds that her death was just a nessisary part of the digitization of her brain. Now she has joined the millions of rich and powerful who gave up their lives for a second chance in the fully imersive game world of Templa. Not one to be detered by a challange (or her death), Blade chooses to start in the unforgiving Demon Lands. This is known to be the hardest starting zone in all of Templa, but those who make it through are some of the best players in the game. Does Blade have what it takes? Chapters are always 2000+ words with no relese schedual at the moment. Thanks for reading! -------------------------------------------------- Droped due to poor quality.
8 180 - In Serial9 Chapters
The Clanless Cultivator
In spite of his best efforts, sixteen-year-old Taryn is an outcast. No one in the city will sully themselves by associating with a Clanless, and without someone to jumpstart his Eco core, he’s unable to fulfill his dream of walking the path of a cultivator. However, his life is suddenly turned upside down when he finds a journal belonging to an ancient immortal known only as 'The Mourner.' The journal was enchanted to pass along the memories and knowledge of the old cultivator to their successor. Taryn is ecstatic, as he suddenly has an abundance of knowledge at his fingertips… But he’s unable to make use of that knowledge without Eco. And the Mourner's spirit has begun showing Taryn visions of a possible future. One where his home is destroyed and the only family he knows dies before his very eyes. There’s only one way to prevent this future from coming to pass. But the journey will either force him to surpass those who once mistreated him, transforming Taryn forever... Or end in his death.
8 102 - In Serial19 Chapters
A new horizon
Trevor committed suicide to end his sufferings and pain. Only to realize that he got transmigrated to another world and the first thing he saw after opening his eyes was a woman lying dead beside him. "Dear God, do you want me to go through another suicide again? Do you hate me so much?" Trevor said as he thought he would be accused of murder. But soon he realized that the world he was in had different rules. Take a walk with Trevor, as he rises above everyone else and takes control of his own destiny. -------This is a [Game of Thrones] X [Star Wars] fan-fic. It will be a little slow burn but I will try to go through all the lore and stories of both the books. Hope you will enjoy it. Sorry - I am still trying to make the conversation parts more acceptable and funny so bear me with this.
8.18 175 - In Serial94 Chapters
Eoum: The Tenth Summon
They were called to a world. They had forcibly answered. Each and every one of them had a great destiny that they were denied by others or themselves. They had tasted the climax of their despair in life. Now they stood upon the ground of a new world for a new life. Through the eyes and the thoughts of a single human, This is the story of twenty-four beings from different worlds. This is the story of the Tenth Summon. Update on every start of the weekend or at least on the weekend.
8 117 - In Serial26 Chapters
Shadow Light
In a world filled with Gods, Godessess, Angels, Fallen Angels and Devils, can a human survive without their knowledge and acheive his goals? Can a human acheive anything? Can he stand against them if need be. Naruto Uzumaki took that job with the help of his Sacred Gear.
8 116 - In Serial14 Chapters
Yandere Sonic.exe girls x child reader (On Hold)
Your a huge sonic fan that encounter some new friends
8 238

