《BADMINTON IN LOVE》Part 12
Advertisement
Hayyy..makasih ya yang udah mau baca..
Selamat membaca...
Pesawat rombongan kontigen indonesia sudah sampai di bandara sukarno hatta, penyambutan pemerintah untuk kedatangan juara olimpiade sangatlah meriah. Sebelum keluar dari pesawat liliyana heran karena youngdae dan joongki tak beranjak dari bangkunya.
"Ayo,"ajak liliyana
"Ngak ci, aku dan joongki nanti aja keluarnya. Aku tak inggin menganggu perayaanmu,"kata youngdae
"Hay, kalian tak menganggu,"kata liliyana sedikit tersingung
"Sorry bukan gitu maksutnya, aku hanya tak enak saja kalau ikut,"kata youngdae menunduk
"Ya sudah, kau dan joongki langsung ke apartemenku, ini kuncinya dan nanti aku kirim alamatnya,"kata liliyana tau dengan perasaan youngdae
Setelah obrolan mereka akhirnya liliyana turun, dan saatnya turun banyak wartawan yang sudah menunggunya. Tak lama dari itu youngdae keluar melalui pintu lain dengan mengunakan topi dan langsung bergegas ke apartemen liliyana.
Perayaan kemenangan di olimpiade dilakukan dengan sangat meriah, sebuah acara arak arakan sudah dipersiapan oleh pemerintah.
Liliyana, tantowi dan 2 pemenang perak lainnya diarak dan langsung menuju kemenpora. Selama perjalanan tak henti hentinya wartawan mewancarainya. Disela perjalanan hp liliyana bergetar dan ternyata sms dari youngdae
To: liliyana
Aku sudah sampai di apartemen, tak apa kalau aku masuk ke apartemenmu?
To: youngdae
Iya tak masalah tenang aja, kau dan joongki mandi lah. Dilemari sisi kanan bawah ada handuk baru kamu bisa memakainya. Kalau makanan kamu pesan di restoran depan aparyemen aja. Nonya ada di atas almari es.
To: liliyana
Baiklah, kau cerewet sekali
To: youngdae
Terimakasih atas pujiannya
Tak tau ini, ini masih ada acara perayaan.
To : liliyana
kau tak perniat membungkus makanan untukku dan joongki. Aku malas pesan di restoran
To: youngdae
Young, aku pulangnya masih lama. Ya udah aku pesankan makanan untukmu. Sekarang kau mandi sana.
"Sibuk banget ci,"kata owi
"Iya nih, bentar ya,"kata liliyana
"Malam, saya pesan makanan udang asam manis, sayur cap cay, ca kangkung dan nasi putih untuk tiga porsi, ya kirim ke apatemen ××× no ×××,"kata liliyana
"Ci, lu pesen makanan buat apa, nantikan kita ada jamuan di kemenpora,"kata owi
"Buat youngdae dan joongki, aku tak mungkin menelantarkan mereka,"kata liliyana
"Kenapa dia tak ikut kita aja ci, michale dan danis aja ikut kok,"kata owi
"Ehh curut, keadaan gue ama elu beda,"kata liliyana
"Kalian yang aneh, sikap kamu itu udah kayak istri yang mesenin makanan buat suami dan anaknya,"kata owi
Sampailah mereka di kemenpora, sebuah acara syukuran sudah disiapkan dan kemenpora sudah rame dengan banyaknya warga yang ikut dalam syukuran. Acara ditutup dengan acara makan malam bersama. Diakhir acara liliyana langsung berpamitan karena ingat dengan joongki.
"Maaf, pak saya pamitan dulu,"kata liliyana yang pamit dengan pak menteri
"Loh kok ceoet pulangnya, biasanya aja paling suka kalau ngobrol gini,"kata pak mentri
"Maaf pak, diapartemen sudah ada yang menunggu, masih belum tenanh pak ini pertama kalinya di indonesia,"kata liliyana
Advertisement
"Wah sekarang udah jadi ibu yang baik ini, cepet menikah lah ci,"kata pak mentri
"Ah bapak bisa aja, saya duluan ya pak,"kata liliyana
Seperginya liliyana pak mentri lanjut mengobrol dngan owi pak mentri
"Si liliyana beneran akan pensiun?,"kata pak mentri
"Kurang tau pak saya,"kata owi
"Wah sayang sekali ya, saya dengar atlit korea itu juga akan pensiun,"kata pak mentri
"Wah kurang tau juga pak kalau itu,"kata owi
Perjalanan keapartemenpun ditemani mama liliyana, mama liliyana tak tau jika youngdae dan joongki berada di apartemennya. Mama liliyana melihat youngdae dan joongki tertidur di ruang tv dengan posisi joongki di atas youngdae
"Astaga,"kata mama liliyana
"Hehehe,maaf ma, barusan aku mau bilang,"kata liliyana
"Sudah sana kamu minta youngdae untuk memindahkan joongki kekamarnya, mama takut dengan posisi tidurnya"kata mama liliyana
Liliyanapun bergegas ke youngdae tapi sebelum sampai membangunkan, liliyana sudah menyenggol piring dan berakhirlah pecah menimbulkan bunyi yang tak lumayan keras.
"Kamu udah pulang?,"kata youngdae
"Iya, ehem young pindahkan joongki ke kamar deh,"kata liliyana
Youngdaepun memindahkan joongki ke kamar. Keluar kamar dia melihat liliyana membereskan ruang tv yang keadaanya berantakan karena ulahnya dengan joongki. Selesei berberes mereka berdua bergegas ke dapur.
"Mau susu atau coklat panas?,"kata liliyana
"Coklat aja,"kata youngdae
Liliyanapun membuat 2 cangkir coklat panas dan langsung duduk dengan kepala di meja. Youngdae langsung membelainya.
"Capek ya,"kata youngdae
"Banget,"kata liliyana
"Ini baru awal kan,"kata youngdae
"Iya ini, 2 minggu ini aku full,"kata liliyana
"Nikmati aja,"kata youngdae
"Tidurlah dikamar, kamu tak berpikir aku akan mengendongmu kan,"kata youngdae
"Ehemm,ya udah aku tidur dulu ya,"kata liliyana
Youngdaepun bergegas ke ruang tv, dia menarik sofa hingga menjadi tempat tidur untuknya. Sepertinya liliyana sering tidur ditempat itu.
Pagi hari ini joongki bangun tetapi liliyana sudah tak ada di kasurnya. Sebelum berniat beranjak dari kasur, liliyana sudah datang dari kamar mandi
"Hay anak mama udah bangun ya,"kata liliyana
"Iya,ma. Ma haus,"kata joongki
Liliyanapun mengendong joongki ke dapur dan teenyata mamanya sedang memasak nasi goreng.
"Pagi ma,"kata liliyana
"Pagi,,eeh cucu mama udah bangun,"kata mama liliyana
Joongki tanpak bingung dan langsung dijelaskan oleh liliyana
"Sayang, ini eyang. Eyang ini mamanya mama, eyangnya joongki, ayoo cium dulu,"kata liliyana
"Ngak mau,"kata joongki sambil menutup mulutnya
"Loh kok gitu?,"tanya liliyana was was
"Joongki belum mandi mah, belum ganteng jadi ngak boleh cium cium dulu,"kata joongki
"Lohh kata siapa itu,"kata liliyana
"Papa,"kata joongki
"awas aja kamu young, ingatkan aku untuk memukulnya karena mengajarkan yang aneh aneh,"batin liliyana
"Ya udah joongki sekarang mandi dulu, nanti cium eyang ya. Nanti eyang kasih nasi gorengnya,"kata mama liliyana
Joongkipun mengangguk. Liliyana bergegas ke kamar untuk memandikan joongki. Selama hampir 15 menit akhirnya sesi mandi.
Advertisement
Selesei mandi liliyana dan joongki langsung ke ruang tv dan melihat youngdae masih dengan gantengnya tidur
"Joongki, bisa bantu mama?,"kata liliyana
"Iya ma,"kta joongki
"Bangunin papa, minta papa mandi terus langsung ke meja makan ya, mama tunggu disana,"kata liliyana
"Okey ma,"kata joongki
Joongki pun membangunkan lee youngdae,,
"Hayy, anak papa udah bangun ya,"kata youngdae dengan setengah sadar
"Iya pa, pa mandi mandi, udah ditunggu mama sama eyang,"kata joongki
"Ahh males ah,"goda youngdae
"Papa,"kata joongki
"Iya iya," kata youngdae
Youngdae pun langsung ke mandi, youngdae mandi bisa dikatakan lama hampir 30 menit. Selesei mandi dia langsung bergegas ke meja makan.
"Ini dia yang ditunggu lama banget,"kata liliyana
"Sorry lama, biasa biar ganteng gitu lho,"kata youngdae yang langsung cium joongki
"Ehh nanti tambah ganteng dong,"kata mama liliyana
"Ahh tante suka bener lho,"kata youngdae
"Ganteng dari mana ihh PD banget,"kata liliyana
"Husss, berisik tuh liat anak kalian udah makan aja, kalian cepet makan katanya banyak acara,"kata mama liliyana
Bukannya makan malah mereka berdua sibuk memperhatikan makan joongki dan dengan isenganya mereka menguploadnya di ig mereka dengan caption
Ahh liat lah makannya lahap banget, jadi ngak tega ninggalin (liliyana)
My son is cute boy, (youngdae)
"Mama,papa makan,"kata joongki
"Suapin dong sayang,"kata liliyana
Joongki pun menyuapi liliyana dan youngdae tak kalah juga minta disuapi
"Aish kalian itu makan sendiri, jangan ganggu anak kalian makan,"kata mama liliyana
Acara makan bersama ini pun berlangsung dengan ramai, akhirnya mereka beraktifitas sempat terjadi perdebatan antara siapa yang akan membawa joongki dan akhirnya mam liliyana lah yang menbawanya. Untung joongki sosok anak yang mudah bergaul dan tak rewel.
Aktifitas mereka selama 1 minggu hampir sama, mereka hanya bertemu saat pagi hari. Joongki kalau tidak ikut mama liliyana ya ikut youngdae karena liliyana masih sibuk dengan berbagai acara yang harus dia datangin. Dua hari ini liliyana tidak beetemu dengan joongki karena aktifitas yang padat dan sekarang youngdae sudah membeli apartemen disamping apartemennya sehingga dia belum sempat bertemu dengan joongki.
Hari ini liliyana dan tantowi diundang show di hitam putih ya dengan pokok bahsan tentang kemenangannya. Berbagai pertanyaan ditanyakan.
"Jadi gimana nih, enak dong dapet bonus 5 M? Kata dedy
"Ahh alhamdulillah mas, di syukuri aja,"kata owi
"Iya di syukuri mas, ya buat kerja kerasnya selama ini,"kata liliyana
"Buat apa nih uangnya,"kata dedy
"Ditabung dulu buat masa depan anak,"kata owi
"Ya kalau aku buat bisnis mas, ya buat masa depan anak juga,"kata liliyana
"Sama sama buat anak tapi beda ya caranya,"kata dedy
"Ya biasa mas, anaknya dia kan mahal biayanya,"kata owi
Tiba tiba ditengah pembicaraan masuklah anak kecil yang lari didepan mereka dan langsung tertawa.
"Astaga itu tuyul dari mana,"kata dedy
"Ehh ati ati mas itu anaknya si cici,"kata owi
Melihat joongki yang datang liliyana langsung mengampirinya dan mengendongnya.
"Loh anak mama kok ada disini,"kata liliyana
"hehehe,"kata joongki
Liliyana langsung membawanya ketempat duduk.
"Ayoo sapa om nya dulu,"kata liliyana
"Hallo om owi, hallo om botak,"kata joongki
Mendengar sapaan itu semuanya lantas ketawa
"Wah wah ini, untung dia lucu kalau ngak,"kata dedy
"Hehehehehe,ketawa joongki
"Ayoo joongki perkenalkan diri dulu kesemua,"kata liliyana
"Hallo semua,"kata joongki
"Kok ngak dijawab,"kata joongki
"Hahahaha dasar ini bocah,"kata dedy
"Hallo,"sapa semua
"Perkenalkan nama saya lee joongki, umur saya 4 tahun. Mama saya liliyana natsir papa saya lee youngdae, mereka atlit bulitangkis,"kata joongki
"Hahaha lucunya,"kata dedy
"Aku yakin abis ini dia langsung punya fans,"kata dedy
"Joongki datang sama siapa? Kata liliyana
Sebelum liliyana menjwab datanglah lee youngdae yang mengandeng chika.
"Ehh ngapain lu di situ,"kata dedy ke chika
"ah mas lumayan kan bisa gandeng artis korea,"kata chika
"Atlit woy,"kata dedy
"Masak kok ganteng banget,"kata chika
Lee youngdae datang dengan jaket hitam dan jelana jens..penampilan yang biasa tapi mempesona
"Tante jangan deket deket sama papa,"kata joongki yang menarik rok chika
"Lahh,,ini aduhh..anaknya lucu banget,"kata chika
"Selamat datang lee youngdae,"kata dedy
"Ya sama sama,"kata youngdae
"Aish ini episode mahal banget ya,"kata dedy
"Wauu sebuah kejutan dengan datangnya mereka berdua,"kata dedy
Sedangkan disaat dedy sedang intro, liliyana dan youngdae malah sibuk sendiri
"Kok bisa datang, ngak bilang bilang,"kata liliyana
"Biar suprise,"kata youngdae
"Ehh dasar mereka malah ngobrol sendiri,"kata dedy
"Ahh ya udah om sama joongki aja, tapi nanti kasih joongki permen lagi ya,"kata joongki
"Duhh ini lagi masih bocah udah itungan,"kata dedy
"Loh joongki cuma dikasih permen kesininya, jangan mau minta yang lain.yang llebih mahal,"kata owi
"Elu jangan ajarin anak gue yang aneh aneh,"kata liliyana
Mengalirlah sesi wawancara dengan mereka,, dan terbongkarlah jika lee youngdae datang ke indonesia untuk tujuan bisnis.
"Terus besok joongki mau jadi apa ?,"kata dedy
"Atlit badminton,"kata joongki
"Wauu, mau kaya mama atau mau kayak papa? Kata dedy
"Kayak uncle chong wei,"kata joongki
"Lee chong wei?,"kata dedy
"Iya dia pernah ketemu dan langsung ngefans,"kata youngdae
"Kan sedih ya mas, orangtuanya siapa yang di fans.in sapa,"kata liliyana
"Loh joongki kok ngak mau kayak mama sama papa, kan bisa nerusin papa mama,"kata dedy
"Ngak mau, joongki mau maen sendiri. Kalau maen bareng nanti biar adek adek aja,"kata joongki demgan polosnya
"Adek adek,"kata liliyana, owi, youngdae bersamaan
"Iya adek, kata eyang nanti joongki punya adek,"kata joongki
"Hey,"kata liliyana kaget
"Joongki mau adek berapa? Tanya jail dedy
Joongki tampak menghitung dengan jari kecilnya
"Ci itu kayaknya ngak cuma satu,"bisik owi ke liliyana
Liliyana memandang joongki dengan muka pucat
"Eh 7 ya ma,"kata joongki
"Etdahh busyet,"kata owi
"Kok banyak banget sih nak, ? Kata youngdae yang masih kaget tapi sabtai
"Iya kan buat ganda putra,ganda putri, ganda campuran dan singel putri,"kata joongki polosnys
"Nanti terus bikin club sendiri ya,"kata owi
Sedangkan liliyana hanya bengong dengan tingkah anaknya.
"Udah ngak usah dipikirin kata kata joongki,"kata youngdae
"Kenapa li, kok pucet mukanya,"kata dedy
"Ya gimana ngak pucet kalau denger kata kata joongki,"kata chika
"Ci cepet sana,"kata owi
Yang langsung dihadiahi tatapan maut
Acara hitam putihpun berjalan dengan lancar dan setelah acara selesei liliyana ikut dngan mobil youngdae..
Hayyy sorry ya cerita kurang fellnya..
Hahahaha
Aku tunggu comentnya
Advertisement
- In Serial74 Chapters
My Blind Familiar
Familiar, a magical creature of any kind that a mage channels mana through to perform magic or tasks. Familiars are all different and each mage can have only 1 and it can only be summoned in Magic Academy due to the preparation for this being in these locations.The age that these students obtain this is when they start their second year in the magic academy. The first year was purely to teach the students how to gather mana and improve their capacity as well as to weed out those without talent for gathering mana. The entire year teaches the students breathing techniques, meditation and teaches the basis of how magic works. Our story starts with a young man that summons the most uncommon Demon, the imp or so called the Ash Golem. Hi ppl, new and very advanced story as well as one i will publish. I won't release many chapters of this one so it is more a teaser.
8 158 - In Serial36 Chapters
Ash. The Legends of the Nameless World. Progression Gamelit Story
"The Legends of the Nameless World cycle" includes the stories of key characters of the "Dragon Heart" saga. "Ash" is the first of the prequels to the "Dragon Heart" series. It can be read as a stand-alone book.Even before Myristal went out, before the battle of the Heavens and the Earth broke out, before the Black General was imprisoned on the Mountain of Skulls, a wizard had wandered the endless expanses of the Nameless World in search of his past and his future. This is the legend of Ash, the Master of a Thousand Words, the Bloody General. What’s true and what is fiction is up to you to decide. But this is how his story was told to young children, so that they wouldn’t be afraid and have nightmares, back when the legends of the old world were still remembered.
8 217 - In Serial24 Chapters
Asya
A bassist and former teen star struggles with addiction, alcoholism, and depression. He has long been in love with the lead singer of his band, but this is a love that remains unrequited. Trying and failing time and time again to regain control over his life despite his problems, he must learn to confront them: to accept himself and what he has in order to move forward. Warning, triggering content will be in this novel. I will be exploring sexual themes and drug abuse. I will also be exploring trauma and mental illness, as well as themes of drug overdose, suicide, and sexual assault. If these themes are too much for you, please read elsewhere. I don't write with the intention of causing emotional harm.
8 226 - In Serial19 Chapters
Acheron
Acheron, keeping you, and your family, safe, by keeping them…where they belong! Support the United Systems Alliance penal system, for a safer tomorrow. Great commercial. But that place is a total hellhole worse than death for many, and everybody knows it. The convicts are even having children. They’re supposed to be sterilized, but that costs too much, if the scandals are to be believed. Either way, Dan doesn’t care. He has a job to do—and that’s to get that lizard-ambassador out of there. How her ship crashed on that rock in the first place is an interesting mystery. Something big is at play here...
8 84 - In Serial6 Chapters
The oddity that shall be, my new life
You know, I thought it was going to be a normal day of me dealing with the day of school, go to the bus and then go home to relax and get my daily large dose of computer time. Nope, apparently not in my case. (Some basing of the pokemon universe)
8 165 - In Serial147 Chapters
Villain Tries Farming: A LitRPG Adventure
Our newly appointed Villain dreads the sight of blood and is prone to fainting. When he counts the number of his minions dying from the attacks of the sleazy players, he feels like someone is driving a nail into his heart.Peace is what he seeks. As such he must become skilled at agriculture to sustain the monster clans that he rules. But will he succeed?(if you wish to read this book in one go you can check it out on Amazon HERE)
8 289

