《Timeless [ Kaisoo GS] ✔️》#8
Advertisement
.
.
" Kyungie~ya. . ." seru seseorang yang membuat Kyungsoo dan Baekhyun yang tengah berjalan kearah kantin rumah sakit berbalik menuju kesumber suara.
" Luhan sunbae!" seru Baekhyun yang langsung histeris menyambut gadis itu dan langsung berlari memeluknya dan melompat-lompat seperti anak kecil.
"orenmaniya Luhan sunbae, jaljineseoyo??" sapa Kyungsoo yang membungkuk memberikan salam.
" I'm always good dan aihh. . . bisakah kau panjangkan rambutmu? kenapa setelah satu tahun rambutmu masih saja pendek,huh?!" ujar gadis itu sambil menyentuh rambut Kyungsoo
"itu ciri khasnya, eonnie, sepertinya dia mendapat pujian tentang rambut pendeknya hingga selalu membiarkan rambutnya seperti itu dan eonnie aku benar-benar merindukanmu"
"siapa yang kau maksud huh?!" selidik Kyungsoo karna seingatnya tidak ada yang mengatakan apapun tentang rambutnya, entah mengapa dia merasa nyaman dengan tambut pendeknya
" siapa lagi kalau bukan pria yang membawamu pulang semalam dan oppaku bahkan memberikan laporan mengesankan se. . ."
" Jangan bilang kau. . ." potong Kyungsoo yang tampak panik, bahkan wajahnya mulai merah padam.
" aku bahkan punya videonya" ledek gadis itu sambil menunjukan ponselnya yang langsung membuat Kyungsoo bersiap merebutnya meskipun kalah cepat dengan gadis itu. Baekhyun langsung berlari meninggalkan Kyungsoo dan Luhan.
"Yak Byun baekhyun berikan padaku!" seru Kyungsoo sambil ikut berlari mengejar Baekhyun hingga keluar gedung rumah sakit
Kyungsoo heran kenapa temannya itu begitu kekanakan, dia menoleh kekanan kiri tepat di ujung anak tangga sedangkan baekhyun ternyata sudah dibawah sambil berjalan mundur melambaikan tangan kearah Kyungsoo, namun tiba-tiba ada mobil yang melaju cukup kencang yang seketika membuat Kyungsoo panik
" Baek! awas!" jerit Kyungsoo yang belari kencang mungkin namun tiba-tiba seseorang mendorongnya hingga dia berguling beberapa kali ditangga. dia tidak memperdulikan rasa sakitnya matanya langsung mengarah kearah Baekhyun yang sudah berada didekapan Chanyeol yang membuat Kyungsoo bernafas lega. pria itu sedikit berdebat dengan sopir mobil itu dengan Baekhyun yang masih di pelukannya namun detik berikutnya Kyungsoo langsung menoleh kearah ujung tangga untuk melihat siapa yang baru saja mendorongnya.
" astaga tuhan Kyung. . ." seru Luhan yang tiba-tiba muncul dan membuat Kyungsoo bergegas untuk bangun dan langsung merasakan nyeri yang begitu hebat di bahunya.
" kau tak papa? ada yang terluka? yak kau tak tahu ini rumah sakit?! residen macam apa yang malah kejar-kejaran dilorong rumah sakit huh?!" ujar Luhan sambil membolak-balik tubuh Kyungsoo yang membuat gadis itu harus berusaha untuk tidak meringis kesakitan.
" Gwaenchana sunbae, ah kau melihat sesorang disana ujung tangga tadi?"
" mengejarmu saja membuatku kehabisan nafas, aku tidak melihat siapapun"
" Kyung kau tak papa? kau jatuh?" seru baekhyun yang langsung menghampiri Kyungsoo.
" berhenti memikirkan orang lain, kau sendiri jatuh tadi. coba lihat lututmu!" sungut Chanyeol sambil menarik tubuh Baekhyun.
"aku baik-baik saja, ini hanya luka kecil dan kau memarahiku?!" sungut Baekhyun yang berontak namun detik berikutnya langsung memiris kesakitan saat merasakan sakit di bagian sikunya yang seketika membuat pria itu panik mencari luka di tubuh gadis itu.
" kau lihat akibat tindakan bodohmu ini?! aish ikut aku!" bentak Chanyeol sambil menyeret Baekhyun saat melihat memar di siku gadis itu
" yak kau tidak lihat kekasihmu sendiri baru saja jatuh huh?! aku baik-baik saja demi tuhan!" sungut Baekhyun yang berusaha lepas dari Chanyeol yang membuat pria itu seketika tersadar ada Kyungsoo dan Luhan yang berdiri didekat mereka.
"aku baik-baik saja, lebih baik kau obati Baekhyun" ujar Kyungsoo yang hanya membuat Chanyeol mengangguk namun tidak dengan Baekhyun.
" Yak! kau bahkan baru saja jatuh dari tang. . ." ucapan Baekhyun tercekat saat tubuhnya melayang dan berakhir di bahu Chanyeol yang membuat Kyungsoo makin takjub dengan tingkah Chanyeol.
" bisa kita bertemu setelah ini, ada yang perlu kita bicarakan Kyung"
" arraseo " ujar Kyungsoo sambil tersenyum
Advertisement
"Yak turunkan aku bodoh, Park Chanyeol!"
"berhenti protes dan obati lukamu setelah itu berikan ponselmu padaku" ujar Kyungsoo sebelum Chanyeol menghilang bersama Baekhyun yang masih memberontak di bahu Chanyeol.
"eonnie bukankah mereka terlihat sangat serasi?" kekeh Kyungsoo yang masih menatap kedua orang itu saling berdebat satu sama lain
" yak kenapa kau malah mengata. . . astaga tuhan, darah" seru Luhan saat melihat darah meluncur deras dari kening Kyungsoo menuruni lehernya.
***
" apa yang ingin kau bicarakan" tanya Kyungsoo langsung setelah pelayan mencatat pesanan mereka.
" kuharap kau jujur, soo. semalam kau dimana?" tanya pria itu tampak terlihat tidak bersahabat hingga membuat Kyungsoo menghela nafas berat.
" apa kau melihat yang ku lakukan semalam?"
" jawab Kyung, aku tidak menyuruhmu untuk bertanya." ujar pria itu sambil menatap Kyungsoo tajam yang artinya memang benar pria itu melihatnya berciuman dengan Jong-in semalam dan kemungkinan besar Baekhyun ada disana juga.
Kyungsoo menarik nafas dalam-dalam berusaha untuk tidak terpancing amarahnya sekalipun akan banyak sumpah serapah yang pastinya akan dia dapatkan dari pria dihadapannya ini.
" apartement Baekhyun, berciuman di basement" tungkas Kyungsoo sambil menatap Chanyeol yang terlihat membelakak tak percaya dengan apa yang baru di ucapkan oleh kekasihnya.
" kau tahu apa yang baru kau katakan Kyung. "
" aku tahu bahkan sangat tahu. kalau begitu ku tanya, ada perlu apa kau keapartemen Baekhyun?"
" BERHENTI MENGALIHKAN PEMBICARAAN!" seru Chanyeol sambil menggebrak meja yang membuat karyawan cafe itu tersentak kaget, beruntung tidak ada customer lain didalam cafe sehingga tidak terlalu menimbulkan banyak perhatian.
Kyungsoo sendiri memilih bangkit dan membungkuk meminta maaf. Jika bukan karna dia yang bersalah disini dia yang akan menyeret pria itu keluar dari cafe.
"baiklah. jadi apa mau mu?"
" aku kekasihmu Kyung, bagaimana bisa kau melakukan hal setega itu padaku, huh?! Kau bahkan selalu marah saat ku sentuh tapi itu, kau berciuman dengan pria lain? di belakangku? demi tuhan apa kau benar-benar sejalang itu." Kyungsoo sedikit terkejut saat satu kata yang terbilang sangat kasar untuk disebut, meskipun begitu Kyungsoo hanya pasrah menghela nafas karna memang secara sudut pandang manapun dia bisa di kategorikan sebagai jalang.
Kyungsoo kembali menarik nafas dalam-dalam melepaskannya perlahan lalu menatap mata pria didepannya
" Baekhyun sudah menceritakan semuanya padamu bukan?" tanya Kyungsoo yang sepertinya tepat sasaran. pria itu tampak sedikit terlonjak saat mendengar pertanyaannya.
" aku hilang ingatan Yeol, aku sendiri tidak sadar bahwa aku hilang ingatan karna hanya sebagian orang yang aku lupakan dan sepertinya itu adalah kejadian yang sangat mengerikan, dan aku baru sadar aku tak mengingat masa remajaku seperti apa dan bahkan bagaimana aku bertemu Baekhyun pun aku tidak mengingatnya."
" Kai, pria itu, dia kekasihku sebelum kita bertemu." celetuk Kyungsoo yang membuat Chanyeol kembali tersentak kaget namun tidak untuk menyela cerita Kyungsoo, dia memilih diam.
" Aku berpisah darinya karna dia koma dan aku hilang ingatan akibat percobaan pembunuhan. aku memang tidak bisa mengingatnya dengan jelas namun dari cerita baekhyun, dari ingatan yang beberapa hari terakhir muncul dimana pria itu" Kyungsoo menghenntikan ucapannya sesaat, menelan ludahnya dengan susah payah saat ingatan itu muncul lagi di kepalanya.
" dia bersimbah darah hanya untuk melindungiku dan banyak hal yang meyakinkanku."
" tapi itu sudah berlalu kyung. . . kau kekasihku sekarang, tidakkah kau sangat egois sekarang?" ujar pria itu yang tampak frustasi dengan beberapa kali meremas rambutnya.
" maafkan aku yeol, aku sudah berusaha sebaik mungkin tapi aku memang tidak bisa jatuh cinta padamu. kau tahu itu karna aku memang mengatakannya dari awal."
" setega itukah?"
"Yeol. . ."
Pria itu tampak diam memejamkan mata sebelum akhirnya berdiri sambil menatap dingin kearah Kyungsoo.
Advertisement
" baiklah aku menyerah, kita akhiri sekarang"
" tunggu, kalau begitu bisakah kita berteman?"
" sebenarnya apa yang kau harapkan dariku huh?!" desis Chanyeol yang tak habis fikir dengan jalan pikiran kekasih atau mungkin mantan kekasihnya ini. Dia bahkan menggenggam tangannya.
" bisa kau duduk dulu? ada yang perlu kutanyakan padamu" pinta gadis itu dan Chanyeol benar-benar tak berniat menuruti permintaan Kyungsao jika gadis itu tidak menahan tangannya kuat-kuat.
" kumohon"
" aku tahu kau akan sangat membenciku setelah ini tapi ada beberapa yang ingin ku tanyakan padamu dan ini berkaitan tentangku" lanjut gadis itu yang membuat Chanyeol menghela nafas berat sebelum akhirnya kembali duduk di kursi sambil membuang muka keluar jendela.
" selama kita berkencan, kau tahu apa yang kusuka?"
"kau hampir menyukai semua hal" jawabnya sekenanya
" jadwalku?"
" senin, selasa dan . . . " pria itu tampak berpikir, terlihat kesulitan menjawab pertanyaan ini. Bahkan rasanya dia baru saja mengalami Deja vu mendengar pertanyaan yang dilontarkan Kyungsoo
" dan?"
" sabtu" putus pria itu tanpa berani menatap Kyungsoo.
" kalau baekhyun?"
" kenapa kau tiba-tiba membawa-bawa baekhyun?!"
" jawab saja" ancam gadis itu sambil melotot kearah Chanyeol yang membuat pria itu tanpa sadar berpikir bagaimana bisa dulu dia mengejarnya hingga rela merasakan cinta sepihak selama tiga bulan.
Ya kyungsoo sendiri sudah menolaknya berkali kali saat dia mengajaknya berkencan namun karna keras kepalanya dan ego yang tidak bisa menerima bahwa dia ditolak, dia melakukan apapun untuk membuat gadis itu menerimanya bahkan dengan perjanjian jika gadis itu masih tidak memiliki rasa apapun padanya dia berhak mundur. Dan jika dipikir-pikir dia juga bersalah dalam hal ini hingga membuat posisi Kyungsoo sulit.
Chanyeol menarik nafas dalam-dalam berusaha untuk meredakan amarahnya lalu menghembuskannya dengan kasar
" semua yang berbau strawberry, penggila eyeliner, sangat benci timun" jawab pria itu malas.
" jadwal kuliahnya?"
" selasa, rabu dan jum'at "
Tiba-tiba kyungsoo tertawa yang membuat Chanyeol bingung apa yang gadis itu tertawakan bahkan bisa dibilang ini kali pertamanya dia melihat gadis itu tertawa selebar itu dan seketika membuatnya ngeri saat ekspresinya kembali berubah datar dalam hitungan detik.
" kau tahu yeol, kurasa bukan aku yang kau sukai. aku tidak tahu kau sesakit apa saat tadi aku mengatakn aku berciuman dengan pria lain."
"kau menghina ku?"
" bahkan selama kita berkencan kau tidak tahu jadwal kuliahku atau apa yang aku suka. Kau tahu yang kau sebutkan tentangku semuanya salah?" ujar Kyungsoo namun harus terdiam saat pelayan mengatarkan pesanan mereka setelah debat yang cukup panjang.
sepertinya pagawai disini memperhatikan kondisi pelanggannya untuk kapan mengantar makanan dan kapan dia harus menunggu. Kyungsoo menangguk memberi senyuman tanda terima kasihnya sebelum pelayan itu menghilang.
" sekarang kau bisa lihat apa yang aku suka? bahkan setiap kali kau mengajakku ketempat yang tidak ku kenal aku selalu memesan pesanan yang sama. " ujar Kyungsoo yang membuat Chanyeol tampak bingung yang di maksud Kyungsoo.
"Spaghetti itu makanan yang kusuka, tapi kau bilang aku menyukai semuanya sedangkan Baekhyun kau bahkan tau apa yang dia benci dan ku yakin baekhyun tidak memberi tahumu tentang itu"
" dan setiap kita bertemu kau selalu menanyakan baekhyun, apa kau sadar?" lanjut Kyungsoo sambil memainkan spaghetti di atas piringnya
" itu karna tidak ada pembahasan lain"
" apa kau tahu aku terluka hari ini?" celetuk Kyungsoo
" kau sendiri yang bilang kau baik-baik saja. " elak Chanyeol berusaha untuk membela dirinya sendiri meskipn dia tahu jelas dia salah sekarang.
"baekhyun pun mengatakan yang sama pula bukan? kau bahkan tidak sadar darah mengucur dari keningku tadi" ungkap Kyungsoo sambil memasukan satu sendok spaghetti kemulutnya dan Chanyeol baru menyadari ada perban yang menutupi kening gadis itu sekalipun tertutupi oleh rambutnya tetap saja perban itu terlihat jelas.
" apa kau berniat balas dendam karna hal itu?"
" ayolah apa aku sepicik itu?" desah Kyungsoo yang mendengar ucapan Chanyeol dia benar-benar akan membenturkan kepala pria itu jika dia tidak dalam posisi bersalah sekarang ini.
"dengar, kau hanya terobsesi mendapatkanku karna aku yang seringkali terlihat tidak tertarik pada lawan jenis dan aku selalu menolakmu, tapi sebenarnya hatimu sudah terpaku pada Baekhyun. aku bahkan tau hampir setiap malam kau keapartement Baekhyun karna Baekbeom oppa sering mengeluh padaku."
" yeol, pikirkan baik-baik siapa yang kau cintai sebenarnya. aku yakin kau akan menemukannya dan baru setelah itu kau bisa putuskan kau mau membenciku atau kita berteman"
" dan maafkan aku karna menghianatimu."
***
" kau habis jatuh, soo?" ujar Jong-in yang tiba-tiba muncul di dapur menyapa Kyungsoo yang tengah berusaha membuat makan malam.
"eh? a. ani" elak Kyungsoo sedangkan pria itu masih diam meneliti setiap inci dari tubuh gadis itu. Perban dikeningnya dan pergerakan tangan gadis itu yang terlihat sangat aneh.
" buka bajumu" perintah pria itu yang tiba-tiba sudah berada disisi Kyungsoo yang membuat gadis itu terkejut bukan main.
" yak mesum!!"
" buka saja atau aku yang membukanya"
" tidak akan!" sungut Kyungsoo yang entah mengapa membuat Jong-in langsung menarik paksa tubuhnya dan berakhir dengan hilangnya beberapa kancing baju yang Kyungsoo kenakan dan menampilkan branya yang tentunya membuat wajah Kyungsoo berubah menjadi merah padam.
" yak!" seru gadis itu bersaha menutupi tubuhnya.
" sebenarnya apa aku kau pikirkan hingga terluka seperti ini huh?!" bentak Jong-in yang sepertinya tidak terlalu peduli bahwa Kyungsoo sudah bisa di bilang setengah telanjang dihadapannya.
" kenapa kau membentakku! kau sendiri baru saja merusak bajuku! dasar pria me. . . Yak apa yang kau lakukan!" seru Kyungsoo horor saat Jong-in menyentuh bahunya sambil meluruskan lengannya
" Aaa. . . .Aahh.. kau mau membunuhku?! astaga tuhan"
dan detik berikutnya yang kyungsoo rasakan adalah nyeri yang begitu menyakitkan dan bunyi klek yang terdengar dari bahunya. pria itu tampak tidak peduli dengan protes Kyungsoo dan langsung membopong tubuh Kyungsoo kearah kamar yang membuat jantung gadis itu makin berdetak tak karuan.
" yak turunkan aku!" sungut Kyungsoo yang tentunya di turuti oleh pria itu, dia menurun kan Kyungsoo diatas ranjang lalu berkutat pada laci meja yang ada di kamarnya mengeluarkan beberapa salep dan memaksa Kyungsoo untuk membuka kembali bajunya.
Kyungsoo harus menahan nafas saat pria itu mengoleskan salep itu bahunya yang sudah hampir membengkak ini sangat memalukan bagi Kyungsoo.
" aku bisa melakukannya sendiri Jong"
" bisa kau diam saja?" ujar pria itu yang terlihat marah dan seketika membuat Kyungsoo memilih diam. pria itu selesai mengoleskan salep dan beralih berkutat dengan lemari pakaian Kyungsoo tampak berpikir cukup lama sebelum menarik kaos abu-abu besar.
" A. .aku bisa memakainya sendiri"
" dengan bahumu seperti itu? berhenti sok kuat Soo." sergah pria itu saat Kyungsoo berusaha merebut kaos yang Jong-in pegang. Jong-in langsung menarik lepas kemeja kyungsoo dan menyisakan bra yang melekat ditubuh gadis itu dan dengan cepat pria itu memakaikan kaos yang cukup besar dan menenggelamkan tubuh Kyungsoo.
" tanganmu" pinta pria itu. dia bahkan meregangkan lengan kaosnya selebar mungkin berusaha untuk tidak membuat Kyungsoo kesakitan.
Pria itu selesai dan memilih menatap Kyungsoo yang membuat gadis itu salah tingkah dan memilih langsung berdiri menghidari kontak mata dengan pria itu.
" te..terima kasih atas bantuannya. aku harus turun menyiapkan makan malam" ujar gadis itu berniat keluar dari kamar namun ditahan oleh Jong-in.
Pria itu menarik pinggang Kyungsoo dan membenamkan kepalanya diperut gadis itu yang menimbulkan gelenyar aneh di perutnya yang membuat Kyungsoo seketika menahan nafas.
" Jangan kembali dalam keadaan terluka, Soo. kau benar-benar membuatku takut"
***
" Kau belum tidur?" sapa Suho saat melihat Jong-in terdiam di balkon rumah. Pria itu memang sejak tadi terdiam bahkan sekalipun dia mengajak bercanda atau bicara dia akan membalasnya sekenanya.
" eoh hyung, kau belum tidur juga?"
" yah. . . aku harus menyelesaikan pekerjaan kantor. ada masalah?" tanya pria itu sambil menyodorkan sekaleng bir yang di terima pria itu.
" masalahku tidak jauh-jauh dari kyungsoo hyung, kau tahu itu" ujar pria itu berusaha untuk tersenyum meskipun jelas senyum itu dipaksakan
" dia masih tidak bisa mengingatmu?"
" aku tidak mempermasalahkan itu sekarang"
" lalu?"
pria itu berbalik memunggungi terali besi dan mendongak, menatap kearah langit malam yang terlihat sangat kosong. dia memejamkan matanya membirakan udara malam menyapu wajahnya.
" waktunya sudah dekat hyung, tragedi itu akan terulang lagi dan aku belum siap untuk itu"
Advertisement
- In Serial109 Chapters
Common Sense of a Warrior
I was born to a Marquess military family; my father is a hero of the country. Motivated by my mother’s death one night in a burglary, I too resolved to study the blade. My aim was to join the army just like my father, and to avoid repeating my mother’s tragedy. Unexpectedly, despite my gender, my swordsmanship grew strong… However, my ambition ended when I learned that women could not enroll into the army. Furthermore, although I hadn’t received even a single lesson in proper etiquette, I suddenly had my engagement set with a Ducal House that had churned out prime ministers for generations…
8 384 - In Serial32 Chapters
In Pieces (BL)
[Isekai BL] A depressed slacker transmigrates into a medieval world as a ruthless General with a reputation for torture. Now he has to deal not only with his own deeply disturbing issues but also with the General's additional baggage, as well as with a young royal who grows dangerously obsessed with him.
8 156 - In Serial43 Chapters
Loving You Differently
Aria Adkins only cares about three things: 1.) the bills piling up on her kitchen counter.2.) getting her sister out of their dead-end hometown and off to college.3.) keeping the bottle of Jim Beam out of her heartbroken, alcoholic mother's reach.Closed-off and content as one can be with a never ending routine of crappy part-time jobs and the task of cleaning up broken whiskey bottles, Aria is used to dealing with things by herself; especially after her father runs off and she's forced to step up to the plate and solely care for her dysfunctional mother and younger sister. At twenty-one, Aria sticks to herself and has no time for men, romance, and most of all, love. After witnessing the demise of her parents' train wreck of a marriage lead to a cycle of adultery, addiction, and abuse, she swears to herself that she wants no part in any of it.That all changes when she crosses paths with tall and tattooed New Orleans native Austin Delaney, who weasels his way into Aria's heart and refuses to let her maneuver life alone. First, he offers her a job. And then? The promise that he's not going anywhere.• Highest Ranking: #1 in New Adult Romance, #4 in Adult Romance, #22 in Romance •
8 147 - In Serial6 Chapters
Death Unto All
Natalie had lived an...okay life. Unrequited love, minimal friends, the works. At least she had a good job–one that she liked, too. All of that went up in literal smoke after she did a favor for the aforementioned person whom she loved. Stopping a maniac hellbent on turning the heroes of the country into his own robot army. Things after that can't be too bad...right? /* This is a story for side character from my other story. It isn't required to read it–at minimum the first volume–but it does help. Since I'm much further along on my other story than this one, it will not have a set upload schedule. I will just upload when I can. I have zero idea how long that will be. Will (Eventually) contain yuri. */
8 119 - In Serial39 Chapters
My "Stepfather"
Her name is Nya and his name Trey and theres one thing in between them. Her mom.Nyas mom has always been a gold diggin bad mother ever since her dad left her mom and went MIA. She comes home with Trey one day introducing himself as her fiancé. Nya knows Trey as one of the most powerful and richest man in the world. What's gonna happen when they "fall" for eachother. *ik this is not a good description, this is my first story but please read*
8 174 - In Serial61 Chapters
Emperor's Pampered Cannon fodder
Being a modern free spirited girl, Gongsun Li couldn't accept her fate as a cannon fodder concubine when she found herself transmigrate into her favorite novel. So, she decided to ask the emperor for divorce and live a carefree life.But why does the icy cold emperor seems to explode like a raging volcano everytime she asks for a divorce?!Snippets:Gongsun Li was actually sleeping like a pig.A warm smile appeared in Zhu Zhen's face as he wrapped his arms around her tiny figure and pulled her closer ever so gently.Finding a sudden warmth, G.Li snuggled closer to the source in her deep slumber. She was so obediently lying in his arms, neither struggling nor cursing. Zhu Zhen wanted to stop the flow of time, then and there!"Silly stubborn wife, Why won't you obediently lie in my arms every night? Why won't you let me always hold you like this?", he whispered his complaints while nuzzling his nose in her hair.Suppressing the lump formed in his throat with a bitter smile he murmured,"Only if you would let me,Then I wouldn't be so desperate,Then I wouldn't be so hurt."Oh btw,this is my original story and all rights are reserved...😏
8 151

