《Soul In Seoul》Soul in Seoul #Part 4
Advertisement
Saat istirahat tidak biasanya Lee Ri Sa datang ke kantin untuk mengisi perut. Hal itu dikarenakan dia sering kehilangan nafsu makannya. Saat itu dia duduk berhadapan dengan Yoon Yeom Mi dan tak lama kemudian disusul oleh Heo Yoon Woo yang langsung duduk disamping Ri Sa. Karena kantin SMA Dongjo dan SMA Meongso dijadikan satu, membuat SMA Dongjo dan SMA Meongso sering berkumpul saat istirahat di kantin tersebut.
"Tidak biasanya kamu makan siang disini Ri Sa. Ada angin apa ini?" sapa Yoon Woo.
"Aissh,.. apa tidak boleh?" ucapnya kasar.
"Hahaha,.. boleh-boleh. Jadi nanti jatah makanmu di Hong Diamond bisa aku ambil. Biasanya kan kamu nggak makan lagi kalau makan siang di kantin ini." candanya.
"Eonni,.. tega ya?" Ri Sa cukup sebal mendengar candaan sahabatnya itu.
"Sedikit saja tidak masalah kan?" sambil menyenggol badan Ri Sa dan tanpa sengaja Yoon Woo menyenggol lengan Ri Sa yang masih belum sembuh itu.
"Awww,.. Eonni,.. lupa ya?" meringis kesakitan sambil memegangi lengan kanannya yang masih dibalut perban di balik lengan panjangnya.
"Mian,.. neo gwaenchanh-a?" merasa bersalah seraya mengalihkan pandangannya kearah Lee Ri Sa.
"Ne,.." jawab Ri Sa dengan sedikit meringis.
"Tangan kamu kenapa?" tanya Yeom Mi yang belum mengetahui tangan Ri Sa terluka.
"Luka kecil saja. Tapi nggak apa-apa kok." kilahnya agar sahabatnya tidak perlu khawatir padanya.
"Kok bisa terluka gitu?"
"Karena ngelawan gengster." Bisik Yoon Woo pada Yeom Mi.
"Gengster?!!" volume suara Yeom Mi sontak meninggi tanpa terkendali.
"Pelankan suaramu!" tegur Ri Sa pelan.
"Gengster? Kamu berani melawan gengster?" sedikit pelan.
"Aku nggak bisa diam diri saat liat orang butuh bantuanku. Apalagi saat itu nenek tersebut hanya sendirian dikepung tiga orang. Dan karena itu juga sepertinya kartu tanda siswa milikku hilang lagi." Jelas Ri Sa.
"Hilang lagi? Jadi karena itu kamu sampai sekarang belum pinjam buku di perpus?"
Ri Sa mengangguk pasti.
"By The Way,.. kamu bisa bela diri?" tanya Yeom Mi pelan.
Ri Sa hanya diam menelan air ludahnya untuk membasahi tenggorakannya yang tiba-tiba terasa kering dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Kalau kamu nggak bisa, kamu nggak mungkin berani melawan Kang Jung Tae dan gengster itu." Tebaknya.
"Itu udah tau jawabannya." Ucap Ri Sa ringan.
"Beneran bisa?" Yeom Mi ingin memastikan.
Tiba-tiba Lee Ri Sa memberikan isyarat tangan pada kedua sahabatnya untuk lebih mendekat. "Aku akan memberitahukan sebuah rahasia. hanya kalian yang aku beritahu. Sebenarnya aku adalah atlit Karate. Sebelum belajar Karate, aku juga mempelajari bela diri Aikido dan Pencak Silat. Jangan katakan pada siapapun. Okey?!" bisiknya.
Advertisement
Yoon woo dan Yeom Mi hanya terdiam dan tercengang mendengar kejujuran Ri Sa.
"Sebenarnya Ri An Oppa melarangku Karate lagi. Ini saja, dia marah-marah terus ketika tahu aku terlibat adu tenaga. Ya,.. karena Ri An Oppa melarangku menggunakannya lagi, akhirnya aku nggak milih SMA Dongjo." Lanjut Ri Sa menjelaskan dengan suara lebih santai.
"Daebak,.. kamu memang luar biasa Ri Sa,.. aku yakin Kang Jung Tae tidak akan bisa berkutik sekarang." puji Yoon Woo sambil kembali menyantap menu makan siangnya.
Ri Sa hanya tersenyum dan kembali menyantap makanannya juga.
Di hari itu juga datang seorang guru baru di SMA Meongso tepatnya mengajar di kelas 1-2. Ia seorang perempuan muda bernama Oh Jung Hee yang mengajar pelajaran sastra. Ia terlihat sangat modis dengan rok yang cukup pendek yakni hanya setengah dari pahanya. Semua mata lelaki langsung jelalatan memandang guru tersebut.
Selama Oh Jung Hee mengajar, semua siswa memperhatikan dengan seksama kecuali Lee Ri Sa. Ri Sa tidur di bangkunya dengan meletakkan kepalanya di meja dan menghadap ke jendela. Melihat itu Oh Jung Hee mulai emosi dan terlihat marah pada Ri Sa yang tidak memperhatikan pelajaran di hari pertamanya mengajar dan puncaknya adalah ketika ia melihat Ri Sa menerima sebuah SMS dan tanpa menghiraukan guru yang sudah emosi.
"Hey,.. kamu yang di belakang, sudah merasa pintar kamu ya?" ucap Oh Jung Hee dengan melangkah mendekat ke arah bangku Lee Ri Sa.
"Joesonghabnida Seonsaengnim,.. apa salah saya?" ucap Ri Sa tanpa beban.
"Kamu tidak tau apa salah kamu? kamu dari tadi tidak mendengarkan materi dan malah tidur di kelas. Ditambah lagi kamu menggunakan ponsel saat jam pelajaran. Sungguh tidak sopan! Dan bukankah saat musim panas di kelas tidak boleh memakai jaket. Apa kamu tidak membaca peraturan?" semakin naik darah.
"Meskipun ikan tidur, dia masih bisa berenang. Begitu pula dengan saya. Meskipun saya terlihat tidur, tapi saya masih bisa mendengar suara anda." Sangat tenang.
"Kalau memang kamu mendengarkan, Ulangi yang telah dijelaskan tadi!"
"Tadi anda menjelaskan tentang penyisipan kata ilmiah beserta penjelasannya untuk menambah estetika sebuah karya sastra. Selama satu jam anda menjelaskan, saya rasa pada intinya hanya itu. Dan mungkin saya hanya ingin mengkoreksi tentang istilah ilmiah yang anda contohkan tadi. Disleksia dan Dispraksia itu suatu kelainan yang berbeda. Tapi tadi anda menjelaskannya suatu kelainan yang sama. Disleksia adalah gangguan dalam berbahasa dan mengeja kata dan disebabkan adanya gangguan pada sistem syaraf pusat yang mempengaruhi persepsi visual seseorang terhadap huruf huruf, angka atau kata. Sedangkan Dispraksia mempunyai masalah dalam ide, perencanaan, dan eksekusi gerakan. Dispraksia biasa dikenal dengan sebutan Motor Planning Disorders. Orang dengan Dispraksia sulit merencanakan apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Mungkin anda sebelum masuk ke kelas harus membuka pengetahuan yang jauh lebih baik agar tidak membuat bingung murid yang anda ajari." jelasnya panjang lebar dan sangat menggambarkan kejeniusan dalam dirinya.
Advertisement
"Kamu makin kurang ajar ya,.. seolah kamu tau segalanya." Kata Jung Hee yang masih marah.
"Mungkin ada lagi yang ingin saya luruskan. Jangan menyamakan Disleksia dengan Autis. Jika memang anda menganggapnya sama, itu berarti anda berfikir orang-orang terkenal seperti Albert Einstein, Sir Winston Churchil, Tom Cruise, Walt Disney, dan Lee Kuan Yeuw adalah Autis, karena mereka mengidap Disleksia. Asal anda tau, Disleksia sangat berbeda dengan Autis."
"Stop!" Oh Jung Hee yang merasa kalah bicara dalam menghentikan ucapan Ri Sa dan berbalik ke depan kelas.
Namun Ri Sa tetap tidak mau berhenti berbicara. Ia justru berdiri dan melepas jaket yang ia kenakan. "Jika anda mengungkit masalah peraturan dan sopan santun, harusnya anda mencontohkan dengan baik. Sebaiknya anda sebagai seorang guru, lebih memperhatikan pakaian anda saat mengajar. Dengan memakai pakaian sependek itu justru akan merusak moral dan sopan santun anak didik anda. Jadi,.. pakailah ini agar lebih baik." Ucapnya sambil mengikatkan jaketnya ke pinggang Oh Jung Hee dari belakang dengan tujuan menutupi pemandangan yang tidak sepatutnya dilihat oleh seorang murid di sekolah.
"Kau,..! nilai ujianmu akan dikurangi 10 poin."
"Terserah anda, itu kebijakan anda sendiri. Saya juga tidak terlalu berharap akan nilai tinggi dari anda selama sikap anda seperti ini pada murid anda. Tapi sekarang saya tidak punya waktu lebih banyak untuk bernegosiasi dengan anda. Masih banyak urusan lain yang lebih penting." Kata Ri Sa sebelum keluar dari kelasnya. Saat itu, terpampang jelas perban yang masih melilit lengan kanannya.
Setelah itu Lee Ri Sa langsung pergi dari kelas itu.
Mendengar ucapan-ucapan Lee Ri Sa, seluruh siswa di kelas itu langsung berusaha menahan tawa, karena sebenarnya banyak yang tidak menyukai cara pengajaran yang dilakukan oleh Oh Jung Hee.
"Diam semua!" tegurnya dengan suara lantang.
"Seonsaengnim,.. anda benar-benar tidak tau siapa yang anda hadapi tadi?" tanya Yeom Mi dibangkunya.
"Aaa,.. jadi siapa nama siswi kurang ajar itu?" tanya Jung Hee yang masih berdiri disamping Yeom Mi.
"Namanya Lee Ri Sa. Si jenius di SMA Meongso dengan IQ 193. Mungkin sebelumnya anda sudah mendengarnya." Jelas Yeom Mi dengan tetap menahan tawa.
"Mwo? Dia Lee Ri Sa? IQ 193?" Oh Jung Hee sangat terkejut, karena memang dari awal tidak melihat nametag yang dikenakan Lee Ri Sa.
Semua siswa mengangguk pasti sebagai tanda pembenaran pertanyaan Oh Jung Hee.
"Dan sepertinya anda telah merusak moodnya hari ini." tutup Yeom Mi.
Oh Jung Hee semakin malu di kelas itu dan akhirnya dia hanya diam maju ke depan kelas.
Sementara itu Lee Ri Sa yang masih tidak jauh dari kelasnya kembali membuka SMS yang baru masuk. Dan ternyata SMS itu dari Kang Jung Tae yang isinya,..
"Datanglah ke kelasku akan aku tunjukkan kejutan yang sangat luar biasa. jika kamu tidak muncul, jangan harap Lee Ri An bertahan."
"Kang Jung Tae,.. ternyata dia tidak mendengar perkataanku waktu itu ya?" gumam Ri Sa yang sangat marah dan langsung berlari menuruni tangga.
Saking terburu-burunya,.. ketika baru keluar dari gedung SMA Meongso, Lee Ri Sa tanpa sengaja menabrak seseorang. Tanpa melihat wajah orang yang ditabraknya, Ri Sa hanya berulang-ulang minta maaf dan kembali berlari menuju SMA Dongjo. Sedangkan orang yang ia tabrak hanya diam menatap Ri Sa. Ternyata orang itu adalah seorang nenek yang ia tolong dari gengster beberapa hari yang lalu. Kali ini ia bersama kepala sekolah SMA Meongso yang langsung berteriak memanggilnya, "Lee Ri Sa,.. kamu mau kemana? Ini masih jam pelajaran. Kembali ke kelasmu!" teriakan itu tidak diindahkan oleh Lee Ri Sa yang terus berlari dan secepat kilat sudah berada di luar area SMA Meongso.
###
Di SMA Dongjo tepatnya di kelas 2-2 semua siswanya masih di dalam ruangan meski gurunya sudah tidak ada. Saat itu, Kang Jung Tae berada di tengah-tengah ruang kelas berhadapan dengan Lee Ri An. Seperti biasa, suasana akan berubah memanas ketika mereka bertemu.
"Aku pastikan,.. mulai hari ini kamu dan Lee Ri Sa tidak akan punya nyali untuk melawanku. Losser!" kata Jung Tae dengan nada kasar.
>> Part 5
Advertisement
- In Serial265 Chapters
The Zombie Knight Saga
Death is coming. And he wants to help. The world of Eleg may seem like a normal enough place at first blush, but wade deeper into it, and soon the dark, the deadly, and the mad will begin to reveal themselves. But don't worry. They usually have a sense of humor. ((Ebook versions of the first four Volumes [138 chapters] are available on Amazon.))
8 90 - In Serial9 Chapters
Isekai Reporter
Nomad Battalion, a name that strikes fear to bandits and kingdoms across Melno...is just a bunch of kids?!As a junior JSDF commando, RynosukeTanizawa was on a mission scouting the now devasted Shibuya district for insurgent activities until an ambush renders him unconscious. Awaken in a new world and receiving the "heroes never die" blessing from the gods, he starts his journey with the guidance and blessing of the 9 demon clan's head Kuucifer to vanquish Khaos and build the largest alliance known to man. PS. I know the cover is shit but the good one got stolen along with my old laptop so... yeah.
8 132 - In Serial21 Chapters
Tentacle Lord
Kagero Kogami was a normal highschool student which love Anime and Light Novel a little more than others, in other words he was an otaku. With him being an otaku, it was normal for him to be looked down upon and hated by his classmate. But that all changed after he and the other four classmates of his were summoned by the kingdom of Laturey to their world, it was a fantasy world pictured in his Anime and Light Novel, but while the others were the new generation of hero party, his job was [Tentacle].Stuck with the middle boss-like job, Kagero was determined to survive in the new world using his job as [Tentacle] and wits. This was the beginning of the tale of the Tentacle Lord, surviving and dominating all in his path.( this is my first time writing a FanFic, if you have opinion and advice for me, please don't hold back and tell me. I will use your opinion and advice, good or bad, to grow as an author. This is my first step to make my first Fanfic, Tentacle Lord, into a Light Novel. To show everybody just how hot a tentacle really is ! For sparing your time to read my fanfic, thank you ! ,- Erogami )
8 82 - In Serial18 Chapters
Crows Feast
Virtual Reality Gaming. The Dream of many gamers and otaku´s alike.Our main protagonist is neither of those two yet he cannot help but be excited as the first Virtual Reality Game comes out. Here you can follow his journey trough this new world filled with Monsters that learn from there mistakes and Programs more Realistic then some Real People. See how he reacts as he struggles with one of the most punishing games of all time.
8 103 - In Serial21 Chapters
Bewitching Illusions (Part II)
Hi loves! I have unpublished all the chapters, save one.If you can, check out my new book on K I N D L E &on A M A Z O Nthe title of my new book is Bewitching Illusions: Yandere Prince.Please feel free to read my new book (Bewitching Illusions: Yandere Prince) on K I N D L E : $ 6. 99 U.S. dollars. A M A Z O N : $ 11. 99 U.S. dollarsgrab a copy of the book now. ❤️
8 147 - In Serial8 Chapters
Poems / Tula
This poem was made since I'm in Senior High School
8 76

