《BADMINTON IN LOVE》Part 15
Advertisement
Tingkat kebaperan siaga 2,,
Hahahahahaha.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Selama 3 bulan joongki tinggal di indonesia dan sekarang dia telah masuk ke taman playgrub sedangkan liliyana tengah sibuk mempersiapkam kejuaraan korean open dan youngdae yang dalam kondisi penyembuhan. Beberapa kali liliyana mendapat kabar bahwa kondisi youngdae makin hari makin memburuk dia tak lagi bersemangat melakukan terapi semenjak operasi terakhir yang dia lakukan dapat dikatakan berjalan dengan gagal. Youngdae lebih memilih berdiam diri dikamarnya bahkan mama youngdae sering menelfon liliyana tentang kondisi tersebut.
Keadaan itu tak ayal membuat liliyana selalu memikirkannya, apalagi jika joongki menanyakan youngdae. Dia hanya dapat menjawab jika papanya sedang sakit jadinya harus banyak istirahat.
Kejuaraan korean open segera dimulai, liliyana sudah datang dengan niat yang tak kalah besar saat olimpiade. Joongkipun ikut dalam rombongan dengan liliyana didampingi mama liliyana.
Sesampainya di korea, liliyana langsung menghubungi youngdae, tetapi dia tak menjawabnya bahkan mama youngdae sering ke hotel tempat liliyana menginap tanpa youngdae. Hingga kejuaraan korean open sampai babak akhir, liliyana langsung sms youngdae.
Setelah mengirim sms itu liliyana tak berharap terbalaskan, diapun langsung mempersiapkan pertandingannya. Hingga pertandingan hampir mulai youngdae tak menampakan kehadirannya.
"Ci, udah dia ngak dateng, ntar loe datengin rumahnya,"kata owi
"Iya,"kata liliyana
Ternyata hingga akhir pertandingan youngdae tak menampakan kehadirannya. Hingga liliyana naik dalam podium pun.
sehabis itu wartawan mulai mewancarainya
"Mbak, kemenangan ini ditunjukan buat siapa ini,"kata wartawan
"Yang pastinya buat rakyat indonesia, buat keluarga dan buat lee youngdae, awas kamu ngak dateng,"kata liliyana
Setelah wawancara liliyanapun menghampiri joongki yang sedang di samping lapangan dengan muka yang tak bisa dibilang baik. Perpaduan muka cemberut dan bibir monyong.
"Hey, anak mama kenapa?kata liliyana
"Ma, papa mana?,"kata joongki
"Papa lagi dirumah kan lagi sakit,"kata liliyana
"Kata mama papa bakal datang,"kata joongki
"Maaf ya sayang, sekarang kalau kita kerumah papa gimana?,"kata liliyana
Advertisement
"Iya ma,"kata joongki semangat
Liliyanapun langsung bergegas bersiap siap dan pemitan dengan teman teman dan pelatihnya. Untungnya mereka mengerti alasannya. Setelah mereka siap, supir yang dikirim keluarga youngdae telah bersiap. Langsunglah dia menuju kediaman youngdae.
Sesampainya di kediaman keluarga youngdae, mereka disambut dengan mama youngdae.
"Hello, ma,"kata liliyana (karena liliyana disuruh panggil mama)
"Hello,yana. Makasih ya kedatangannya,pasti capeknya abis maen?,"kata mama youngdae
"Ahh biasa aja ma, youngdae mana ma?,"kata liliyana
Setelah mendengar pertanyaan liliyana raut muka mama youngdae langsung sedih.
"Biasa, dia di kamar?,"kata mama youngdae
"Ya udah ma, aku titip joongki dulu ya,"kata liliyana
Liliyana langsung menuju kamar youngdae, sesampainya dikamar yang didominasi warna hitam itu youngdae sedang duduk diranjangnya dengan tatapan kosongnya.
"Mau sampai kapan kamu kayak gitu,"batin liliyana
"Young,"kata liliyana
Youngdaepun menengok mendengar suaranya. Liliyanapun mendekat dan dari jarak yang lebih dekat itu terlihatlah betapa kacaunya youngdae, wajah yang dulu selalu terawat sekarang terdapat bulu halus yang tak dicukurnya. Liliyana langsung duduk dihadapannya youngdae. Pandanganya tertuju dinakas yang terdapat makanan yang belum dimakan oleh youngdae.
"Sekarang makan ya young,"kata liliyana
Hanya di balas dengan anggukan. Liliyana langsung menyuapinya.
"Young, kok ngak dateng sih tadi aku nyariin lho,"kata liliyana
"Joongki juga nyariin lho dia sempet ngambek kamu ngak ada, aku tadi pusing hadapinnya,"kata liliyana
"Joongki mana, ci?kata youngdae
Joongki adalah hal yg selalu membuat youngdae beraksi.
"Joongki diluar dengan mama, mau ketemu?,"kata liliyana
Dibalas dengan anggukan, lantas liliyana langsung mengambil kursi roda nya. Liliyana langsung membawa youngdae kehalaman belakang tempat main joongki
Terlihatlah joongki yang sedang bermain air.
"Lihat dia young, dia selalu ceria tapi kalau malam kamu akan dengar dia memanggilmu, joongki kangen sama kamu, young please semangat ya, banyak yang ada diposisi lebih baik dari kamu, banyak orang yang tergantung padamu. Kamu inget pabrik shuttlercock milikmu, udah 3 bulan ini kamu abaikan kan, setidaknya kamu pikirkan joongki,"kata liliyana
Advertisement
Joongki mengetahui keberadaan papa dan mamanya dia langsung berlari kearah mereka.
"Papa,"kata joongki sambil berlari ke youngdae
"Papa, joongki kangen,"kata joongki
"Papa udah sembuh?,"kata joongki
Raut muka youngdae yang sempat tersenyum kembalilah suram
"Joongki, papa belum sembuh, joongki mau kan bantuin papa buat sembuh lagi,"kata liliyana
"Mau ma, papa jangan sedih lagi ya, nanti joongki yang jagain papa dulu,"kata joongki mantap
"Makasih ya sayang, maaf papa nyusahin,"kata youngdae langsung memeluk joongki
Liliyanapun meninggalkan youngdae dan joongki berdua dan langsung bergegas kedapur membantu mama youngdae. Sesampainya didapur dia langsung membantu memotong beberapa buah dan langsung membawanya ke youngdae dan joongki.
"Ma, kalau youngdae aku ajak ke indonesia bagaimana?,tanya liliyana saat sedang ingin menghampiri youngdae dan joongki.
"Ehem, kamu yakin?,"tanya mama youngdae
"Iya ma, aku akan berusaha buat balikin youngdae seperti dulu,"kata liliyana
"Heh..seperti itu ya, mama titip ya,"kata mama youngdae
"Iya ma,"kata liliyana
"BUAH,"teriak joongki yang melihat liliyana membawa sepiring buah.
Liliyanapun bergegas menghampiri mereka. Dan joongki langsung memakan buahnya.
"Nak, papa ngak dikasih?,"kata liliyana
"Papa mau?,"kata joongki
"Ya udah ini buat papa aja semua, joongki udah aja, mau maen aja,"kata joongki langsung berlari ke taman
Joongki langsung memberikan sepiring buah yang baru iya makan 2 potong saja.
"Kamu seharusnya ngak harus bilang kayak gitu,"kata youmgdae yang melihat buah yang terdapat dipangkuannya.
"Kau lihatkan bahkan youngdae berani memberikan semua untukmu,"kata liliyana
Youngdae langsung memakannya dengan buru buru dan dengan meneteskan air mata.
"Pelan pelan young,"kata liliyana
"Kamu mau kan kalau aku ajak ke indonesia, kita terapi bersama, kita jaga joongki bersama, mau?,"kata liliyana
"Ci, kamu yakin?,"kata youngdae
"Yakin, aku sangat yakin,"kata liliyana
"Mau kan?,"kata liliyana
"Iya,"kata youngdae..
Hayooo gimana kelanjutnya...
gimana menurut kalian?????
Advertisement
- In Serial48 Chapters
Icefall
When detective Eli Valenz is captured by the very criminal he's hunting, he thinks he's a dead man- until the master thief makes him an unusual offer.
8 165 - In Serial62 Chapters
Mare Nostrum
The fall of empires always creates a vacuum. Through a vacuum, opportunities arise. Opportunities will be taken. And nations will fall or rise, in the face of challenges beget by a new time. Our story follows such a nation. A house that risks everything to grasp the chance for greatness. A son raised in a world with many paths available. What awaits him at the end of his journey? Do all roads still lead to Roma?
8 148 - In Serial17 Chapters
Empire at War
From the ashes of strife heroes will rise to glory and immortality. The Eternal Empire of Zenter is torn in a civil war in the wake of the Mad Emperor Eugeios Ohm Zenter's bid to engrave his name in history by unifying the entire continent of Yggdra under human rule. This results in a civil war between those who oppose the extermination of the peaceful mythical races inhabiting Yggdra, and those loyal to the empire. The Mad Emperor's death from a sickness he kept hidden all his life years later, with his endeavor unfinished, sets the stage for an era of chaos. Ambitions awaken not only within court officials and local feudal lords, but also in common soldiers, who see the opportunity to rise to power and glory. Lahya Eventyr, one of two only surviving members of the royal family of the Ljosalfar, the Light Elves, resurfaces after years of slavery, and sets out to find her younger brother. Her actions set destiny in motion and will shape the fate of the entire empire.
8 78 - In Serial6 Chapters
Guide to Conquering the World of Magic (Cultivation, LitRPG, Isekai, Yandere)
In this world there’s only one King who have the Earth on his Palms and the Heaven underneath his feet, and I — Weiss Na – am such a King. Uncontested and bright, I stand above all, and after facing the World Sundering Tribulation I will be a True King among Gods! But after the lightning stopped, I opened my eyes in a different world, where Martial Arts does not reign supreme. A land where Sorcery is called Magic… how interesting… Those words were the start of my journey to conquer the world. “I am a King in my world, what makes you think I won’t be in this one!?” Now, let’s see how long it will take for me to conquer this world. -Updates Twice a Week for now [During Tuesdays and Fridays] -
8 91 - In Serial9 Chapters
Necropolis
Eight men acknowledge the life they knew ended, but continues within the underworld. There they must face the Shetani, misanthropic and supernatural forces personified as men, who work in concert with the necromancer, a chief practitioner of black magic and sorcery. The man eating ghouls, and the gargoyles they encounter while on their never ending quest to find safety aren’t any more hospitable. In the midst of desperation to discover whether they can find some place of refuge or save their souls, five of the eight men learn the necropolis, a diamond-studded jewel imbued with a magical power, is critical to their having any hope of finding salvation.
8 133 - In Serial7 Chapters
A Loner's Calling
Additional Tags: Weak to OP, Ruthless Male Lead Ren, a high school student, was summoned along with his classmates to another world. Their job was to unite the 10 continents warring with each other. Unlike wars among countries, wars across continents were in a whole other league. Death was always nearby, creeping near to take away your life. Luckily, they were given abilities by the God in order to cope with their lack of experience, as well as a one month protection inside the heavenly dome for training, preventing their death. But Ren however, was given something else entirely. “[Loner] title activated, declining invitation to heavenly dome. Remaining in current world…” _____________________________________________________________________ A/N: Ok, so for those wondering about my other fiction, it's still alive. I plan on continuing it, and I plan on posting the next chapter for it about on or after Christmas. The reason for it was because all of my plans, layout, even outline, as well as some chapters I was suppose to release were deleted thanks to a mishap by my classmate. That really triggered me so I got unmotivated, but I plan on continuing it so don't worry. Also, I plan on writing this new series, much more because there is no more classes (CHRISTMAS BREAK HERE I COME!!!), sadly, I still have to take a removal exam because I failed one of my subjects (NOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!!!) Well anyway, that's enough for me, enjoy!
8 195

