《Timeless [ Kaisoo GS] ✔️》#12
Advertisement
Even when darkness came while walking on this far path
We held hands and were always together
Do Kyungsoo - Crying out
Entah apa karna keberuntungan atau refleknya dan si sopir mobil itu begitu tajam yang jelas dia selamat.
" nona! apa kau gila?! bagaimana jika aku menabrakmu! kau tidak lihat lampunya masih merah! aku tidak mau tanggung jawab urus saja luka mu sendiri!!" seru pria paruh baya itu sebelum akhirnya kembali melajukan mobilnya meninggalkan Kyungsoo yang tengah di kerumuni orang-orang.
Tidak ada luka yang berarti, hanya lacet di siku dan pinggulnya yang terasa sakit karna terbentur badan jalan. Gadis itu langsung menoleh, mencari orang yang berkemungkinan besar mendorongnya dan dia hanya melihat seorang gadis yang tengah menutupi wajahnya sebatas hidung menggunakan tudung jaketnya dan menyeringai sebelum beranjak pergi dari balik kerumunan.
" Soo~ya gwaenchana? mana yang sakit katakan padaku eoh?" ujar Jong-in yang tiba-tiba muncul dengan wajah panik dia bahkan meneliti setiap jengkal tubuh Kyungsoo yang membuatnya mencengkram tangan Jong-in.
" Gwaenchana. . ." ujar Kyungsoo sambil berusaha mengulas senyum. tapi tidak dengan Jong-in, pria itu langsung mengangkat tubuhnya dan membawanya pergi dari jalan. Kyungsoo bahkan masih bisa merasakan tangan pria itu yang gemetaran.
"Aku baik-baik saja Jong-in~a. . . kau tak perlu. . "
"aku perlu Soo~ya. . . " potong Jong-in dengan mata yang menatap tajam kearah depan menuju mobilnya.
"karna aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri jika kau terluka "
***
Kris menyentak jas yang ia kenakan setelah turun dari mobil menatap tajam beberapa orang sudah berjejer menyambutnya dan seperti biasa, sekretarisnya, Ong Seongwoo berada di belakangnya. Dia tampak tidak menyukai tempat dimana dia berdiri sekarang, rumah besar yang menghancurkan keluarganya, tidak bukan rumah itu, tapi orang yang ada didalamnya yang menyerupai iblis. Pria itu bahkan tidak berniat untuk menyapa beberapa orang yang mungkin sengaja di pasang untuk melindungi rumah itu.
Pria itu terus berjalan mengikuti pengawal yang mengarahkannya hingga sampai di hadapan pria paruh baya yang tengah duduk dengan angkuhnya, membuat siapapun enggan mendekat atau mungkin menyapanya.
" kau datang juga, duduklah" ujar pria itu sambil meletakkan gelas yang ia pegang dan mengulas senyum yang sama sekali tidak indahkan oleh Kris, pria itu hanya membungkuk lalu duduk di hadapan pria itu, menatap dengan dingin pria paruh baya di depannya.
"Kapan kau datang ke Korea"
" kurasa anda tidak perlu berbasa-basi tuan, karna jelas anda tahu kapan saya mendarat disini"
" bagaimana dengan istrimu, kudengar . . ."
" sejak kapan kau peduli? Bahkan putramu meninggal di tangan putrimu sendiri saja kau bungkam." potong Kris yang terdengar sangat dingin, entah mengapa dia tidak suka dengan pria dihadapannya yang dulu sempat ia panggil ayah menanyakan kehidupannya. Tidak setelah kematian Sehun yang jelas merupakan putra kandungnya.
" ambil alih lah perusahaan karna aku sudah tua." ujar pria itu sambil mengangkat cangkir teh yang ada diatas meja lalu mengesapnya perlahan. Kris tidak menyadari bahwa tangan pria pruh baya didepannya gemetaran.
" Sudah kukatakan aku tidak butuh hartamu dan jika itu yang kau inginkan lebih baik saya pu. . "
" Yeon hee" potong pria itu tepat saat Kris berdiri untuk pergi meninggalkan ruangan itu. Pria tua itu meletakan sebuah amplop cokelat yang cukup tebal diatas meja yang membuat Kris menyeringit bingung dengan maksud pria tua itu.
" bacalah maka kau akan menemukan dimana Yeon hee" ujar pria itu lagi sambil meletakan cangkir itu diatas meja, bahkan senyum pria itu sedikit membuat Kris sakit. Terlalu lembut untuk ukuran tuan Oh yang terkenal dingin.
Dia memang menyadari bahwa pria dihadapannya ini sangat berbeda dari terakhir kali dia melihatnya, dia terlalu kurus dari sebelumnya bahkan dia bisa melihat sebuah plester luka kecil di punggung tangannya yang sangat jelas menujukan bahwa pria itu tidak baik-baik saja, terlebih senyum yang sama sekali tidak lepas dari wajahnya, sangat berbeda dari sosok pria tua yang ada diingatannya.
Advertisement
Kris melonggarkan dasi yang melingkar erat di lehernya lalu duduk kembali dikursi yang sama dan langsung mengambil berkas yang ada diatas meja. Wajahnya memperlihatkan bagaimana isi dokumen yang ada ditangannya yang bahkan tanpa dia sadari dia sudah merepas ujung dokumen yang dia pegang.
" dan satu permintaanku," celetuk pria itu yang membuat kris mengangkat kepalanya untuk menatap pria dihadapannya
" tangkap putriku itu hidup atau mati"
" putrimu? lucu sekali, kau yang membuatnya tumbuh seperti monster sekarang kau berniat menyuruhku membunuhnya? " ujar Kris sinis sambil menyerahkan dokumen itu pada Seongwoo
" Ya. kau benar, setelah itu kau boleh membunuhku dan sebelum itu, tanda tangan ini " pria tua itu bahkan sama sekali tidak menyangkalnya yang membuat Kris makin kesal, bahkan sangat jelas terdengar gemeletuk gigi pria itu.
" Sebenarnya apa yang kau inginkan"
" Manfaatkan saja pria tua ini selagi dia masih hidup dan yah hartaku ini sebagai kopensasi agar aku bisa melihat anak dan istrimu" ujar pria tua itu tanpa ragu bahkan hampir bisa di bilang terlihat sangat bahagia dengan ucapan yang baru saja dia katakan yang membuat Kris tidak tahan hingga dia langsung bangkit dari kursinya dan berjalan kearah pintu.
Pria paruh baya itu hanya menghela nafas sambil menyandarkan punggungnya ke punggung sofa menghilangkan ketegangan di bahunya. yah. . .dia hanya pria tua yang kesepian dan meratapi kebodohannya.
" namanya Tao, Hwang Zi Tao" ujar Kris yang sama sekali tidak berniat membalik tubuhnya untuk sekedar menatap pria tua itu yang terlihat sangat bahagia mendengar apa yang Kris ucapakan.
" aku akan meminta istriku untuk mengunjungimu nanti dan lagi. . ."
" Jangan seperti itu lagi, karna kau tidak terlihat seperti dirimu, Abeoji" lanjut pria itu sebelum kahirnya menghilang dari balik pintu itu.
***
" Tunggu Zhang seongsaengnim, bagaimana bisa. . ."
" tidak adil jika kau berada di bangsalku Do Kyungsoo~sii." potong Yixing yang membuat Kyungsoo akhirnya bungkam, karna memang yang dikatakan Yixing semuanya benar. Sangat tidak adil jika dia di bangsal penyakit kejiwaan sedangkan residen lain berada di bangsal yang bisa di bilang untuk tidur saja sulit.
Yixing menghela nafas lalu menepuk bahu Kyungsoo yang membuat gadis itu mengangkat kepalanya .
" Aku tahu kau ingin belajar lebih banyak di bangsal ini, hanya saja kau juga harus tahu rasanya sebagai dokter karna kau dokter Kyungsoo~ya dan akupun tahu UGD bukan tempat yang mudah untuk residen, bahkan aku sekalipun, tapi setidaknya kau bisa belajar dari sana." ujar Yixing berusaha memberikan pengertian pada gadis dihadapannya.
Memang alasannya memindahkan Kyungsoo ke UGD memiliki alibi yang kuat_untungnya memiliki alibi yang kuat walaupun alasan sebenarnya karna permintaan Suho yang membuatnya mau tidak mau membuang gadis itu ke bangsal UGD. Dia bahkan bisa melihat kekecewaan yang tergambar di wajah gadis itu tapi semua ini juga demi kebaikannya.
"ah. . . bagaimana jika begini saja, kau ku beri izin untuk menangani Yanxi, karna ku rasa dia lebih terbuka denganmu di bandingkan dengan ku" celetuk Yixing yang membuat Kyungsoo seketika mengangkat wajahnya yang terlihat berbinar, seolah dia mnadapatkan jackpot yang sangat menguntungkannya.
" benarkah, Zhang seongsaengnim?! Tuhan terimakasih" jerit gadis itu yang langsung menghambur, memeluk Yixing yang membuat gadis itu tersentak kaget dengan gerakan implusif Kyungsoo, namun deik berikutnya dia langsung tersenyum sambil menepuk punggungnya.
" Syaratnya kau harus menyelesaikan tugasmu di UGD baru kau bisa menemui Yanxi. ah. . . kau bisa menemuinya sekarang"
" Zhang seongsaengnim, kau yang terbaik!"
" berhenti bertingkah seperti anak kecil! sudah sana pergi. " perintah Yi xing yang langsung mendapat anggukan semangat yang membuat gadis itu seketika berlari meninggalkan Yixing.
"Yak! jangan lupa laporanmu!"
***
" jadi kau di pindahkan ke UGD eonnie?" tanya gadis itu yang bahkan terlihat hampir menangis yang membuat Kyungsoo hanya tersenyum sambil mengalungkan lengannya di bahu gadis itu.
Advertisement
Disinilah mereka berdua, ditaman rumah sakit dengan tangan yang masing-masing memegang cup ice americano. Kyungsoo sengaja mengajak gadis ini keluar untuk menghirup udara segar sekaligus melihat respon gadis itu pada keramaian dan yah, gadis itu masih terlihat ketakutan hingga dia selalu bersembunyi di punggungnya bahkan saat dia kafetaria dia sama sekali tidak berani melepaskan cengkaramannya dari lengan Kyungsoo dan menyembunyikan wajahnya dipunggung Kyungsoo.
" hei kau tak perlu sedih seperti itu, kau kan sudah boleh keluar dari kamarmu " ujar krungsoo sambil mengusak rambut gadis itu.
" tapi kau jadi sangat sibuk. menyebalkan" sunngut gadis itu yang membuat Kyungsoo tersenyum geli, gadis ini memang baru berusia 20 tahun, masih di bilang anak-anak.
" aku masih bisa kekamarmu, Zhang seongsaengnim sudah mengizinkanku untuk itu tenang saja" ujar Kyungsoo yang kali ini membuat gadis itu tampak tersenyum dfengan binar diwajahnya.
"wooo. . . kau keren eonnie"
" kau juga keren, jangan pernah berpikir kau sendiri lagi, arra?" gadis itu hanya mengangguk, menjawab ucapan Kyungsoo yang membuat Kyungsoo kembali mengusak kepalanya. yah gadis itu tampak lebih baik dari sebelumnya dengan kaki dan tangannya yang terikat dan terlihat ketakutan pada siapapun yang yang terlihat di depan matanya.
" ah. . . Yanxi~ya, kau memiliki keluarga?" celetuk Kyungsoo yang seketika merubah air muka Yanxi, gadis itu langsung menunduk lalau menggeleng sebagia jawaban.
" maaf bukan maksudku, tapi jika kau tidak ada tempat untuk pulang kurasa aku bisa menyarankanmu tinggal di panti asuhan yang ku kenal. Kau mungkin bisa membantu suster disana dan aku tentu akan mengujungimu, kau mau?" Yanxi masih saja diam sambil menatap kakinya yang berayun karna tidak sampai menyentuh tanah terlebih kakinya yang masih terbungkus gips.
"jangan takut mereka tak akan menyakitimu"
" apa aku masih belum sembuh?" gumam gadis itu yang masih saja menunduk.
" kau sudah sembuh. siapa bilang kau sakit."
" angkat kepalamu, kau tidak akan menemukan uang di tanah yang ada kau malah akan jatuh tersandung" celetuk Kyungsoo yang membuat gadis itu seketika mengangkat kepalanya.
" kalau kau menunduk seperti itu, sama saja kau lemah, Yanxi~ya, kau akan terlihat sangat lemah sekalipun kau kuat dan kau akan terus diremehkan meskipun mereka tidak pantas meremehkanmu. Jadi, angkat kepalamu dan tatap orang yang bicara padamu agar tidak ada lagi yang meremehkanmu." terang Kyungsoo yang membuat Yanxi langsung menatap kagum mendengar ucapan Kyungsoo.
" kenapa keren bukan? sayangnya itu bukan kata-kataku. seseorang pernah mengatakan hal itu pada anak kecil dan tanpa sengaja aku mendengarkannya."
***
Suho menatap orang yang berada disudut cafe yang baru saja ia masuki dengan tatapan tidak suka, sedangkan pria yang berdiri disamping pria itu langsung mengenalinya dan membungkuk memberi salam hingga pria yang sejak tadi terdiam menyadari kehadiran Suho ikut berdiri. Dengan langkah gontai, suho berjalan mendekati pria itu.
" lama tak bertemu Suho~ya. . ." sapa Kris sambil mengulurkan tanganya kearah Suho hanya saja pria itu sama sekali tidak berniat membalasnya, dia langsung duduk dan menatap tajam kearah Kris.
" katakan saja apa yang kau inginkan, Kris, aku cukup lelah untuk basa-basi"
" kau berubah banyak ternyata"
" setelah tahu kau dalang dari kematian Sehun dan tragedi yang menimpa adikku, tentu aku harus berubah bukan?"
Kris sedikit tersentak kaget saat mendengar pernyataan Suho tapi dia juga tidak berniat mengelak saat ini karna memang itu yang sebenarnya. Pria itu langsung memberikan isyarat pada sekretarisnya untuk memberikan berkas yang sejak tadi ia bawa ke pada Suho.
" Kyungsoo dalam bahaya, kau tak akan bisa mengenali Yeon hee yang sekarang bahkan aku juga termasuk. itu semua berkas yang kau perlukan untuk menjebloskan aku dan adikku kepenjara walaupun semua itu tidak akan mengembalikan Sehun tapi setidaknya aku bisa menebus sedikit rasa bersalahku."
"kuharap kau menggunakannya dengan baik, hubungi aku jika kau perlu bantuan, karna aku sudah tak peduli adikku ditemukan hidup atau mati."
***
" Yaa. . sebentar. ." teriak Chanyeol sambil menarik paksa kaus yang ada dilemarinya lalu memakainya langsung, mengabaikan tetesan air dari rambutnya. Pria itu melempar handuk yang tadinya memilit di pinggangnya yang sekedar menutupi bagian intimnya lalu di gantikan dengan celana dalam dan celana training hitam.
Pria itu kembali mendengus kesal saat bel rumahnya kembali terdengar, membuat pria itu tanpa sadar membanting pintu lemari lalu membuka pintu kamarnya kasar, bel itu berbunyi di tengah acara mandinya dan terus berbunyi memekakan telinga karna terdengar tidak sabaran yang membuat pria itu berniat menyemprot siapapun yang berani mengusik ketenangan apartementnya ini, sekalipun hanya dia penghuni lantai ini. dan dia gagal marah saat melihat sosok gadis yang entah bagaimana bisa terlihat begitu menawan dengan senyum yang jarang sekali di perlihatkan untuknya, bahkan seolah terjadi slow motion di matanya saat melihat gadis itu sekarang.
" aku balas dendam, habis mandi ya? Kau punya wine?" ujar gadis itu yang langsung menerobos masuk kedalam apartement Chanyeol, sedangkan pria itu masih membeku di depan pintu dengan tatapan kosong seolah nyawanya terbang entah kemana.
" Yak! Park dobi!"
" Ye?" jawab Chanyeol yang membuat Baekhyun hanya bisa menggelengkan kepala bingung dengan tingkah pria itu, bahkan baru saja dia menyahut dengan sangat formal.
"aku tahu aku cantik, tapi jika kau berdiri didepan pintu seperti itu, siapa yang akan memberikan ku wine!"
"Aa. . . yak tunggu! bagaimana kau bisa masuk, Baek?" seru pria itu sambil menujuk kearah Baekhyun yang hanya menghela nafas sambil mengeleng heran dan memilih menyusuri apartement pria itu sendirian_lebih tepatnya menengok isi kulkas pria itu.
" kepala mu terbentur ternyata astaga. . ." gumam gadis itu berbeda dengan mulutnya, wajah gadis itu terlihat sangat bahagia karna baru saja menemukan harta karun di balik lemari pendingin khusus yang sejak pertama mencuri perhatian gadis itu.
Bahkan tanpa ragu gadis itu langsung menyisir deretan brand wine yang berjejer rapi dan tanpa perlu pria itu jelaskan Baekhyun sudah tahu bahwa pria itu menyusunnya berdasarkan tahun pembuatannya.
" sedang apa kau disini"
" kau tidak dengar Park Chanyeol~sii?? Balas dendam." ujar gadis itu penuh penekanan dengan sebotol wine di pelukannya lalu menutup pintu lemari pendingin itu dengan pinggulnya dan meninggalkan Chanyeol yang masih membuntutinya.
"Rumah mu lumayan juga, kau tidak keberatan aku mencuri minumanmu bukan? kau ada game baru?" tanya gadis itu yang dengan mudahnya mengganti topik hingga membuat Chanyeol yang pada dasarnya masih linglung dengan kemunculan gadis itu membuatnya makin bingung untuk menjawab pertanyaan Baekhyun.
Sedangkan gadis itu sejak tadi berputar-putar entah mencari apa yang jelas sedikit mengerutu karna tak menemukan benda yang dia cari hingga matanya menemukan korek api dan meletakan botol wine diatas meja lalu membakar leher botol itu yang perlahan mengakat Cork_sponge yang menutup botol wine itu.
Chanyeol yang melihatnya hanya mendesah sebelum akhirnya merebut wine itu lalu membukanya dengan alat pembuka botol wine dan dengan sekali tarik lalu memberikan gelas yang cukup mewah untuk wine.
" waa. . . peka sekali. Jadi kau mau membelikan game terbaru, atau kau mau bertanding di LoL_League of Legend dengan ku? Eum. . . kurasa CSGO_Counter Strike Global Offensive juga seru, kau mau bertanding? tunggu . . . kau pun. . ." ucapan gadis itu tercekat saat Chanyeol tiba-tiba mengangkat tubuh Baekhyun lalu mendudukannya diatas meja makan bersama dua gelas wine yang sejak tadi memang berada disana.
" Baiklah Byun Baekhyun, kau tahu aku sedang mengincarmu bukan? jadi kenapa seolah seakarang kau tengah melemparkan diri padaku hm?"
" dan kau terlihat bodoh, tentu saja aku ingin melihatmu kelimpungan " ujar gadis itu yang kali ini malah dengan sengaja melingkarkan lengannya di leher Chanyeol membuat pria itu menelan ludahnya dengan susah payah.
" kau sedang menantangku hm?"
" yah. . . aku memang dari tadi menantangmu berduel. Kau pilih mana LoL atau CSG. . ." Ucapan Baekhyun tercekat saat Chanyeol dengan rakusnya memangut bibi gadis itu, mengesapnya bahkan mengigitnya untuk memperoleh celah agar dia bisa menjelajah rongga mulut gadis itu.
Pria itu bahkan tidak memberikan jeda untuk sekedar menarik nafas dan parahnya lagi, Baekhyun seolah juga ikut hanyut dalam permainan Chanyeol meskipun di masih sedikit memiliki kendali dirinya sendiri. Gadis itu memberontak dengan memukul dada Chanyeol agar dia segera melepaskan pangutannya.
"kau mau membunuhku huh?" dengus gadis itu sambil mengusap saliva yang membasahi bibir dan dagunya lalu menenggak kasar wine langsung dari botolnya membiarkan wine yang sudah tersedia di gelas.
" sayangnya aku ingin berduel denganmu di ranjang, eotthe?"
***
" Yak! kenapa kau membawaku kesini?!" Ujar Kyungsoo
" siapa suruh kau tidur, ayo turun." kekeh Jong-in sambil melepas seatbelt yang melingkar di tubuhnya dan Kyungsoo. Kyungsoo sendiri masih kaget saat mengetahui dimana dia sekarang, salahnya memang yang tidur selama perjalanan. Entah mengapa hari ini sangat melelahkan bagi Kyungsoo dan beruntung dia di perbolehkan pulang hari ini. Namun sayangnya pria ini mengacaukan jadwal tidurnya dengan membawanya kesini, pantai. Entah orang gila mana lagi yang rela menyetir mobil berjam-jam untuk sekedar melihat pantai.
" bukankah aku sudah bilang jika aku dipindah ke UGD mulai besok?!" dengus Kyungsoo tak terima yang hanya di balas dengan senyuman lalu meninggalkan Kyungsoo sendiri didalam mobil sedangkan pria itu langsung pergi kearah bibir pantai.
Bahkan yang terlihat sekarang hanya lampu kecil dari nelayan yang tengah melaut dan pantulan cahaya perumahan di permukaan laut, tentunya suara deburan ombak dan semilir angin dingin yang berhembus membelai rambut mereka berdua.
Dua hari terakhir Jong-in memang terlihat lebih pendiam dari biasanya dan sedikit lebih dingin terlebih sejak kejadian saat dirinya hampir di tabrak mobil membuat pria itu tak pernah melepasnya barang sejengkalpun terkecuali di rumah sakit.
Seperti sekarang, dia duduk di tepi pantai membenamkan jari kakinya kepasir dan menatap lurus kearah laut malam dalam diam. Bukan hanya Jong-in, kakaknya pun sama, bahkan akhir-akhir ini pria itu tampak berantakan saat tiba dirumah, tak bisa diajak bicara atau bahkan bercanda barang secuil.
" ada yang ingin kau katakan padaku, Jong-in~a?" tanya Kyungsoo sambil memposisikan diri duduk disamping pria itu dan ikut menatap kearah laut.
" kau ingat batu Amber milik Sehun?"
Advertisement
- In Serial100 Chapters
Contract Marriage || J. Jk [Completed]✔ [Editing]
HR #40 in bts fanficHR #313 in fanfic(If you are thinking that this is just another cliché story with a helpless female and a 'come to me' male lead then yes you are right or maybe you are not!)〖 Warning: This book is not edited. I wrote back then in 2017 when I was new to wp. No hate comments. 〗❝One day someone will walk into your life and make you see why it never worked out with anyone else.❞__ _ __ _ __Her life changes when she is married to the hottest guy of the century, their marriage is nothing but a written contract. They decide to fulfil their wills in the name of 'contract marriage' but then fate has something else to say... and when fate interferes... everything connects or even worse.. breaks...Story of a written contract and unwritten love... Story of a glass girl with no class and a badass playboy..〖 Point 5: 'Husband and wife to the world but nothing to each other under the roof' 〗_________________❝You don't choose LOVE... LOVE chooses you...!!!❞You will love this if you love philosophies, angst and quotes.100k on 25 May 2018🎉1M on 08 Nov 2019Drafted- 15 AUG 2017Published- 18 AUG 2017Ended- 26 April 2018Highest Ranking so far:13 DEC 2017Ranked #313 in Fanfiction.Ranked #40 in btsfanfic
8 330 - In Serial82 Chapters
Transmigrated Into A Blind Woman's Body
"What?!?!" Seeing nothing in her view, she then opened her eyes that had a blindfold covering around her eyes. Seeing colors appear before her as she saw blue in her view, then feeling sadness from above which made her heart ache. 'Is this... another sense... for my eyes.' Thinking about it, she did not know if any of this was real or not. "Ning'er! Your awake!" Hearing a woman say, she was hugged by the woman when she could not see who they were. "My silly daughter! Why did you jump into that pond?!" Hearing the woman crying, she had no idea who this was. 'W-Where did I end up at?!' Not knowing where she had gone, her mind ran with thoughts since the last thing she could recall was the sound of the bus that she took crashing. ***Time skip..."Are you really fine with a blind woman like me as your wife?" Lin Ning asked the man who had propsosed to her. "How many times have I told you." Wrapping the woman with his single arm, he sealed her lips with his. "Do not ever call yourself a blind woman. You are the woman that I chose out of all of them." "But..." "Do you regret falling in love with this cripple man?" Cutting her off, he did not allow her to finish.***Can Be Found On: -Wattpad-Patreon-Scribble Hub-RoyalRoad
8 252 - In Serial59 Chapters
Untouched (BWWM)
Completed ✔"Damn she's thick." We both hear. I move to step over towards him. Eureka holds my arm drawing my attention back on her. She gets on her tippy toes. I brace forwards to cut the gap between us. Eureka holds around my neck putting her face to my ear. That's when I hear her whisper. "There's no need for you to get upset. He can only look, and not touch because I'm yours." I stiffen in my jeans. Getting aroused from her boldness. But I take it one step further. Gripping her neck. Detka holds my arm tighter. Lighty moans where only I can hear. I stand up straighter holding her against me by her neck. Looking at the cashier who is still watching her. I cough getting his attention. "Uhmm. Thank you but our groceries won't ring up themselves." He looks at me now. I smirk at him, taking Eureka's hand. "Also it's not nice to stare at what isn't yours." Eureka squeezes my hand. "Behave." She mutters. I ignore her and finish unpacking what's left. >>> What folks are commenting >>>"I love the story it's different from other stories I read. It'a so refreshing just seeing two people fall in love without all the drama. I love how they communicate with each other and how they plan to be with each other forever." ~ @melanin_poppin7"I have loved this story from the start. Their journey has been exciting in that its been between two folks just living an everyday we can relate to but still so attention keeping." ~ @787ralexis"This chapter was on fire 🔥!! Kira is everything!!" ~ @TrinkyWiggy"I swear I've read this book 5 times already but it's an experience of love and respect I love it sooo muchhhhhh" ~ @zozoDabananaHighest rankings #2 goodbook#2 architecture #5 thick#5 curvy #6 white #7 interracial#10 romance
8 206 - In Serial8 Chapters
Sky High. [Sal x Larry]
So I know I should be working on my other stories or whatever. BUT SHUT UP I LOVE THIS SHIP.The plot is that larry likes sal. And sal doesnt know it so larry fucks everything up and now sal hates him but thats the whole story and we start at the beginning. ALSO LISA NEVER MARRIES HENRY warningSelf harm
8 80 - In Serial48 Chapters
Royal Jester
Rated Mature for strong language and sexual themes ~~~Ana shrieked and frantically shielded her eyes as a very male, very naked man entered the room. "Holy fuck," she heard the man say, or rather shout, before the sound of something crashing to the floor met her ears. She spread her fingers slightly, peeking through to assess the damage. "Don't look!" She clamped her eyes closed."Who are you?" Ana resisted the urge to peek once more as she heard him move around."Better yet who the hell are you," he bit back sharply and she resisted the urge to flinch at the unnecessarily harsh tone."Do you live here?" "No," he deadpanned. Her eyebrows furrowed in slight confusion. "I'm just in a random ass college dorm walking around naked. What do you fucking think, Sherlock?" He sneered and she bit the side of her cheek to hold back the oncoming eyeroll. Leave it to the second college student Ana comes across to be a total jerk."Well then I do believe that makes me your roommate."~~~All Princess Anastasia wanted was to get through college quietly, receive her degree and enjoy the simplicity of life in the process. But, after her first day ends on bad terms with one of her new roommates, it starts a series of prank wars that completely destroys every hope she ever had of living like a normal person.Except for the fact that maybe her new roommate isn't actually so bad after all. And maybe - just maybe - he's actually kind of wonderful. ~~~
8 345 - In Serial29 Chapters
So close yet so far
Ever wondered what would have happened if Dev and Sonakshi would have stayed together even after signing the prenuptial agreement?This story is private.
8 192

