《[✓] Mate || Park Jihoon》Chapter 5.
Advertisement
Jihan terus menggelengkan kepalanya tak percaya dengan sesekali tertawa kecil yang membuat mama dan papanya serta orang tua dari pria itu menatap bingung kearah Jihan.
"Haha dia yang dijodohin sama aku?!." Ucap Jihan tertawa sambil menunjuk kearah pria itu,"Ini gak salah?! Mungkin mama sama papa salah orang gitu, gak mungkin dia kan pa?!." Ucap Jihan langsung mendadak serius.
"Benar jihan, dia pria yang dijodohkan sama kamu." Ucap Papa.
"Kamu ini kenapa si aneh banget, kalian udah saling kenal memang nya?!." Tanya Mama.
Jihan mengerucutkan bibirnya dengan wajah kesal sekaligus sedih saat tahu pria yang dijodohin oleh nya adalah seseorang yang membuatnya darah tinggi setiap saat.
"Park jihoon, jodoh aku?! Gak, ini pasti mimpi buruk." Ucap Jihan menggelengkan kepalanya.
Pria yang dijodohkan adalah jihoon anak dari park Hyungsik dan Park Shoji.
"Biasa aja kali, gak pernah ya dapat jodoh ganteng kaya park jihoon." Ucap Jihoon dengan tingkat kepedean nya yang membuat Jihan ingin sekali menimpuk kepalanya menggunakan high heels miliknya.
"Dih, dengar ya aku malahan gak pengen banget dijodohin sama cowok menyebalkan kaya kamu!."
"Yang mau dijodohin sama kamu juga siapa?! Gak ada, kalo gak suka yaudah batalin aja."
"Dih kok nyuruh-nyuruh, kamu aja yang batalin."
"Yaa! Sudah-sudah, kenapa jadi bertengkar seperti ini, kalian berdua sudah saling kenal rupanya." Ucap tuan Hyungsik.
"Kami satu kampus satu jurusan juga, gimana gak kenal, terlebih lagi dia selalu menggangguku di kampus." Ucap Jihan melipat kedua tangannya di dada.
"Jihoon mengganggu kamu, Jihan?!." Tanya nyonya Shoji.
"Iyah Tante, aku selalu dibuat kesal setiap ketemu sama cowok nyebelin kaya dia, apalagi Nih ya Tan, tadi di kampus dia dengan jailnya coret-coret wajah aku saat aku ketiduran di perpustakaan." Adu Jihan.
"Ck, pengaduan dasar." Sarkas Jihoon, Jihan menjulurkan lidahnya untuk meledek jihoon.
"Tante! Om! Jihoon selalu buat aku kesal di kampus, bahkan kemarin saat pulang dari kampus baju Jihan kotor gara-gara jihoon bawa motornya kebut-kebutan di jalan, bukanya minta maaf malahan meledek Jihan."
"Yaa! Kau lama-lama lemes juga ya mulutnya." Ucap jihoon.
"Benar apa yang di bilang oleh Jihan, kalo kamu selalu mengganggunya, park jihoon?!." Tanya Tuan Hyungsik.
"Iyah pa, tapi kan jihoon cuman bercanda doang gak ada maksud lain." Ucap Jihoon.
"Bohong om, masa bercanda setiap hari udah gitu gak mau minta maaf lagi ke Jihan." Ucap Jihan yang membuat jihoon menatapnya tajam.
"Jadi kamu yang buat anak saya selalu kesal, jihoon." Ucap papa Jihan menepuk pundak jihoon dengan nada datarnya.
Melihat jihoon menelan Saliva nya kasar saat menatap wajah papa Jihan yang seperti ingin memarahinya membuat Jihan tersenyum puas.
"Ma-maaf om." Ucap jihoon.
Papa Jihan menggelengkan kepalanya lalu kembali menepuk pundak jihoon dan mencengkram kuat.
"Saya tidak menyangka kalau ada yang membuat anak saya kesal seperti ini, dan kamu tau?! Saya suka dengan cara kamu, buatlah Jihan selalu kesal supaya kalian semakin dekat."
Advertisement
Jihoon terkejut mendengar ucapan papa jihan, ia pikir papanya Jihan akan memarahinya karena telah mengganggu anaknya, namun, ia salah malahan sekarang papa Jihan tersenyum lebar menatapnya.
"Om gak marah dengan saya?!." Tanya Jihoon.
"Untuk apa om marah dengan kamu, malahan om mendukung kamu untuk mengganggu Jihan, tapi ingat, jangan sampai melukai Jihan." Ucap papa Jihan.
"Siap om haha." Ucap Jihoon lalu menatap kearah Jihan dengan tatapan meledeknya.
"Ih papa kok malahan ngebelain jihoon si." Ketus Jihan.
"Lho, kenapa memangnya?! Papa suka dengan cara jihoon yang menggangu kamu, kalo begini caranya kan kalian tidak perlu pendekatan, benarkan tuan Hyungsik?!."
"Benar, saya sangat setuju dengan anda haha." Ucap tuan Hyungsik.
"Ya sudah, karena jihoon dan Jihan sudah saling kenal, bagaimana kalo kita bahas perjodohan ini sekarang?!." Ucap mama.
"Saya setuju, kalo bisa kita percepat saja untuk pernikahan mereka juga." Ucap nyonya Shoji, sontak mereka berdua membulatkan matanya terkejut.
"Dipercepat?! Astaga, ma jihoon masih kuliah belum kerja, mau di kasih makan apa gadis cerewet ini." Ucap jihoon.
"Yaa! Gadis cerewet kau bilang!." Sarkas Jihan.
"Kau kan memang cerewet." Ketus jihoon.
"Aish, papa lihat sendiri kan bagaimana menyebalkan nya pria ini!." Sarkas Jihan menunjuk ke arah jihoon.
"Jihan sudahlah, pria seperti itu sudah biasa lihat saja nanti jika sudah berumah tangga pasti sifatnya akan lebih dewasa, sudah tidak apa-apa." Ucap Papa mengelus rambut jihan.
"Kamu juga jihoon, jangan buat calon istri kamu kesal terus." Tegur tuan hyungsik, jihoon memutar bola matanya malas.
"Sudah, Jihan ayo duduk samping mama sini." Ucap mama, Jihan pun duduk di sofa samping mama nya.
"Mari kita mulai saja, kalian berdua sudah tau kalo kami menjodohkan kalian berdua, dan kebetulan kalian sudah saling kenal jadi alangkah baiknya kita membahas tentang pernikahan saja sekarang." Ucap papa Jihan.
"Kenapa gak lamaran dulu saja?!." Tanya jihoon.
"Tidak perlu, sekarang juga kamu sedang melamar Jihan, papa sudah menyiapkan cincin lamaran untuk kalian berdua."
Jihoon tidak bisa berkutik mendengar papa nya sudah menyiapkan cincin lamaran saat ini, dibenak jihoon bertanya-tanya apakah seperti ini yang namanya lamaran, kenapa jatuhnya seperti keluarga nya yang ingin menikah bukan dirinya.
"Sebelum kalian berdua memakai cincin pertunangan ini, papa ingin bertanya dengan kalian, apakah kalian berdua sudah bersedia untuk menerima perjodohan ini?!."
Baik Jihan maupun jihoon keduanya saling diam dengan saling menatap, kemudian mereka berdua menganggukkan kepala secara bersamaan.
"Kami bersedia." Ucap mereka, kedua orang tua jihoon dan Jihan tersenyum lebar ketika mendengar kedua anak mereka akhirnya menyetujui perjodohan ini.
"Kalo begitu, jihoon pakaikan cincin ini di jari Jihan." Jihoon tak membantah ia langsung mengambil satu cincin dari kotak merah berbentuk hati itu, kemudian menyematkan cincin itu di jari Jihan.
"Jihan, giliran kamu sayang." Ucap Papa Jihan, sama seperti jihoon ia hanya bisa mengangguk dan memakaikan cincin itu di jari jihoon.
Advertisement
"Kami sangat senang karena akhirnya kalian bisa menyetujui perjodohan ini, jadi tidak perlu berlama-lama lagi pernikahan kalian akan di adakan seminggu lagi."
"Apa! Seminggu lagi." Teriak mereka berdua.
"Iyah, seminggu lagi, kenapa terkejut begitu?!." Tanya Tuan Hyungsik.
"Pa, yang benar saja, apakah itu tidak kecepatan untuk kami berdua?!."
"Iyah om, apa tidak bisa tunggu bulan besok saja gitu om?!."
"Tidak bisa Jihan, rencana ini sudah dipikirkan Mateng-mateng lagi pula bukankah lebih cepat lebih baik?! Kalian tenang saja dari gedung, catering dan yang lainnya itu sudah papa dan tuan hyungsik yang mengatur, jadi kalian hanya perlu foto prewedding saja."
"Tapi bagaimana dengan kuliah Jihan, pa?!."
"Jihan sayang dengar, kalian berdua masih bisa kuliah setelah menikah itu bisa kalian atur baiknya seperti apa berdua, untuk jihoon kamu tidak perlu khawatir papa sudah menyiapkan satu perusahaan untuk kamu jalankan di Korea, kamu bisa kuliah sambil bekerja nanti nya."
"Seterah Papa saja baiknya gimana, jihoon ikut saja." Ucap jihoon yang sudah pasrah.
"Kalo kamu bagaimana, Jihan?!." Tanya Nyonya Shoji.
Jihan menarik nafas panjangnya sebelum menjawab keputusan yang sudah dia pikirkan matang-matang.
"Baiklah, Jihan setuju saja, kalo memang ini yang terbaik untuk kami berdua."
Kedua orang tua mereka tersenyum lebar ketika mendengar keputusan anak-anak mereka yang lebih memilih untuk menuruti keinginan orang tua yang mungkin akan baik untuk masa depan mereka.
"Tapi jihan minta anak-anak kampus jangan sampai tau soal pernikahan ini, Jihan belum siap untuk mendengar ucapan mereka, gak apa-apa kan ma! Pa! Om! Tante."
"Itu bisa diatur sayang, kamu tenang saja." Ucap Mama mengelus rambut Jihan.
"Iyah jihan, kemungkinan tamu yang datang hanya dari kolega bisnis keluarga kita, teman-teman mama dan papa kamu juga, kalo kalian berdua mau undang teman dekat juga tidak masalah kok." Ucap Nyonya Shoji.
"Terimakasih tante." Ucap Jihan.
"Sama-sama sayang, mulai sekarang jangan panggil Tante, tapi panggil mama dan papa sama seperti jihoon yang akan manggil orangtua kamu dengan sebutan mama dan papa, karena sebentar lagi kita akan menjadi keluarga, oke sayang."
Jihan mengangguk,"Oke ma."
Nyonya Shoji mengelus rambut Jihan layaknya seorang ibu yang penuh kelembutan, setelah acara makan malam bersama diadakan mereka kembali mengobrol, lain halnya dengan Jihan dan jihoon yang sesekali menatap sinis satu sama lain.
"Oh ya jihoon, papa lupa setelah menikah nanti kalian berdua tinggal di rumah yang sudah papa belikan untuk hadiah pernikahan kalian ya."
"Iyah pa."
"Dan Jihan ingat pesan mama dan papa, setelah menikah kamu harus menuruti semua ucapan suami kamu, harus jadi istri yang baik, mengerti."
"Iyah mama, udah seribu kali mama bilang begitu sampai hafal banget aku sama ucapan mama."
"Haha mama kamu kan cuman mau ngingetin sayang."
"Aku tau papa."
Setelah acara makan malam juga sudah selesai, papa, mama dan Jihan mengantarkan keluarga jihoon di depan rumah untuk pulang karena hari sudah semakin larut.
"Tuan dan nyonya Park terimakasih atas waktu kalian datang ke rumah kami." Ucap papa.
"Sama-sama, seharusnya kami yang berterimakasih karena sudah diajak makan malam." Ucap tuan Hyungsik, lalu menatap kearah Jihan,"Jihan, kami pulang dulu ya, besok datang ke rumah biar jihoon yang mengantarkan kamu."
"Oh, baiklah pa, hati-hati ya kalian."
"Sampai jumpa lagi calon mantu mama." Ucap nyonya Shoji kemudian mencium kening Jihan.
"Hehe sampai jumpa lagi mama."
"Papa dan mama mertua jihoon pamit pulang dulu ya." Ucap Jihoon, kemudian menatap kearah Jihan,"Aku pulang dulu, sampai jumpa di kampus."
Jihan sedikit terkejut kala jihoon berbicara dengan nada lembutnya, ia bertanya-tanya angin apa yang merasuki tubuh jihoon sampai pria menyebalkan itu sedikit geser kearah normal.
"Malahan melamun lagi, gadis cerewet aku tahu aku itu tampan, tapi tidak perlu kamu menatapku seperti itu."
Mungkin Jihan salah, buktinya jihoon tetaplah jihoon, pria menyebalkan.
"Aish, sana pulang lama-lama tingkat kepedean mu semakin tinggi saja." Ketus Jihan.
"Haha sampai jumpa lagi calon istri." Ucap jihoon tertawa kecil lalu berjalan masuk kedalam mobil.
"Ck, mimpi apa si aku bisa dijodohin sama pria menyebalkan seperti dia." Sarkas Jihan dengan wajah kesalnya.
"Jihan kau pasti bahagia ya berjodoh dengan jihoon." Ucap mama.
"Bahagia?! Aku bisa gila ma setelah menikah nanti, udahlah aku mau ke kamar dulu mau istirahat." Ucap Jihan.
"Ada-ada saja kelakuan mereka berdua ya pa." Ucap mama tertawa kecil melihat tingkah Jihan dan jihoon.
"Biarkan saja ma, yang penting mereka sudah saling kenal jadi tidak ada kecanggungan lagi setelah menikah nanti." Ucap papa.
"Benar mama setuju, sudah ayo masuk ke dalam."
*****
Di sebuah rumah tepatnya di ruangan seorang pelukis yang hebat seorang pria sedang duduk di bangku diantara papan kertas putih beserta kuas dan cat berwarna-warni di sana, pria itu dengan serius melukis wajah seseorang yang berada di ingatannya dengan sesekali ia terlihat tersenyum tipis saat melihat hasil lukisannya.
"Selesai." Ucap pria itu saat lukisan yang ia buat telah selesai.
"Sesuai dengan keinginanku, lukisannya cantik seperti dirinya."
Pria itu tersenyum manis menatap lukisan seorang wanita yang sedang tersenyum, rambut hitam dengan sedikit poni di dahinya membuat lukisan itu seperti memiliki nyawa.
Sungchan, pria itu memiliki kemampuan melukis sesuatu dengan hebat, teknik melukis yang begitu indah dan menarik membuat siapa saja pasti akan kagum melihat hasil lukisannya.
"Aku akan menyimpan lukisan ini sebagai salah satu lukisan favorit ku."
Sungchan terus menatap lukisan itu, bahkan ia seperti sedang bertatapan dengan mata gadis dalam lukisan yang ia buat sendiri, siapa sangka kalau sungchan memiliki bakat layaknya pelukis terkenal di dunia.
Advertisement
- In Serial3409 Chapters
Super Gene
In the magnificent interstellar era, mankind has finally developed teleport technology, but when trying to teleport, they are not sent to the future, the past, or any land known to men…
8 376 - In Serial6 Chapters
Against The World!
In life, some people are born lucky… They are born in good families, They study in the best academies, They bed the prettiest girls, and go through their days living out their fantasies. Since birth Ethan had been given everything he ever wanted no matter how expensive, how rare or who the owner was, everything had a price. This was how Ethan's life was supposed to go, but alas, fate had other plans for him. Abruptly, everything he loved and valued was taken away from him in just one day. Without even a reason, his whole life was changed. After that day, Ethan swore to himself that he would take back control of his life. He would fight back and not allow the world to dictate his fate. Ethan made a choice. He chose to go against fate. He chose to go against the world! One Chapter a Day
8 132 - In Serial22 Chapters
World Blueprint: Variety of Life
The bond of two: man and girl, attempts to survive in all seven realities which inflicted with danger from invasion of unknown enemies in every world. Waltren Eragle was born with untreated-illness. He created World Blueprint, defeated a doctor's future vision that he would die in few years. With the power, he had been living simultaneously in seven realities: Blueprint Reality, Science Reality, ALIEN REALITY, Alchemy Reality, Rune Reality, Steam Reality, MAGIC REALITY. Though, the disease was about to coming back after eight years. Despite hopeless, he lived long enough, accepted his fate soon and prepared to pass this ability to someone else. After third selection who failed, he encountered a girl who seemed to be a unsure yet qualify to grand the right. However, as he was teaching her everything to know about World Blueprint, otherworld invasion occurred one by one in every reality. Siqura Selvona was grew up with debt left by his father. She and her mother were working day and night, chased the end month to dismiss the flowery-interest rate. As weight gone from her life, she thought everything would be greater when all of sudden his mother disappeared and treated by people as murderer. Have no idea what was going on, stressed from massive rumors, until when they started seeking a revenge. Peaceful was over, she was about to raise weapon with her bare flesh-hand, believed herself as daughter of criminal but a boy who she never met before rescue her. On next day, people somehow forget about her mother and blamed the tragedy to someone else. The boy who saved her acted like close childhood friend even though she had no recollection of relationship. With her mother still missing, she took connection who a completely stranger to her. Available on sites: Scribble Hub - https://www.scribblehub.com/series/81248/variety-of-life Royal Road - https://www.royalroad.com/fiction/29384/variety-of-life Wattpad - https://www.wattpad.com/story/210843130-variety-of-life Webnovel - https://www.webnovel.com/book/17174007506882105 Facebook Page: https://www.facebook.com/OcelintSteiner Amazon Page for Other Series: "Perfect Blueprint Volume 01 - Soul Hack" - https://www.royalroad.com/amazon/B07Y8SS7SD
8 163 - In Serial151 Chapters
A New Beginning
Sixteen years old Sachi, along with her fellow classmates dies in a school bus accident. But then are suddenly brought back to life in the divine realm where the Gods offer them another chance to be reborn in another world in order to restore peace. The only condition is that they have to form a covenant with each God, which will help them to gain a unique ability each and guide them on their journey of saving the world. The novel was previously titled as - When I Got Reincarnated As A Spider With My Goddess Note for readers : Please forgive me if you find the volume 1 terrific, but that was the time I started writing for the first time and it has improved considerably from volume 2 with volume 1 currently under a rewrite. So, if anyone wants to drop a review do it atleast after reading through volume 2 or volume 3. \_(ツ)_/ ̄ Join discord community to have access to a large number of illustrations related to the chapter and also keep getting informed about the chapter release dates and news. Join discord community - https://discord.com/invite/WUGFUxbpbd \_(ツ)_/ ̄ SUPPORT ME IN MY WRITING ̄\_(ツ)_/ ̄ Till now I have published from volume one to volume five for free. And I hope to continue to do so even now. It has really been an exciting work for me to narrate you the story of our main character who fights her way to the bottom of abyss with her magic and skills and then eventually storms in the outside world. Keeping the text error free takes a lot of revisions and consumes time, but no work is ever perfect. With your support and reviews I know that I have improved a lot in my writing. You can support my writing by reviewing my book on the platform you are reading or especially rate my book on Amazon Kindle. And even now I am asking for a bit more that if you voluntarily support my writing then you can do it now by donating me. Paypal - paypal.me/Harshitintelligent Become a patreon - https://www.patreon.com/noelelitia Even a little amount helps. I hope that you keep enjoying my work and in knowing the interesting characters which will be constantly introduced to you in the story. I hope that the next chapter too proves to be to your liking!
8 197 - In Serial32 Chapters
draco's the type ☹
❝ honestly, if you were any slower, you'd be going backward. ❞ - draco malfoy. draco's the type of [...][highest ranks]#460 in humor.#328 in humor.#430 in humor.
8 228 - In Serial55 Chapters
Sparkle of life (Mafia Love Story #1)
She tried to loosen his grip on her jaw but invane. "This i-is n-not right. You c-can't t-touch me. P-Please m-move away you're t-to close. J-just let me go." Her words only infuriated him to no end. He growled, his chest vibrated and he snickered like a deranged man. "I can touch you as much as I want and wherever I want." She felt enraged at his vile words. "NO! YOU CAN NOT! I won't allow thismmmmffff." He didn't let her finish and to emphasise on his words he took her lips in a bruising kiss which was full of passion, lust and aggression.^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^Alizey a 21 year old girl who is a university student,and lives happily with her family. She is a hijjabi and a practicing Muslimah. For her, her family is everything,and she can do anything for them.Alexander, the boss of the under world, known as Alex. He is ruthless,stone hearted man. What happened when he lays his eyes on a girl, who can never be his. What will he do to get her.(18+⚠️)READ TO FIND OUT.THERE ARE TOTAL 54 CHAPTERS IN THIS STORY....Highest ranks.#1 in mine.#1 in muslim.#1 in hijabi.#1 in gunn.#1 in muslimah.#1 in desire.#1 in criminal. ********************************This work is completely mine and I'm strictly against plagiarism so kindly DO NOT COPY MY WORK.
8 654

