《Perempuan Pelupa》Bagian 19: Aku Dan Kesendirianku Di Kelas
Advertisement
Jam pelajaran telah dimulai, dan guruku datang dan memberitahukan bahwa hari ini tak ada pembelajaran kerana guruku tersebut ada keperluan mendesak. Sehingga kami diharuskan tidak boleh meninggalkan jam pelajarannya dan tetap berada di dalam kelas hingga jam pelajaran lainnya masuk.
Aku kembali memperhatikan mereka dengan saksama. Nia menyuruh Andre untuk mengkondisikan kelas agar mereka tidak keluar kelas sembarangan. Sementara itu, mereka saling ngombrol dengan yang lain bersama dengan Hendra dan Ian. Andrepun ikut bergabung setelah dia menyuruh kami untuk tetap di dalam kelas. Sedangkan Nia sendiri sedang menulis sesuatu didalam binder catatannya tersebut, lalu tak lama diapun ikut nimbrung juga dengan yang lain.
Aku yang saat ini tidak melakukan apapun mencoba untuk tidur sejenak diatas mejaku. Namun karena mereka sangat ribut, sehingga aku tak bisa melakukannya. Aku hanya memperhatikan disekelilingku melihat mereka sedang berbicara satu sama lain. Mereka tertawa, marah, bercanda, dan berbagai macam lainnya mereka ekspresikan dalam perbincangan mereka.
Lalu aku melihat Nia menatapku dan dia tersenyum padaku. Aku tak membalas senyumannya tersebut. Kemudian dia memalingkan wajahnya. Saat ini, aku berada pada situasi kesendirianku di kelas. Aku mencoba untuk menghibur diri dari kesendirian ini dengan menulis di buku ku pada halaman kertas paling belakang.
Lalu aku menulis sesuatu di halaman kertas tersebut. pertamanya aku menulis huruf "N" dengan kedua ujung garis tersebut ku lengkungkan hampir seperti membentuk lingkaran. Selanjutnya aku menulis huruf "i" dengan ujung garis dibawahnya ku lengkungkan sepertihalnya pada huruf "N", serta pada titiknya kubuat seperti bentuk love. Dan huruf yang ketiga kubuat "a" dengan ujung garis kanannya kuberi lengkungan sama seperti huruf "N" dan "i".
Nia kembali melihatku sesaat, kemudian berpaling lagi ketika aku juga tak sengaja melihatnya. Tanpa kusadari, ketika aku melihat tulisan dikertasku tersebut, aku menulis kata "Nia". Aku tak tahu apa yang sedang kupikirkan tersebut. Ku kembali berada pada situasi yang aneh seperti sebelumnya. Apakah memang benar kalau aku menyukainya? Namun pemikiranku akan hal itu tidaklah mungkin.
Advertisement
Akupun mengambil kertas tersebut, lalu ku genggam dan kuremas dengan kuat hingga kertas tersebut berbentuk seperti bola kasti. Lalu ku selipkan di saku celana kananku. Aku mencoba untuk mencari kegiatan lain dengan menggambar. Aku mencari-cari gambar yang bagus di buku pelajaranku. Lalu aku menemukan sebuah foto wanita pada pelajaran Bahasa Indonesiaku.
Maka kugunakan gambar tersebut sebagai objekku untuk menggambar. Aku mencoba untuk mengikutinya meskipun hanya gambaran kasarnya saja. Setelah selesai kubuat, kucoba untuk menyandingkannya dengan foto aslinya. Ketika kulihat, gambar yang kubuat tidak begitu sesuai.
Akan tetapi, setelah kulihat secara baik-baik, gambaranku malah terlihat seperti Nia? Setelah kuperhatikan lebih dekat, gambaranku lebih condong ke wajah Nia. Lalu kulihat Nia dari kejahuan, dan ternyata memang terlihat mirip meskipun gambaranku ini merupakan gambaran kasarnya. Apakah ini memang kebetulan saja? Akupun mengambil kertas tersebut dan kulipat dengan rapi, dan ku selipkan di buku tebal Bahasa Indonesiaku tersebut. Karena hal tersebut, akupun mencoba untuk tidur saja sembari menunggu mata pelajaran lain dimulai.
Aku hanya berfikir positif dan menganggap itusemua hanya pemikiranku tentang Nia mengenai situasi yang membuatku anehtersebut. Yang kumaksudkan adalah ketika Nia yang sepertinya ingin selalu dekatpadaku, yang membuat situasi aneh tersebut muncul pada diriku. Hingga takterasa pergantian jam pelajaranpun tiba. Akupun terbangun karena ada seseorang yangmenepuk pundakku lagi. Dan ketika aku terbangun aku tak melihat siapapun yangmelakukannya. Lalu kuambil bukuku didalam tas dan mulai mengikuti pelajaranyang akan segera dimulai.
Advertisement
- In Serial44 Chapters
The Cold War In Another World
In 1969 during the Nixon administration, a U.S Spy plane was following a Soviet ship off the coast of Antarctica, but it flew off course and found something of interest, and an Expedition team was sent out Immediatly. However, Unkown to the United States, the Soviets had found something similar only a month before, could this Escalate the Cold War?
8 81 - In Serial12 Chapters
Chillin' in a dungeon
Dungeons & Miscellaneous, a giant company building dungeons for gods, kingdoms and rich privates. After years of honorable service at D&M Stephen decided he was tired of making dungeons for others, so he embezzled enough materials to build his own and ran away when police came knocking on his door. Follow this unlikely Mc as he builds a dungeon to live comfortably. Warning: may contain humor and nonsense
8 97 - In Serial8 Chapters
Being a Bystander is the Best
Protagonist? Supporting character? Love interest? Cannon Fodder? Villain? No thanks. I would like to choose the bystander option please, so I only have to watch the drama while drinking tea and eating popcorn. What!? There's no bystander option? My stats are too high to be a bystander? What is with this broken system! I refuse to choose any of these roles. *Quickly grabs tea and snacks to escape* World Management Team: "............." Role Assignment Team: "..........." Yu Qian: "........." Yu Qian: "What the f*ck did you drag me into?"----------------------------------------------------------------------------------------------------Xue Yi had always been a lover of gossip and drama. Always seen at the side of a scene with her lemon tea and snacks watching intently at other people. She spends most of her time finding information on other people for entertainment, being a bystander is her best pastime. However, due to a mishap where she accidentally acquired top-secret information on other foreign countries, she got killed and that was the end to her short twenty years of entertainment filled life. After she died, Xue Yi arrived at the Afterlife HR where they would assign roles for the souls that had died and send them on to their next life in another world to live. Xue Yi was determined to choose the bystander option, however, she was too OP!? Nope, she will never become the main character no matter what. Let's just steal the World Traveling Machine and run. Yu Qian: "Who is this creature that just appeared out of nowhere?" Xue Yi: "Hello fellow mob character. I am Xue Yi a bystander and would like to know where the main characters are?" Yu Qian: "???" Xue Yi: \(^ o ^)/ Yu Qian: (*ಠ_ಠ;) Xiao Ji: ╥ ﹏ ╥
8 165 - In Serial8 Chapters
Melancholy of the 31st Demon King
The Journal of Ignatius, 31st Demon King, uncovered in the ruins of the Kingdom of Damonica. (Mature tag added for violence and violent acts in later sections)
8 69 - In Serial50 Chapters
House Cazador: Kingdom of the Lion
*** Warning ***-Reader discretion advised.-Descriptive battle scenes and Mature elementsEver wondered what you would do to save another? One young man found out what he was capable of to save his sister from a group of invaders. In a lesson of blood and pain he discovered the kind of man he was and what he was willing to do in a moment of dire need. For his sacrifice an ethereal being rewarded him with an afterlife in the realm of the living.Reborn, he found himself a prince and in a life of comfort and luxury.He lived a meager life of mediocrity and seclusion on earth, going through the motions of life in a ritualistic manner. He would not make the same mistake here, with his given second chance he would make his life one worth having lived. Having been a recluse he studied many broad subjects, in the world he was in now he knew that he could change it. Influence it with his knowledge, but he wouldn't do it stupidly, he would do it right so that he may be a boon to the world and not its catalyst for its own destruction.
8 155 - In Serial23 Chapters
Red String | A Miraculous Ladybug Fanfiction
In which fate brings two together by a red string. [A Miraculous Ladybug short story]#68 in Fanfiction (May 4th, 2016)
8 204

