《Soul In Seoul》Soul In Seoul #Part 8
Advertisement
Melihat reaksi yang ditunjukkan Yoon Yeom Mi, Choi Moo Gak akhirnya angkat bicara, "Kenapa kamu nggak menyapanya? Bukankah kalian bersahabat?" pertanyaan itu ditujukan kepada Yoon Yeom Mi dengan maksud agar ia tidak mengabaikan Lee Ri Sa saat itu.
Mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Choi Moo Gak, Lee Ri Sa dan Yoon Yeom Mi hanya saling bertukar tatapan tanpa sepatah katapun terucap. Mereka masih merasa canggung dengan situasi di tempat itu.
"Ri Sa eonni dan Yeom Mi eonni bersahabat?" tanya Choi Mi Rae sambil bolak balik menyebar pandangannya ke arah Yoon Yeom Mi dan Lee Ri Sa yang ternyata tetap tak ada suara dari bibir mereka.
Tanpa menjawab pertanyaan dari Choi Mi Rae, Lee Ri Sa justru akan bergegas untuk pergi karena memang saat itu hidangan yang dipesan telah disuguhkannya semua.
"Jamkkanman (tunggu)! Sebagai pelayan, bukankah kamu harus memastikan hidangannya tak ada racun?" ucap nyonya Choi dingin pada Lee Ri Sa yang saat itu baru membalikkan badannya dan akan beranjak pergi.
"Ye??!" Lee Ri Sa sangat terkejut dan tanpa sadar sudah kembali ke posisi awal.
"Kalau kamu yakin ini tak ada racunnya, harusnya kamu cicipi dulu sebelum tamunya menyantap hidangan ini. kalau kamu baik-baik saja, itu berarti makanan ini aman juga bagi kami." Nyonya Choi semakin merendahkan Lee Ri Sa.
Mendengar itu, semua orang langsung terheran-heran dengan yang perkataan nyonya Choi, tak terkecuali Choi Moo Gak. Ia langsung marah, "Eomma,.. ini sudah bukan jaman joseon."
"Apa salahnya jaga-jaga?" "sekarang, cicipi hidangannya." Suruhnya pada Lee Ri Sa.
Satu per satu hidangan di meja itu ia cicipi tanpa keraguan. Namun, tiba-tiba tangan Lee Ri Sa langsung gemetar ketika akan mengambil sesendok sup miso dan kudapan yang menggunakan bumbu teriyaki. Meskipun ragu, akhirnya suapan itupun masuk ke mulutnya.
"Joesonghamnida, hidangannya sudah dijamin aman dan tidak ada masalah dengan rasanya. Silakan menikmati hidangan anda." Setelah itu ia langsung beranjak dari meja nomor 17.
Setelah selesai melayani meja nomor 17, Lee Ri Sa langsung menuju samping meja kasir sambil terus minum air putih. Entah sudah berapa gelas yang ia minum. Lee Ri Sa masih gemetar dan sudah mulai mengeluarkan keringat dingin. Nafasnya pun terlihat sudah mulai tak karuan. Melihat itu, Heo Yoon Woo langsung menghampirinya, "Neo,.. gwaenchanh-ayo?" tanyanya.
Tanpa mengatakan apapun, Lee Ri Sa hanya mengangguk tanda mengiyakan dan tersenyum tanda agar Heo Yoon Woo tidak perlu mengkhawatirkannya.
"Jeongmal? (benarkah?)" tanyanya kembali untuk memastikan.
Namun Lee Ri Sa kembali hanya menyuguhkan senyuman dan anggukan.
Di saat yang bersamaan ada 2 pria dan 1 wanita datang yang langsung menuju meja yang masih kosong yakni meja nomor 19. Tanpa ragu, Lee Ri Sa langsung mengambil buku menu dan siap-siap bergegas menuju meja nomor 19.
"Odi? Neo,.. jinjja gwaenchanh-ayo? (kemana? Kamu benar-benar nggak apa-apa?)"
"Geogjeongma. (jangan khawatir.)" ucap Lee Ri Sa diiringi senyum khasnya dan langsung meninggalkan tempat ia berdiri sebelumnya.
"Ada yang aneh dengannya. Nggak biasanya dia minum sebanyak itu. Wajahnya pucat juga. Apa dia sakit?" gumam Heo Yoon Woo.
Sementara itu Lee Ri Sa yang baru sampai di meja nomor 19 langsung menyerahkan daftar menu kepada tamunya. Awalnya ia terus menggunakan bahasa korea namun ketika ia tahu tamunya ternyata bukan orang korea akhirnya ia menggunakan bahasa yang sesuai dengan tamunya agar tamunya tak perlu susah untuk mentranslate setiap kata-katanya. Ya itu adalah nilai plus dari Lee Ri Sa. Ia langsung bisa mengerti situasi tamunya saat jadi pelayan karena memang dia mampu menggunakan lumayan banyak bahasa asing mengingat dia memiliki IQ yang sangat tinggi.
Advertisement
"Apa anda orang Indonesia?" tanya Lee Ri Sa pada tamunya dengan menggunakan bahasa Indonesia.
"Kamu bisa menggunakan bahasa Indonesia?"
"Iya. Silahkan anda pilih menu yang anda inginkan."
"Apa ada menu masakan Indonesia?"
"Iya. Masakan Indonesia ada di halaman ke 17 sampai 20. Banyak pilihannya disana." Sambil membantu mencari halaman yang disebutkan Lee Ri Sa sebelumnya.
"Menu apa yang bisa kamu rekomendasikan pada kami?" tanya tamu wanitanya.
"Menu Indonesia yang saya rekomendasikan disini ada ayam bakar jogja, coto makassar, sate lilit dan masih banyak menu lain yang jadi andalan kami."
"Ayam bakar jogja satu, sate lilitnya satu, pempeknya dua dan nasi goreng kimchinya 1." Ucap tamu wanita tersebut.
"Minumnya?" tanya Lee Ri Sa namun tiba-tiba badannya gemetar, matanya memerah dan sudah muncul bintik-bintik merah di lengannya. Ia berusaha menahannya.
"Es cincau dua dan orange juice satu." Kata tamu wanita itu lagi.
"Neo,.. gwaenchasimnikka?" tanya pria yang berperan sebagai translator dengan menggunakan bahasa korea yang saat itu melihat ada sesuatu yang tidak baik pada Lee Ri Sa.
Pertanyaan pria itu langsung membuat Choi Moo Gak yang duduk menghadap ke arah meja nomor 19 langsung mengalihkan pandangan dari makanannya ke Lee Ri Sa. Ia melihat saat itu Lee Ri Sa memang tampak kurang sehat dan sontak hal itu membuatnya semakin gelisah.
"Gwaenchanh-ayo." "emmm,.. mohon tunggu sebentar. Kami akan segera menyiapkan pesanan anda. Permisi." Ucapnya yang langsung membalikkan badannya dan berjalan sambil menepuk-nepuk dadanya dikarenakan ia semakin kesulitan bernafas.
"Eonni,.. tolong. Air putih." Ucap Lee Ri Sa dengan sangat berat pada Heo Yoon Woo yang juga baru kembali ke meja samping kasir.
"Neo,.. wae-yo? gwaenchanh-ayo?"
Kali ini Lee Ri Sa memberikan jawaban yang berbeda. Ia hanya menggelengkan kepalanya tanda dia saat itu memang sedang merasa tidak sehat.
Cepat-cepat Heo Yoon Woo mengambilkan air minum untuk Lee Ri Sa.
"Sebaiknya kamu istirahat saja. Kamu kelihatan sangat pucat." Saran Heo Yoon Woo.
"Ri Sa-ya,.. apa nggak sebaiknya kamu ke rumah sakit saja?" saran Choi Moo Gak yang tiba-tiba sudah berdiri di samping Lee Ri Sa.
Lee Ri Sa seperti sudah tak mampu mengatakan apapun. Dia hanya terus menepuk-nepuk dadanya dan menyuguhkan tatapan dingin pada Choi Moo Gak dan kemudian pergi ke luar restoran.
Merasa Choi Moo Gak terus mengikutinya, ia justru berusaha semakin menjauh. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Sebab kondisinya saat itu sangat tidak memungkinkannya untuk terus berjalan.
"Ri Sa-ya,.. kajima! (Ri Sa, jangan pergi!)" "Nggak biasanya kamu seperti ini. okey,.. Aku minta maaf atas nama ibuku yang memperlakukanmu seperti tadi." Kata Choi Moo Gak yang sudah berdiri didepan Lee Ri Sa.
"Geogjeongma (jangan khawatir). Aku tidak marah padanya." Berusaha menghindar namun tangannya langsung ditahan oleh Choi Moo Gak.
"Terus kenapa kamu menghindariku? Apa kamu marah sama aku?"
"Ani (tidak). Aku marah pada diriku sendiri. Tak seharusnya aku melakukan hal-hal yang akhirnya nanti malah merusak persahabatanku dengan Yoon Yeom Mi. Jadi aku mohon hapus perasaanmu padaku dan menjauhlah dariku. Hanya itu yang kuminta." Suara Lee Ri Sa saat itu sangat serak.
"Mian, aku tak bisa mengabulkan permintaanmu." Mata nanar terlukis dari wajah Choi Moo Gak.
Lee Ri Sa sudah tak sanggup mengeluarkan kata-kata. Ia justru terus batuk-batuk dan sesak nafas.
Advertisement
"Neo wae-yo? Apa ada sesuatu yang salah dengan makanan yang kamu cicipi tadi?" Choi Moo Gak semakin khawatir dan terus memegang kedua bahu Lee Ri Sa.
"Geogjeongma. Sunbae tidak akan mati setelah makan hidangan tadi."
"Mwo?! Terus kenapa kamu jadi seperti ini?"
"Semua orang menganggap makanan tadi adalah nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuhnya. Tapi bagiku, makanan-makanan yang kucicipi tadi adalah racun yang bisa saja membuatku mati. Uhuk uhuk uhuk,.." tiba-tiba ia terbatuk-batuk lagi dan dadanya semakin sesak. Ia terus menepuk-nepuk dadanya.
"Mwo? Apa maksudmu?" semakin panik.
Tanpa sepatah katapun keluar dari mulut Lee Ri Sa dan yang ada hanyalah suara batuk dan sesak nafas darinya. Tanpa aba-aba Lee Ri Sa jatuh pingsan di pelukan Choi Moo Gak yang langsung terduduk ketika tubuh Lee Ri Sa jatuh padanya.
"Ri Sa-ya! Ri Sa-ya! Bangun!" sambil menggoyang-goyangkan tubuh Lee Ri Sa dengan harapan Lee Ri Sa bangun. Namun tak ada tanda-tanda Lee Ri Sa akan membuka matanya.
Karena dirinya telah dikuasai rasa khawatir dan kepanikan yang besar, akhirnya tanpa fikir panjang Choi Moo Gak memberikan nafas buatan pada Lee Ri Sa. Hal itu membuat Yoon Yeom Mi yang saat itu baru berdiri di depan pintu restoran dan melihat dari kejauhan, langsung terkejut, cemburu dan kalut.
"Yeom Mi-ya!" suara Heo Yoon Woo dari belakang Yoon Yeom Mi yang langsung mengagetkannya.
Ketika Yeom Mi belum menjawab, Heo Yoon Woo sudah terlebih dulu melihat Lee Ri Sa yang telah jatuh tak sadarkan diri di lengan Choi Moo Gak. Hal itu membuatnya langsung panik dan berlari membantu Choi Moo Gak membawa Lee Ri Sa ke rumah sakit.
Di gelapnya malam dan ditemani lampu jalan, lampu mobil dan sorot lampu dari rumah-rumah yang ia lewati, terlihat Lee Ri An yang terus berlari ketika mengetahui adiknya masuk rumah sakit. Ia terus berlari dan berlari tanpa menghiraukan orang-orang di sekitar jalannya.
"Oppa nggak mau kamu dalam bahaya lagi. Sudah cukup kamu 2 kali hampir mati. Cuma kamu yang Oppa punya di dunia ini."
"Hanya kakak yang aku punya. Aku nggak mau terjadi sesuatu pada kakak." Ucapnya dengan bahasa Indonesia.
"Kamu tidak menyesal kan memilih tinggal bersamaku dibanding keluarga yang membesarkanmu dengan penuh kenyamanan itu?" yang juga menggunakan bahasa Indonesia.
"Nggak kak. Aku nggak menyesal. Selama aku bisa tinggal dengan keluarga kandungku, aku nggak menyesal. Seberat apapun itu, akan tetap aku lalui." Tegasnya.
Setiap kata dalam percakapannya dengan Lee Ri Sa beberapa bulan yang lalu terus terngiang di ingatan Lee Ri An saat ia terus mempercepat langkah kakinya menuju ruang UGD.
"Yoon Woo-ya,.. apa yang terjadi pada Lee Ri Sa? Bagaimana keadaannya?" tanya Lee Ri An dengan nafas terengah-engah ketika melihat Heo Yoon Woo berdiri di depan ruang UGD bersama Choi Moo Gak dan Yoon Yeom Mi.
"Kami masih tidak tahu bagaimana keadaannya. Dokter masih melakukan penanganan." Jelasnya.
"Emmm,... apa Lee Ri Sa punya riwayat alergi sesuatu?" tanya Yoon Woo pada Ri An.
"Apa yang dia makan? dia tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung kedelai hitam kan? Dia tidak makan itu kan?" Lee Ri An langsung tambah kacau.
"Apa dia alergi kedelai hitam?" tanya Choi Moo Gak.
"Kedelai hitam adalah racun dalam keluargaku. Dan yang memiliki alergi paling parah adalah Lee Ri Sa. Memangnya apa yang dia makan tadi?"
"Aissshhh,.. jadi karena itu. Tak seharusnya dia mencicipi hidangannya tadi. Sup Miso,.. teriyaki,.. tangannya gemetar. Harusnya aku menyadari itu saat dia akan mencicipinya." Gumam Choi Moo Gak pelan. Ia masih merasa bersalah pada Lee Ri Sa atas perlakuan ibunya pada Lee Ri Sa dan atas ketidakberdayaannya karena tidak dapat melindungi orang yang ia sayangi.
Di sisi lain, Yoon Yeom Mi hanya diam dan merasa cemburu ketika melihat reaksi yang ditunjukkan Choi Moo Gak pada Lee Ri Sa. Ia mengalihkan pandangannya ke jendela ruang UGD yang masih tertutup tirai.
###
Dua minggu kemudian,...
Hari yang cerah ditemani suara kicauan burung-burung yang beterbangan menambah ceria suasana kelas 1-2 SMA Meongso. Saat itu masih di jam istirahat sehingga sebagian besar siswanya saling bercanda ria dan ada juga yang sampai lari kejar-kejaran. Seperti biasanya, hal yang bertolak belakang pasti terlihat pada Lee Ri Sa. Ia hanya duduk diam di tempat duduknya sambil membaca artikel berita yang terjadi di Indonesia melalui ponselnya. Tak disangka, ternyata berita tentang hilangnya dua remaja jenius Indonesia masih menjadi trending topic di sebagian besar blog, social media dan juga web resmi pemberitaan. Foto-foto peraihan medali dan piala keduanya pun terpampang jelas disana. Dalam artikel itu tertulis banyak komentar-komentar yang mengharapkan kembalinya dua remaja itu. Salah satu komentar yang langsung membuatnya terhenyak adalah komentar dari akun @Dave_Raharja77 yang berisi:
"Reyka,.. kamu adalah sahabat terbaikku. Dimanakah kamu? Cepat kembalilah Reyka,.. Aku yakin kamu tidak berakhir di sungai itu. Aku yakin kamu masih berada di dunia ini. Cepat kembalilah sahabatku!"
Dan ada beberapa akun yang juga menulis:
"Harusnya orang yang membunuh Reyka Firanda itu mati juga. Bukan malah masih asik dengan dunianya."
"Semakin berkurang orang-orang berprestasi di tanah air kita. Harusnya orang yang membunuhnya sudah masuk penjara, atau mati sekalian. Jadi dia merasakan buah yang telah ditanamnya."
"Menurut kabar yang beredar, si pembunuh juga yang membuat ibu kandung Reyka meninggal dan setelah itu dia juga menyiramkan air keras ke wajah Reyka. Itu manusia atau monster ya?"
"Semoga selanjutnya akan ada Reyka atau Romi yang lain. Dan lebih beruntung dari mereka untuk mengukirkan prestasi untuk tanah air."
"Sungguh sangat disayangkan orang-orang yang terbunuh adalah orang yang berpengaruh dengan sifatnya yang sangat baik, pemberani dan bijaksana. Semoga mereka tenang disana."
Semakin lama ia membaca, semakin menambah kesedihan dan rasa bersalahnya karena masih tidak bisa kembali ke negara tempat ia dilahirkan. Airmatanya sudah memberikan aba-aba ingin segera jatuh, namun Lee Ri Sa tidak mengijinkannya. Ia lebih memilih menutup matanya agar hati dan fikirannya lebih tenang.
Ketika Lee Ri Sa akan memasukkan ponselnya ke saku seragam, tiba-tiba ponselnya berdering dan langsung saja ia mengangkat telepon tersebut. Tak berselang lama wajahnya langsung berubah kaget, kalut dan marah dengan masih mendengarkan ucapan orang yang tengah menelponnya.
>> Part 9
Advertisement
- In Serial92 Chapters
Wake Up As Mafia Boss
Aljen Mura, a decent and workaholic Gaming Manager, was celebrating New Year's Eve alone in the park but hit by a fireworks. Waking up from his bed and finding out he possessed one of the villainous character from his games because he got summoned by self-proclaimed "God". He wished to end the game fair and square by starting to end his family lineage and lived in this world free. Watch our protagonist as he tried his best to end his mafia life but accidentally made him infamous, increased his fame and became the World's most powerful and influencial man in the history of Italia.
8 252 - In Serial40 Chapters
Painful Words
*One moment he was my lifeThe next he wasn't even part of it*This is a collection of poetry I've written, there is only around fourteen poems as of right now. However, I'm sure I will come up with more in the future!
8 179 - In Serial11 Chapters
The Earth after the Reset.
The one who can afford to board the Colony ships and go to space for interstellar travel already left the earth. The one who cannot afford it, are left behind to die with this world. The end of the world is near, but we stayed here to continue the research to preserve the remaining human life who is currently living with us inside the bunker located in the center of the Amazon Forest. Natural Disaster is continuously occurring such as a strong earthquake, The non-stopping rainfall, Tornados, even possibility of a tsunami. The earth's temperature reached the point that human can die because of the heat. We want to finish it before the world ends. The successful cold-sleep technology that can preserve human life even billions of years pass. We love this planet, our home, it's the one and only place for us and we want to see what will happen to this planet after everything calmed down.
8 633 - In Serial16 Chapters
Blackthorn
**Adult content* *-Tastefully written, yet graphic sexual situations-Violence-Adult themes Set in late Victorian LondonAdeline Moore, a kind, introspective and intelligent young woman. She is the wife of Thomas Moore, and together the pair live, what appears to be, a quiet, comfortable life; that is until Thomas is found dead, single gunshot wound to the temple. The burden of searching for the truth about Thomas' murder falls upon Adeline's shoulders after local law enforcement prove to be unavailing. She hires an elusive private investigator, an intimidating figure with a shrouded past to find the answers she so desperately seeks. In the process, however, Adeline is forced to reconcile that nothing about her old life was at all what it seemed. As the investigation makes headway, Adeline is thrust into the midst of something mysterious and otherworldly. She is stalked in her dreams by a man with no face, hungry for her and bold enough to take her as his own, but who, or what is this animalistic apparition? Does it exist outside of her dreams? Waking visions begin to haunt Adeline once more with an ominous warning she cannot decipher until it is already too late.In Adeline's ruthless search for the truth, she will unwittingly uncover far more than she bargained for.
8 184 - In Serial19 Chapters
Red: Butterfly (Twilight Fanfic) (Complete)
A strange girl appeared with long pure red hair, Rosy beige skin, and ocean blue eyes. Her beauty outcasted any girl in the whole world. She lives with her father who wanted nothing more, but to see her daughter smile again as he started a new job, new place, new state, and a new life for them. Yet, the strange girl gives nothing to show any emotion of expression.To her own thoughts, she was nothing more, but an empty, broken butterfly.
8 137 - In Serial44 Chapters
NERD GOT MARRIED TO A DANGERIOUS MAFIA BOSS
PrologueNagising ako sa ingay sa baba kasi May naring ako putok sa baba kaya agad akong tumayo at sumilip sa pinto nakita ko si papa na tinututukan ng baril ng lalaki nakatayo at si kuya naman ay bungbung sarado na at nakita ko din si mama na nakatali lalabas na sana ako para lapitan sila ng makita ko si kuya na nakatingin sa akin at parang sinasabi nya na Wag akong lumabas kahit ano man magyari kaya nanatili ako sa loob ng kwarto ko na umiiyak"Ano hinihintay na ni boss ang bayad m0? Sigaw ng lalaki Boss sino yun?may hindi ba ako Alam?" magbabayad din kami pero Hindi pa ngayun dahil kapos kami" sabi ni papa 'Sino ba tlga sila?' sabi ko saisip ko"Hahaha Alam mo isang taon mo na kaming sinasabihan ng ganya..Pag bibigyan kanalng ni boss ng 3 buwan pag Hindi ka naka bayad mamatay kayung lahat " sabi ng isang lalakiAno daw kami lahat mamatay?Pagkatapos noon ay agad ng umalis ang mga lalaki ng bungbung sa kanila nila kuya At agad akong bumaba at nilapitan si kuya na duguan at si mama namn ay pinuntahan si dad"Dad sino sila?" Tanong ko "Wala yun anak wag mo yun alalahanin " sabi ni dad "Pero dad sinaktan nya kayo sino ba tlga sila?" Tanong ko na pasigaw " bunso wag mo alalahanin yun at wag mung isip yun baka mamaya sumpogin ka nanaman ng sakit mo" sabi ni kuya at yumakap sa akin "Pero kuya ...." Hindi ko natapos ang sasabihin ko ng bigla nalng ako sumpogin ng sakit ko kya agad namn nataranta sila mom ,dad &kuya.Oo tama kayo ng naring may sakit ako miron akong Hearth Disses oo may sakit ako sa puso kaya naman sila dad Hindi sinasabi sa akin lahat ng mga problema na miron kamiMagpapakilala Muna ako 'I am Ryn Ella Jhonniesie 17yrs old maganda,sexy,mabait,nerd,'
8 208

