《Bloodthirsty (END)》Chapter 22 -WANITA GILA!!-
Advertisement
Dan musuh terakhirnya kini telah tumbang. Tidak! Masih ada satu lagi. Siapa??!!
"Kau baik-baik saja Elyx?"Tanya Jie cemas sambil memegang pundak Felyx.
"Tak apa."balas singkat Felyx.
"Syukurlah......kalau begitu a-
"Jie!!! Belakangmu!!!"teriak Felyx sambil menujuk kearah belakang YunJie. Dengan cepat Jie menoleh.
Belum selesai Jie bersiap, tiba tiba seseorang menyerangnya lagi. Ternyata wanita gila itu masih hidup. Kini sudah taka ada harapan lagi. Masih belum sempat berlari menghindar padahal jarak gigi wanita gila itu dengan Jie hanya tinggal 5 cm, tiba-tiba melesat sebuah benda panjang kurus bagaikan roket yang mendarat tepat dikepala si wanita gila itu. Sumpah! Bikin Jie jantungan seketika (untungnya enggak). Tak hanya Jie, Felyx pun terkejut namun tak separah Jie. Hanya terkejut sebentar dan segera Felyx tau apa yang terjadi dan dari mana benda itu berasal.
Menurut kalian dari mana ya???
Dilain sisi. Pukul 18.00 di kelas.........
"Lho! Kamu ngapain kesini?"Tanya Alixhs kaget ketika tahu tempat yang ingin dituju Keen.
Keen hanya diam saja. Dan segera mengambil barang yang hendak ia bawa. Lalu ia mengambil 2 buah busur beserta 10 kantong anak panah yang padahal I kantongnya ada 20 anak panah. Walaupun terlihat banyak, sebenarnya itu jumlah yang sangat sedikit bagi mereka di situasi begini. Tak hanya itu, ia juga mengambil 5 kotak yang ternyata isinya adalah pisau. 1 kotaknya sih hanya 5 pisau, tapi bagi Keen sudah cukup. Setelah itu ia menyuruh Alixhs membantu membawa barang yang telah ia pilih. Sebagian besar 2/3 bagian dibawa Alixhs, sedangkan Keen hanya 1/3 bagiannya (kasian amatnya tuh Alixhs mau aja jadi babunya Keen). Lalu mereka bertigaberlari menuju parkiran. Untung saja jarak kelas ke parkiran tidak terlalu jauh, tapi yang paling beruntung adalah
Mereka tak bertemu orang gila itu lagi.
Sama seperti pemikiran Felyx, Alixhs juga menyuruh Keen melewati anak tangga saja dibanding lift. Sesampainya di parkiran, Alixhs memantau segala hal disekelilingnya. Nihil! Tidak ada seseorang pun. Namun tiba-tiba mereka mendengar suara.
Advertisement
"Jie!!! Belakangmu!!!"
"Itu suara Felyx! Bagaimana jika terjadi sesuatu pada mereka?"cemas Keen sambil menatap wajah Alixhs.
"Tidak akan terjadi apa-apa. Kau tahu kan seberapa kuat Felyx."ucap Alixhs menenangkan Keen dan berlanjut berlari disusul Keen di belakangnya. Mereka berlari sangat......... sangat........... sangat..............kencang seakan melebihi batas maksimal.
Saat hampir dekat di tempat mobil Jie, Alixhs dan Keen disambut oleh seseorang yang hendak menyerang Jie. Dengan cepat Keen mengambil busurnya dan anak panah. Dari jarak 10 meter dengan kondisi ruangan gelap, Keen dengan mantap melesatkan anak panahnya tepat di kepala wanita gila tersebut. Alhasil, anak panah tersebut mendarat tepat di kepala orang tersebut. Soal penglihatan, Keen dapat diandalkan. Nyatanya tepat dan tak salah sasaran. Gimana kalo yang kena Jie? Ya ampun, Author jahat amat sih sampe bayangin gue yang kena! Huhuhu....sedih banget gue. Hahaha!!!(tawa jahat Author).
Setelah melesatkan anak panahnya, dengan segera mereka berdua berlari kearah Jie dan Felyx yang sedang terduduk dilantai. Sepertinya mereka terkejut dengan benda asing yang lewat begitu cepat di depan matanya dan langsung menusuk dalam hingga menembus di kepala wanita gila itu (gak usah dibayangin).
"Kalian baik-baik saja?"Tanya Keen tiba-tiba.
"Aish....! Kalian mengagetkanku."ucap Jie terkejut melihat Keen yang tiba-tiba muncul dihadapannya.
"Sebaiknya kita segera meninggalkan tempat ini. Firasatku seakan aka nada banyak manusia gila yang akan dating kemari."ucap Alixhs segera membukakan pintu mobil.
Soal firasat, Alixhs memang tak pernah salah. Nyatanya saat kami sudah menyalakan mesin mobil dan hendak melaju, muncul banyak manusia aneh yang tengah mengejar. Dengan segera Jie menekan gas dan segera meninggalkan parkiran. Kini Felyx duduk disamping Jie yang sedang mengemudi dan Keen yang berada di belakang bersama Alixhs.
Advertisement
- In Serial24 Chapters
I’m a crazy person who jumped in front of a truck to be reincarnated into another world -on purpose!
I am a mad person. Actually, calling me mad is not really correct. I’m just a tiny-inny bit crazy. Crazy enough to prepare myself for one whole year, train a multitude of skills, learn and comprehend knowledge enough to last a couple of people through all their lives and all of that just and exclusively… for me to jump in front of a truck and hope that I would be reincarnated into another world! This is the kind of person that I am. And that was what enabled me to become an existence beyond the realm of the ordinary!
8 174 - In Serial32 Chapters
Ashen Skies
Father. Allfather. He who was crowned twice. It has been ages since you have ascended. Since you were crowned with godhood for a second time. Since you have left an empire for us to dwell in, to defend. I yearn for an answer; why have you forsaken us! With you gone, your people have grown weak, complacent, and proud. Proud of who they are, proud of their blood. That pride blinds their eyes and clouds their minds. They are fools, for they have forgotten the ways of the past. They have forgotten the fears of old. The one you had to bind until the end of the time. They have forgotten the dark beast with red jewels for eyes. The Wargr gnaws the walls of his cage even now as I write. Itching for the taste of blood. I ask for forgiveness, for until a while ago I too was one of them. I thought I saved your children from the foretold doom. I now realize the hordes of foes we buried were just like us. No fearsome beasts, no harbingers of doom. Mortals of different flesh, different kind. But I am awakened from that dream now. I see it. Every time I close my eyes, I see it. The cold descends as the Dark walks the land, And the crimson stars shine beneath, as the ashen storm claims the realm. I hear the beast roar as the chains of Rukh crack, Only then I know. Only then I realize. That it’s the end. Descend to earth one more time. Save the puny souls that are us. If not, if you let my dreams come true; then will all die under an ashen sky. Leol, a son of Vaella
8 118 - In Serial25 Chapters
A Quest in Egypt ( A Story Of Jinns And Witches Book 1 )
What do a 13 years old witch and a 13 years old Jinn have in common besides their age? Usually nothing except for a horde of evil creatures chasing them, the discovery of powers they never knew they had, sharing the same hotel in Egypt, discovering a group of frightening human traffickers plus their victims and last but not least an unshakable bond of friendship.
8 72 - In Serial44 Chapters
Naruto: Beginning of Hatred
The action happens when Naruto and Sasuke fight in Valley of the End. Naruto lost and returns alone with hole in the chest to the village and see others Rookie 12, Hokage, Jiraya, Team7. When he was confronted with them, he was banished for not bringing Sasuke. It was not just an exile it was a sentence, a sentence to jail and more specifically Blood Prison. And here the story begins. How much Naruto change ? Will Naruto find love? Will someone save him from the hands of darkness? Will Naruto forgive his 'friends' and 'family' ? Will Naruto forgive the Leaf ? DOES NARUTO WANT TO GET REVENGE ?
8 417 - In Serial17 Chapters
Magic of the Extinct
Ages ago the creatures known as Pokemon went extinct. However their powers live on in the form of magical artefacts and disciplines past down from generation to generation. Based on my Pokemon Red Nuzlocke
8 79 - In Serial124 Chapters
The Empress Livestream (1-201)
Jiang Pengji mendapatkan sesuatu yang disebut Sistem Intrik Pengadilan Stream.Sistem: "Tujuan Anda adalah menjadi wanita paling bergengsi di kerajaan (Ratu)!"Jiang Pengji: "Oke, Sistem. Tidak masalah!"Bertahun-tahun kemudian, dia memenuhi target dengan menjadi wanita paling bergengsi (Permaisuri).Jiang Pengji: "Bagus, kan?"Sistem: "Mengapa retas kamu berkelahi dengan kuda? Aku ingin intrik pengadilan di antara para wanita Raja!"Bagaimana seorang jenderal masa depan memenangkan tahta kunoPria-nya menonton dalam diam, Sistem menonton dengan air mata
8 116

