《Perempuan Pelupa》Bagian 45: Tamparan Keras
Advertisement
Waktu pulangan telah tiba. Kami sebagai pengurus kelas masih tetap berada dikelas. Niapun melanjutkan kabar buruk yang tadi sempat dia bicarakan dengan nada tingginya yang khas.
"Untuk hukuman dari Pak Kepala Sekolah, kita disuruh untuk memberikan suatu pertunjukan untuk memeriahkan penutupan perlombaan yang belum selesai nanti. Itu kira-kira minggu ini."
Kami semua kaget sekaligus bingung ingin menampilkan apa untuk acara tersebut. Akhirnya kami melakukan diskusi. Ditengah-tengah diskusi kami, Hani dan Lisa yang merasa bosan berbuat usil dengan mengambil binder catatan Nia yang dia taruh diatas meja. Nia berusaha untuk mengambil bindernya tersebut. Nia berusaha untuk mengambil bindernya tersebut yang dilemparkan Hani kepada Lisa dengan nadanya yang khawatir.
"Tolong kembalikan binderku."
Ian dan Andre hanya terdiam dan takut kena marah oleh Nia. Sementara itu, Hendra hanya mencoba untuk menyuruh Hani dan Lisa berhenti.
"Hani, Lisa. Hentikan, kalian jangan begitu sama Nia. Kalau sampai bindernya rusak bagaimana?"
Mereka berdua tak memperdulikan perkataannya. Aku yang merasa terganggu karena kebisingan mereka langsung menangkap binder yang dilemparkan Lisa ke Hani. Lalu kuberikan binder tersebut ke Nia.
Ketika akan kuberikan, binder tersebut tiba-tiba terbuka dan menampilkan bagian akhir dari halaman tersebut berupa secarik kertas lusuh yang sepertinya begitu familiar bagiku, dan isi dari kertas tersebut adalah tulisan "Nia". Spontan Nia yang melihatku sedang membaca binder catatannya langsung menampar pipiku dengan wajahnya yang memerah sembari memejamkan kedua matanya. Aku kaget dengan perlakuannya tersebut, begitupun dengan mereka. Kupun memegang pipiku yang ditampar olehnya dan melihat kearahnya. Hani yang melihatku ditampar oleh Nia langsung menghampiri kami berdua dan memarahi Nia.
"(Memegang kedua pundak Nia dan menggoyangnya) Kamu kenapa menamparnya?"
Nia hanya terdiam. Hani melanjutkan perkataannya tersebut.
"Kalau kamu ingin menampar seseorang. (Menunjuk wajahnya) tampar saja aku, jangan dia."
Kulihat dia seperti ingin menangis. Dia mengambil paksa bindernya dan meminta maaf kepadaku dengan keras lalu berlari keluar kelas. Hanipun menanyakan keadaanku sambil melihat pipiku yang berwarna merah dan terlihat seperti bentuk telapak tangan .
Advertisement
"Kamu gak apa-apa Di?"
Aku menjawabnya dengan nadaku yang datar.
"Iya."
Sementara itu, Hendra langsung menyusul Nia yang pergi tersebut. Setelah dia berkeliling disetiap kelas, diapun menemukan Nia sedang menangis di dekat ruang kelas kosong di ujung gedung sekolah. Lalu Hendra mendekati Nia dan bertanya padanya dengan nadanya yang sedikit khawatir.
"Nia, kamu kenapa?"
Nia yang sedang duduk jongkok di pinggir kelas menutupi wajahnya dengan kedua lengannya melihat Hendra yang datang dan langsung mengangkat kepalanya lalu membersihkan sisa air mata dipipinya dengan kedua tangannya.
"Gak apa-apa."
Hendra yang sudah tahu bahwa ada hal yang aneh dengan Nia kembali menannyakannya pada Nia.
"Kamu jangan bohong. Mending kamu cerita aja ke aku. Mungkin aku bisa membantumu."
Akan tetapi Nia tak mau mengatakannya. Lalu dia mengatakan hal lain kepada Hendra.
"Ndra, aku boleh meminta tolong padamu."
"Iya, katakan saja."
"Bolehkah kamu menyuruh Abdi untuk menemuiku di tempat favoritnya?"
Hendra yang mengerti maksud Nia mennyanggupi permintaan Nia tersebut. Lalu Hendra mengajak Nia untuk kembali kekelas. Nia menurutinya dan mereka berdua bersama-sama kembali ke kelas.
Sementara itu, aku merasa ada yang aneh pada Nia. Dan aku juga merasa tidak enak dengan dia. Lalu aku berpikir keras dan menemukan sebuah ide untuk membuat sebuah drama. Setelah Nia dan Hendra datang, aku memberikan sebuah pendapat mengenai ideku tersebut kepada mereka dengan nada datarku.
"Aku punya usulan untuk membuat sebuah drama. Kalau soal temanya kita bisa cari bersama."
Kulihat mereka setuju dengan usulanku. Kemudian, kami semua mencari tema untuk drama tersebut. Lalu Hendra mengajukan sebuah cerita rakyat indonesia.
"Aku punya referensi buat kalian. Ini merupakan sebuah cerita rakyat dari indonesia yang judulnya "Kisah Rara Jonggrang""
Kami semua cukup tahu mengenai kisah ini. Sehingga mungkin kami tidak ada kendala dalam pembuatan dialog ini serta dalam pertunjukannya nanti. Kami setuju dengan usulan tersebut dan memulai untuk mencari peran masing-masing. Nia yang sendari tadi tak berbicara apapun pada kami mengatakan sesuatu pada kami.
"Kita sudahi dulu untuk hari ini. Lagian waktunya sudah sore sekali."
Lalu kami melihat kearah jam dinding kelas danmenunjukkan jam 5 sore. Kamipun mengakhirinya dan melanjutkannya besok. Akusempat melihat Nia yang terdiam tanpa ekspresi seperti memikirkan suatu hal.Hani mendekatiku dan memintaku untuk pulang bersama seperti biasa. Akumengiyakannya dan kami pulang bersama dan meninggalkan Nia sendirian dikelas.
Advertisement
- In Serial17 Chapters
The Friendly Neighborhood Dungeon
A magical dungeon in a not so magical world. _____________________ This story is my attempt at NaNoWriMo 2017. Unlike my other story, this one is more family friendly ;) I'll be posting it as I write, usually after a rudimentary edit so any critique or suggestions are welcome as I'm doing this to improve my writing skills. Enjoy :D *I do not own the image. It was taken from google and will remove it if the creator asks.
8 294 - In Serial14 Chapters
Ricochet Island
Hugo wakes up on an unfamiliar island, with no memories of how he got there. He’s given only one piece of information: “This is an elimination game”. Then, he’s shot. He wakes up on the same island again, as if nothing happened. In fact, no matter how many times he’s shot down, he always finds himself back at the starting point. He’s forced to retry the game over and over, without end. To get out of this hell, he must shoot down all other players and be the last man standing. Easier said than done. For how long will he have to endure this imprisonment? Will he be able to retain his sanity throughout the ordeal?
8 141 - In Serial8 Chapters
The Millennial In Another World
A sudden tremor brings the NEET Sung Jae and his bullies to a world unbeknownst to them, thrusting them with the task of protecting and saving Elgia, the empire within the new world. However, Sung Jae isn't going to start playing hero anytime soon and seeks to carve out his very own path in a strange, magical land.
8 207 - In Serial11 Chapters
Rebirth
Rebirth, the process of being reborn. Why does it happen and who really qualifies. We will seek to look into the these questions by following the life of Richard as we experiences this process first hand. We will follow his life and his fight against the evil blue boxes and what comes with all of them. ------------------------------- Update 04-24-18 Just ran a spelling and grammar check on the existing chapters and corrected a lot of little issues. ------------------------------- Just so you know, do not expect detailed sex scenes, or a lot of gore and such. Profanity is probably a given, I added the tag today....I mean you've seen how the Blue Box God talks....I'm shocked our MC has keep his cool so far. Also just FYI, I've got the entire per chapter outline complete for what will end up being book 1. That being said I've discovered over the years that a good outline lasts until you begin to wrote the chapter out. What that means is that even with a good outline because I tend to rethink thing out 4 or 5 times while I write them that it can hold up a chapter from being released. I'd rather hold up a story to make it flow better than rush something out. So while you might see at times a very aggressive release rate, at times you might wonder what happened to me because I've stopped posting. The reason being that after I wrote the chapter I decided it either sucked, didn't flow right or I just decided the direction things were headed no longer seemed right. So I'll stop, review and decide if I need to rewite all of the outlines to changes things up and then rewrite the chapter, or possibly go back and make changes to older chapters if needed. By the way, if I ever decide something needs to change, I will let you know which chapters changed and I'll give you a quick outline of the changes so you can skip the reread if you want. Yes a lot of this story will be told from the third person prespective, though we will listen to Richard tell his story. Expect a lof of behind the scene components. I've never published here before so expect it to take me a try or 2 to get an understanding of the formatting and such. Also I do not post a schedule. Sorry but real life always comes first but I will try and get things steddy.
8 272 - In Serial16 Chapters
The Legend of the Legendary Xu Xian
This is the epic tale of Xu Xian which consists of his life, death and after death. Read prologue for a better understanding.
8 460 - In Serial35 Chapters
~His Hufflepuff~ Draco Malfoy
"she looked at my demons in the eye and smiled. she fell for the very thing i thought she'd fear"~the slytherin prince falls for the hufflepuff angel~{year 3 - year 4}
8 228

