《[COMPLETED] Our Happy Ending || Markhyuck》41
Advertisement
Mark sedikit berlari saat memasuki rumah, beruntung jalan sudah sepi, karena kecepatan Mark dalam melajukan motornya benar benar diluar nalar, beruntung ia hanya berakhir di kantor polisi, apa jadinya jika Mark berakhir di kamar mayat?
Saat memasuki kamar, Ia melihat Haechan yang tertidur di meja belajar dengan tangan yang masih memegang pena, buku pelajarannya pun masih terbuka di atas meja.
" Syukurlah... obatnya bekerja..." Cicit Mark pelan sambil mengelus pelan kepala Haechan.
Mark pun mengangkat Haechan dan memindahkannya ke sofa agar ia bisa tidur lebih nyaman. Saat Mark ingin menaruhnya, karena tubuh Haechan yang sedikit berat dan Mark yang salah melangkah, membuat tubuhnya terhuyung dan terjatuh dan,
Chup
Bibir mereka bertemu
Mark menatap Haechan was was, takut anak itu bangun, tapi Haechan masih tertidur dengan tenang. Mark bisa merasakan jantungnya yang berdetak tidak karuan, Mark masih diam disana, tangan kananya monopang tubuhnya ke dinding agar tidak jatuh dan menghimpit Haechan.
Lembut.... Kenyal...Manis....
Mark beberapa kali menalan ludahnya kasar, masih menatap Haechan yang tertidur dengan tenang dengan bibir yang masih menempel di sana. Mark menutup matanya, membiarkan bibirnya merasakan betapa lembutnya bibir mungil Haechan. Kemudian perlahan mulutnya mulai mengulum pelan bibir mungil itu. Mark kalut dalam nafsunya, dari kuluman pelan, mempercepat tempo kulumannya hingga Mark pun mulai mengigit pelan bibir itu
"Hhgnn~" Desah Haechan pelan kala Mark menggigit bibirnya
Mark tersadar dan membuka matanya, menjauhkan tubuhnya dari Haechan dengan cepat dan terduduk di lantai. Mark menutup mulutnya dengan punggung tangan kanannya, menatap Haechan yang masih tertidur tenang. Nafasnya memburu bahkan dadanya naik turun dengan sangat cepat.
Mark pun menampar kasar pipinya beberapa kali, mengutuki kebodohan yang baru saja ia lakukan. Padahal baru saja ia mendengar cerita masa lalu Haechan, berjanji untuk melindunginya, tapi lihat, jika saja Mark tidak bisa menahan nafsunya Mark mungkin sudah meniduri Haechan.
MATI SAJA KAU MARK BODOOOH........
Kesal Mark dalam hati sambil bangkit dari duduknya, dan langsung merebahkan tubuhnya ke kasur. Mark beruntung ia bisa tersadarkan tadi, jika tidak mungkin kepala Mark sudah terpenggal oleh Johnny.
Sejak hari itu Mark mulai sangat hati hati dan mengikuti kemana pun Haechan pergi. Bahkan satu sekolah sampai memberi Mark gelar Bodyguard Haechan karena Mark benar benar tidak pernah berada jauh dari Haechan.
Advertisement
Haechan yang merasa gelagat Mark aneh semenjak ia pingsan merasa sedikit kesal karena ruang geraknya di sekolah menjadi terbatas. Mark mengaku pada Haechan tentang masa lalunya dengan Jihoon dan mengatakan bahwa bisa saja Jihoon merundungnya kembali.
Haechan yang mendengar hal itu awalnya sedikit kesal dan takut, bagaimana bisa mereka bertiga saling terkait seperti itu.
Haechan pun mengatakan pada Mark bahwa ia baik baik saja dan mengatakan akan memberti tau Mark jika Jihoon mendekati ataupun seseorang merundung Haechan. Mark pun meminta Haechan untuk menghubungi ataupun mengirim pesan pada Mark jika ia membutuhkan pertolongan, dan Haechan menyutujui hal itu.
Mark awalnya sedikit tenang, tapi ia lupa, ia membuat perjanjian dengan manusia bernama Seo Haechan. Ada satu hal yang Mark pegang teguh saat membuat kesepatakan dengan Haechan
Jika keuntungannya hanya sedikit, maka jangan pernah membuat kesepatakan, karena Haechan dengan mudah menguasai permainan.
Dan inilah yang terjadi, Haechan benar benar mengerjai Mark habis habisan. Haechan akan menelfon Mark di tengah jam pelajaran , berteriak ketakutan meminta tolong padahal ia hanya ingin dibukakan botol minumannya. Kemudian Haechan juga akan meneror Mark dengan mengirim pesan bertubi-tubi, padahal hanya menyuruhnya membantu Haechan membuang sampah.
Dan masih banyak hal-hal lain yang membuat Mark jantungan saat membaca pesan atau menerima telfon dari Haechan, tapi setelah melihat kenyataannya Mark ingin saja membunuh orang bernama Seo Haechan itu. Haechan benar benar puas karenanya, ia bisa membalik keadaan, membalaskan dendamnya pasalnya kalah taruhan waktu itu.
Mark menghela nafasnya kasar, ketika merasakan ponselnya yang bergetar di kantong celananya. Dengan malas ia mengambil ponselnya
Haechan♡ is Calling...
Anyway yang mengubah nama kontak Haechan di ponsel Mark seperti itu bukan Haechan. Melainkan dirinya sendiri, dan Mark mengubahnya jauh sebelum pengakuan perasannya pada Johnny.
" Huuft!"
Mark merebahkan kepalanya kemeja sambil mebentur-benturkan pelan kepalanya. Jeno yang melihat Mark terlihat frustasi hanya bisa terkekeh pelan, satu minggu ini Mark benar benar terlihat tersiksa selama di sekolah
" Haechan lagi?" Tanya Jeno berbisik pasalnya kini mereka sedang berada di kelas
Mark hanya mengangguk pasrah, kemudian dengan malas dia mengangkat panggilan itu
" Yak! berhenti mengganggu ku! aku sedang di kelas!" Bisik Mark
" HUAAAA PAPI TOLOONG! MARK TOLONG AKU!" Teriak Haechan dari seberang
Advertisement
" Aku tidak akan tertipu bodoh!"
" HUAAA AKU TIDAK BERCANDA KALI INI! AAAK MARK CEPAT KESINI!"
"Berisik! berhenti menggangguku!"
Mark hendak mematikan panggilan itu, kemudian mengurungkan niatnya ketika mendengar suara Jaemin
" Haechan hati hati! jangan bergerak seperti itu, nanti kau malah jatuh!" Pekik Jaemin
" HUA AKU TAKUT PAPI..AAAAK TOLOOOONG" Teriak Haechan
" Yak! dimana kau? kau kenapa?!" Tanya Mark panik
" HUAAAA DI TAMAN....MARK TOLONG..... KESINI CEPAAAAAAT"
Tuut
Mark dengan cepat mematikan panggilan itu, dan berdiri dari duduknya
" Kenapa Mark?" Tanya guru yang sedang mengajar melihat Mark tiba tiba berdiri
" Uhmm... anu ssaem... aku izin ke toilet"
" Lagi? baru 20 menit yang lalu kau keluar" Tanya guru itu heran
Jeno tak kuasa menahan tawanya, pasalnya memang 20 menit yang lalu Mark izin keluar karena Haechan yang menjahilinya
" I-iya.. ssaem.. perutku sedang tidak enak" Bohong Mark
" Yasudah...kalau memang begitu nanti ke UKS saja"
" Terimakasih ssaem.. maaf mengganggu" Mark membungkuk pelan dan guru pun melanjutkan pelajaran
" Semangat bro" Bisik Jeno menyemangati dan hanya dibalas helaan nafas panjang oleh Mark
Mark mengurut keningnya pelan melihat Haechan yang entah bagaimana sudah berada di atas pohon berteriak histeris.
" YAK! Kau itu kenapa sih!" Kesal Mark berdiri di samping Jaemin yang menatap Haechan khawatir
" HUAAA MARK TOLONG!" Teriak Haechan sambil memeluk ranting pohon dengan kuat
" Dia kenapa sih?!" Tanya Mark kesal
" Itu kak... tadi dia mau bantuin anak kucing ini... " Jelas Jaemin
Mark pun menoleh kearah Jaemin dan melihat Jaemin tengah menggendong anak kucing
" Dia naik pake apa?!"
" Manjet kak... terus pas turun dia takut.. katanya dia takut ketinggian"
Mark menepuk pelan keningnya, anak itu benar benar selalu saja berbuat seenaknya. Sudah tau takut ketinggian, malah memanjat pohon .
" Hadeuh... yasudah kamu balik aja ke kelas"
" Oke kak.. makasih ya kak... Maaf ngerepotin" Mark hanya mengagguk pasrah
"YAK NANA-YA JANGAN TINGGALKAN AKU!" Pekik Haechan kala Jaemin berjalan jauh
" Kan udah ada kak Mark! Dah Haechan...." Jaemin pun melambaikan tangannya dan berlari meninggalkan mereka berdua
" HUAAAAA" Haechan pun kembali memeluk ranting pohon itu dengan kuat
Mark berjalan mendekati pohon, mendongakkan kepalanya menatap Haechan kesal, berkacak pinggang sambil memainkan kesal lidahnya dalam mulutnya.
"Yak! Sini cepet turun!" Kesal Mark
" Ngga mau!"
" Ya terus kau mau ngapain di atas sana?!"
" Ya aku kan takut turun!" Bentak Haechan
" Siapa suruh manjat!"
" Kan kasian anak kucingnya!"
Mark menghela nafasnya kasar.
" Cepet sini turun!" Mark merentangkan tangannya, membuat posisi siap menangkap Haechan
" Ngga Mau! Nanti kau tidak menangkap ku !"
" Untuk apa aku melakukannya bodoh!"
" Kan kau jahat!"
Mark hanya bisa geleng geleng pelan karenanya, pohon itu emang tinggi, tapi karena Mark cukup tinggi, Haechan sebernarnya bisa melompat dan Mark bisa menangkapnya, tapi karena Haechan itu sangat takut dengan ketinggian, ia benar benar takut jikalau Mark tidak bisa menangkapnya
" Ck.. Ayolah! Aku akan menangkapmu! Janji!"
" Bohong! Kau pasti berniat mengusili ku!"
" Ck... Lama!" Kesal Mark dan berjalan menjauh dari pohon
" YAK! Kemana kau! Jangan tinggalkan aku! Huaaaaa papi!"
Mark mengabaikan suara teriakan dan tangisan Haechan dan berjalan meninggalkan taman. Haechan kembali menatap tanah, berusaha untuk turun tapi ia benar benar takut dan tidak berani. Alhasil ia hanya memeluk ranting pohon itu dengan kuat sambil menangis terisak.
Tak lama setelah itu, Haechan melihat Mark yang kembali menuju taman dan membawa tangga. Tangisnya pun mulai mereda.
" Cepet turun!" Titah Mark menyandarkan tangga pada batang pohon dan menahannya.
Haechan pun menurut sambil meredakan isak tangisnya, ia sedikit takut pasalnya wajah Mark benar benar kesal dan marah. Saat turun tangga Haechan sedikit buru-buru melangkahkan kakinya karena ia takut, akibatnya kakinya terpeleset membuatnya terjatuh.
Mark dengan cepat melepas tangga yang sedari tadi ia pegang dan dengan cepat menangkap Haechan. Haechan pun memeluk tubuh Mark erat sambil memicingkan matanya pasalnya ia benar benar takut.
Mark menatap Haechan yang ketakutan, teralihkan pada bibir pink lembut Haechan, mengingatkannya pada kejadian saat ia mencium Haechan dan membuat wajahnya benar benar merah. Dengan cepat Mark melepas pelukan Haechan dan membiarkan tubuh Haechan jatuh bebas ke tanah.
" YAK! SAKIT TAU!" Kesal Haechan, walaupun jarak jatuhnnya tidak tinggi tapi tetap saja rasanya sakit ketika badan jatuh bebas seperti itu
" Taruh tangga itu ke gudang sekolah!" Perintah Mark yang berbalik dan berjalan menjauh dari taman
" YAK! KAN KAU YANG MEMBAWANYA!"
" DIAM BERISIK"
" MATI SAJA KAU MARK JUNG SIALAAAN!"
Mark pun berjalan menjauh dari taman mengabaikan makian Haechan dengan wajah yang sudah memerah bak kepiting yang baru direbus.
Advertisement
- In Serial10 Chapters
Legendary Farmer (available on Kindle July 2022!)
NOTE: Legendary Farmer is now COMPLETE. The first book, Clearing, was released on Kindle Unlimited July 5, 2022 with significant edits. I will post the first chapter of Clearing, as well as three chapters of Cuckoo's Dream, another novel in the LF universe, as a stub, with a link to the first book, so if you love LF and want me to be able to keep writing consistently, please go give Clearing five stars! In the VRMMORPG, Veritas Online, things are getting a little stale. Since the game launched, only one world- wide event has occurred, and that was a year ago.. The players are still having fun, but everyone agrees it’s about time for something big to happen. Everybody tends to forget that big things grow from small things, and little things are always changing in Veritas.The human country of Quarternell is at peace for the first time in... ever. Aspen, a former war hero, feels like he’s earned a quiet life together with his animal companions. They’re tired of fighting, and other people in general. They plan to live peacefully, far away from the city. As soon as Aspen figures out this farming thing out, he’s never going to go anywhere again. Unfortunately for Aspen, his country and his goddess aren’t quite done with him yet.Rouge the Rogue is a casual gamer in Veritas Online. She’s just a kid, and her focus is supposed to be on school and hanging out with friends. Emphasis on ‘supposed to’. She’s already pretty good at the school thing, and she doesn’t actually have that many friends. What she really loves is exploring all the cool ways the developers of Veritas found to make their game unique and realistic. Then she’s offered a very special quest, and an opportunity to go beyond the average player. She’s never been that much of a rule follower anyway....Clearing is appropriate for most ages. It has minimal foul language, no sex, and some violence. It is LGBTQ+ friendly. (P.S. IMPORTANT! This book contains very mild profanity, no sex, and is meant to be FUN. Yes, the characters sometimes think Deep Thoughts, and idealism pretty much runs rampant, but, in the end, I hope you just enjoy reading it. Laugh, cry, share it with your kids, read it to your dog, whatever makes you happy. My goal is for it to be accessible to everyone from ages 12ish on up, so you could definitely consider it YA, but with lots of big words because I don't believe in talking down to my readers.) Book Two: Harrowing (Starts after the original Chapter Fifty, now Sixteen, since I condensed chapters from the same perspective together.) Zoey has started her summer internship at Veritas Corporation, and she can honestly say that being an adult is boring. Until she starts learning secrets she was never supposed to know. In game, Rouge is finally making progress on her big quest. Apparently Duke Penbrooke took too long to return to the world, so the world is coming to get him... in the form of a few assassins. Aspen is going to have to face the life he left behind, and deal with the fact that it's not as easy being 'dead' as he thought. When what he'd hoped would be a short trip back to civilization to resupply turns into a whole lot more, he'll have to fight for his life, his friends, and his kingdom. Book Three: Sowing Rouge and Aspen have reached Bright, only to find that their enemies were already expecting them. They will have to quickly unravel the mysteries of who their opponents actually are, because they're already ten steps behind. Rouge and Aspen are finally home, but that doesn't mean they can return to their peaceful days of farming. Their enemies are hot on their heels and determined to destroy everything they've managed to achieve. Join them and all their friends for the final volume of Legendary Farmer.
8 218 - In Serial48 Chapters
The Wu Clan's Rise: Legends of the twin dragons
The Immortal Domain is a vast cosmos consisting of the Upper Realm and the Lower Realms, both of which are controlled by the Three Great Families, the Wang family, the Lui family, and the Xue family. Each one of them holds an immense amount of power that could overturn the heavens, reverse yin and yang and change the fate of anyone or anything in the Immortal Domain as they see fit. But, with all of that being said, our story doesn't start from those ancient overpowered families in the Upper Realm, it starts from one of the countless fragmented Lower Realms, called the Wither Daemon Realm, in which there was a planet named Daiyu. On this planet, heavenly prodigies that were born with one of the thirty, rare Legendary Physiques were starting to pop up like common weeds. Longwei, born into the Wu Clan while in possession of the third rank Legendary Physique, was known as one of the six monster-level geniuses on planet Daiyu. His brother Longmin on the other hand, though was a genius in his own right, had faded into obscurity since his birth and was shunned by his own father after a certain ‘incident’. This story is the supposed legends of two dragons, who, through a journey of bloodshed and betrayal led their clan to unify the Immortal Domain and stand above trillions as the highest existence. ******* If you lovely readers can't be bothered to use your eyes, you can join my Patreon and get to stream my audio chapters like everyone else. https://www.patreon.com/TSETH Discord: https://discord.gg/tEdkhmrj5g
8 141 - In Serial16 Chapters
My Precious Flower
Male Isabela Madrigal x Female ReaderBased on the Disney movie Encanto.(Y/n) = Your Name(H/l) = Hair Length(H/c) = Hair Color(E/c) = Eye Color(S/c) = Skin ColorI OWN NOTHING!!! ALL RIGHTS GO TO DISNEY!!!
8 196 - In Serial6 Chapters
Ulzzang couples
fotos de casais uzzlang🍪🍪🍪
8 112 - In Serial65 Chapters
Skaikru ☣ Bellamy Blake [2]
"I never wanted to be this kind of warrior. A soulless one." Nia's journey continues, except now she is among Skaikru. But can she still stand by them despite all their decision makings. Or will this bring out the warrior inside her.
8 324 - In Serial61 Chapters
Déjà vu (Epistolary) ✔️
An EpistolaryStarted: June 2022Finished: June 2022
8 133

