《Little Yeol [Chanbaek]✔》10. LY 🐘
Advertisement
Apa Masih ada yg baca?
Happy Reading!
Author pov
"YEOLLIE! CEPETAN SINI!." Teriak Baek, di dapur, lagi memasak nih eomma nya pergi.
Gitu-gitu namja mungil itu bisa masak, ya contohnya Indomie:v dan nasi goreng sosis.
Bocah kecil itu berlari dari ruang tamu ke dapur. Dengan wangi indomie yg khas membuat dirinya semakin tak tahan untuk menyantapnya.
"Noona punya ku mana?."Tanya Chanyeol. Dengan tangan yg seperti meminta.
"Bawa sendiri mie mu. itu dekat kompor."Ujar Baek mengarah pake dagunya dan membawa mangkuk mie nya sendiri.
Chanyeol mengangguk kemudian mengambilnya. Dann
"AKH! HUWAA PANASS NOONA!!." Jeritnya sambil menjengit kesana kemari dengan kakinya.
Baekhyun yg sedang di meja makan kaget dan segera ke dapur, "ASTAGAA YEOLLIE! KAKIMU."
Namja mungil itu segera memakai sendal dapur dan mendekat ke arah Chanyeol yg sedang menangis dengan Jingkrak nya.
Baekhyun menggendong tubuh gempal itu dengan susah. Bandingkan saja dengan tubuhnya yg kecil itu sangat sulit bukan.
.
.
"Aw hss.. Sakitt noona hiks, pelan-pelan."Isakan dan suara dari belah bibir tebal nya membuat Baekhyun tak tega.
"Maaf ne, Tahan sebentar." Ujar Baek, yg melembutkan usapan kapasnya dengan betadin, di bagian jari² kaki si kecil yg luka.
Sekarang mereka berdua sedang duduk di sofa ruang tamu. Dengan kaki Chanyeol kecil yg selonjoran di bawah paha Baekhyun, agar lebih leluasa mengobati lukanya.
Tidak lebam, itu luka melepuh dan sudah melupas jadii sangat perih pastinya. Chanyeol menahan dengan isakan yg tidak berhenti dari bola mata bulatnya.
"L-lapar hiks..." Cicit Chanyeol kecil, dengan pipi yg menggembung, bibir manyun dan menunduk menatap kakinya yg di obati.
Baekhyun mendongak dan tersenyum menatap Chanyeol kecil dengan gemass. Lalu menaruh kapas itu di meja, kemudian tangan mungil nya dia arahkan ke dagu Bocah itu untuk mengangkatnya dan menatap dirinya.
Ahh.. Benar-benar manis dan membuatku candu- Chanyeol kecil membatin. Tanpa sadar dirinya tersenyum lucu.
Advertisement
"Noona, aku mencintaimu, kau juga tidak?." Tanya nya dengan polos dan penuh harap.
Eh?
Baekhyun terdiam
Apa benar?
🐣🐣🐣🐣
"Hyung, kau ingin kemana?." Tanya jongin, sambil menjajarkan posisi langkahnya dengan kris.
"Bukan urusanmu. Pergi sana!." Jawabnya dengan meninggikan suara bass tersebut di ruang tamu pria tinggi itu.
Lihatt saja nanti. Langsung ku lenyap kan kesayangan kaliann muehehe–eh Haha... -batinya sambil menyeringai.
Dengan segera namja cina itu melenggang pergi keluar. Jongin dibuat bingung denganya, tanpa mau pikir panjang dia lebih memilih untuk kerumah adek manis dan bocah gempal itu.
🐣🐣🐣🐣
Diruang tamu rumah Namja mungil itu sangatt berisik dan menjadi rame. suara ketawa, teriakan bocah, ada juga yg kesal, karna lelucon konyol.
"Ka Uco, kenapa kau ingin pacaran dengan si Hyung hitam ini sih?Aku kan ingin ngakak terus melihat kalian berdua pffft." Ujar Chanyeol kecil. Anak itu menyebalkan dengan raut wajah nya seperti ngeledek.
"Yak! Panggil aku kak diyo atau kyungi ihh. Sayang~ dia menyebalkan, heuh! Dasar yollie gembrot jelek." Kyungsoo sebenarnya gemass, tapi dia juga tidak suka di panggil Uco? Sial.
"Chanyeol, jangan sampe ku potong lidah mu ya kalau seperti ini lagi." Sinis Jongin. Dengan lucu.
Sehun, Luhan, Chanyeol dan Baekhyun terbahak di karpet berbulu. Tapi abis itu Baekhyun menghentikan Chanyeol untuk mengejek lebih jauh lagi. Mulut sial nya Chanyeol selalu saja bikin dirinya pening.
"Chanyeollie, kau tidak boleh seperti itu lagi mengerti?! Kau tidak akan dapat jatah lagi nantinya." Ancaman Namja mungil itu sukses buat Chanyeol kecil diam.
Jatah? Itu lohh susu enyak🌚
Chanyeol menatap namja mungil itu dengan tatapan memelas minta di ampuni, lalu mengangguk pelan.
"Maafkan yollie ya kak kyungi, jongin hyung, yollie tidak akan sperti itu lagi." Ujarnya dengan lucu. Membuat siapa yg berada disana pekik gemass,
Contoh nya Luhan yg tengah gigit bahu nya Sehun yg di samping, Kyungsoo menjambak rambut kai dengan gregett.
Advertisement
Mereka semua mengangguk dan tersenyum. lalu Baekhyun tiba-tiba memakaikan gelang kaki untuk si gembul nya, dengan bertuliskan yg di disain besi dan seperti rantai.
"Ini untukmu agar kau selalu mengingat ku, arreso. Jaga ini baik² ne, kalau yollie sudah besar, yollie bisa mengganti ukuran nya, dan tetap harus memakai nya."
Entah mengapa susana berubah menjadi sendu dan terdiam seribu bahasa. Hanya karna senyuman namja mungil itu yg seperti menahan tangisanya di tambah lagi Chanyeol kecil sudah mulai berkaca- kaca.
Hiks...
"Kenapa jadi seperti ini noona hiks. yollie akan selalu bersama noona, hiks yollie tidak ingin berpisah, jangan berbicara seperi itu yollie tidak suka!." Ujar dengan tangisnya, dirinya memeluk erat tubuh mungil Baekhyun, seperti...
Semua yg berada di situ menangis, ada apa ini, mengapa menjadi seperti ini. Ini suasana yg paling di benci dengan kalian semua pastinyaa...
"Hei kenapa kalian jadi menangis eoh?! Aku kan hanya berkata seperti itu. yollie kau jangan menangis, memang nya kaka juga ingin berpisah denganmu? Tidak Akan!!."
Baekhyun menyeka air matanya dengan kasar dan langsung menatap mata Chanyeol kecil dengan senyuman eyes nya. Chanyeol hanya mengerucutkan bibirnya seraya masih terisak kecil.
Namja mungil itu mengecup bibir tebal mungil Chanyeol berkali-kali dengan gemas. Bocah itu hanya mengerjap mata nya lucu. Semua temanya hanya tersenyum maniss. Kemudian Baekhyun memeluk nya kembali.
Aku mencintaimu lebih dari adik Chanyeol. Apa kau juga mencintai ku? Tidak. Apa aku gila mencintai seorang bocah? Ku harap kau akan selalu mengingat ku...Park Chanyeol- Baekhyun semakin megeratkan pelukan nya.
"Noona, jalan-jalan mau tidak?."
"Kajja!!."
CTARR!
"AKH!! SAKIT! Hiks...a-ampunn hyung yollie mohon hiks hiks."
Tbc
20 VOTE & 35 KOMEN LANGSUNG UP!
SANGGUP TAK?
Advertisement
- In Serial37 Chapters
Path of Ascendance
Nearly 400 years after the Demon King’s demise, the world still struggles to right itself. The Darh’ki, inheritors the greatest of sins have suffered the scorn of those the Demon King brought to the brink of extinction. Through the surfaces of his loved ones and by his own will, a single Darh’ki obtained the chance to rise above the fate of his people. However, opportunity doesn’t equate to success. Those that walk the ascending path must be prepared to face near insurmountable odds against them and the personal demons the path lays bare. Will this Darh’ki reach the ever elusive summit or will he fall even lower than the point from which he started? All chapters and my other projects can be found here
8 145 - In Serial31 Chapters
A Bored Immortal
After reaching the peak of all existence, an Ancient immortal spends more time sleeping and seeking entertainment than anything else. Stumbling into the demonic summoning of a group of college students, it follows and aids them in their shenanigans throughout reality. All in the name of boredom. —————————— "That's a nice intro," Sara praised with an upraised thumb. "I'm not so sure. Lacks personality," Lisa shrugged. "What? No, it's great!" Ashley cheered, "but you could spice it up a bit. I mean, you barely even mentioned us." "The one with the power makes the rules and the intros," Avery admonished.
8 195 - In Serial9 Chapters
Return of the Fallen Angel: Book 1
The continuation of Kita's adventures. She meets new friends, explores new areas, and continues her fight against the Red Legion. The original manuscript for several books in the sequel series to the Ascension series.
8 89 - In Serial64 Chapters
The Second Magus
For fire mage Miro Kaldoun, the multitude of low-level magic users scattered around the countryside was a relief. He could leave the dreams of questing for glory to others, while he was content to live as a farm boy, and use his spells to impress the local village girls.When unexpected visitors arrive at his doorstep, Miro has no choice but to be dragged into adventure, and comes to learn that much like the father he had never known, he is far more than an ordinary mage. With old enemies stirring, and the stability of the entire Kingdom hanging in the balance, Miro must quickly learn whether he has what it takes to follow in his father’s footsteps.But how closely should he trace that path, considering that his own father’s story ended with the deaths of both Miro’s parents and nearly Miro himself?
8 100 - In Serial16 Chapters
I made a contract with a beast.
Change comes around and goes around, and sometimes, it sticks around too.
8 116 - In Serial26 Chapters
Nothing Is The Same (6th book in Winchester Girl)
It's been half a year since Mary went to hell with Lucifer, Michael, and Adam. Now she's back and doesn't remember anything from Hell, but things are different. From Kara hiding ice powers, to Sam not having a soul. Mary sees nothing is the same.
8 129

